“Pertumbuhan energi angin dan surya di Spanyol mengurangi pengaruh pembangkit listrik fosil yang mahal terhadap harga listrik 75 persen sejak tahun 2019," tulis peneliti lembaga kajian energi Ember dalam laporannya.
"Penurunan jam-jam di mana harga listrik dikaitkan dengan biaya tenaga gas ini lebih cepat daripada di negara-negara yang bergantung pada gas lainnya seperti Italia dan Jerman,” lanjut peneliti.
Spanyol sama sekali tidak menggunakan pembangkit listrik tenaga batu bara pada Agustus 2025. Jauh berbeda dengan 10 tahun sebelumnya, ketika batu bara menyumbang seperempat dari kebutuhan listrik Spanyol.
Di sisi lain, para ahli sepakat bahwa ketergantungan pada impor bahan bakar fosil membuat negara-negara berada dalam posisi yang sangat rentan.
Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres menyatakan, konflik Amerika Serikat dan Israel lawan Iran memperlihatkan bagaimana dunia terlalu bergantung pada energi fosil.
“Di mana pasokan terkonsentrasi di beberapa wilayah dan setiap konflik berisiko mengejutkan bagi ekonomi global,” ucap Guterres.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya