Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pembiayaan Berkelanjutan DBS Indonesia Capai Rp15,6 Triliun di 2025

Kompas.com, 8 Juni 2026, 21:31 WIB
Manda Firmansyah,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Bank DBS Indonesia membukukan portofolio pembiayaan untuk kegiatan bisnis berkelanjutan sebesar Rp15,6 triliun sepanjang 2025 atau setara dengan 19,1 persen dari total penyaluran pinjaman.

Portofolio pembiayaan Bank DBS Indonesia untuk kegiatan bisnis berkelanjutan pada 2025 meningkat dibandingkan tahun 2024 atau sebesar Rp 14,1 triliun.

Dari sisi keuangan, Bank DBS Indonesia mencatat pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 2,5 persen, menjadi Rp6,13 triliun sepanjang 2025, dari Rp5,98 triliun pada tahun sebelumnya. Bank DBS Indonesia juga membukukan laba bersih sebesar Rp1,72 triliun atau tumbuh sekitar 15,8 persen dibandingkan 2024, yang tercatat sebesar Rp1,49 triliun.

Pertumbuhan laba bersih tersebut didorong oleh pendapatan operasional lebih kuat dan momentum bisnis yang stabil.

Pendapatan bunga bersih tumbuh sekitar 2,54 persen menjadi Rp6,13 triliun, seiring dengan tekanan margin yang masih berlanjut di pasar. Posisi permodalan tetap kuat dengan Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (CAR) sebesar 22,22 persen, jauh di atas ketentuan regulator.

Baca juga: UNICEF Gandeng DBS Foundation untuk Tingkatkan Kesejahteraan Anak di NTT

Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia Lim Chu Chong mengatakan, kondisi permodalan ini memastikan kemampuan Bank DBS Indonesia untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik.

“Dalam menjalankan bisnis, Bank DBS Indonesia tidak hanya berfokus pada pertumbuhan, tetapi juga pada dampak positif untuk masa depan. Kami menjaga keseimbangan antara kinerja ekonomi, sosial, lingkungan, dan tata kelola (ESG) yang terintegrasi dalam setiap keputusan bisnis," ujar Lim dalam keterangan tertulis, Senin (8/6/2026).

Secara kumulatif, Bank DBS Indonesia telah menyalurkan lebih dari Rp 3,8 triliun kepada individu berpenghasilan rendah melalui mitra ekosistem pembiayaan terpercaya.

Secara akumulatif, Bank DBS Indonesia juga memberdayakan UMKM melalui pinjaman modal kerja beredar sebesar Rp 70 miliar. Itu tercermin dalam Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) yang mencapai 6,97 persen, melampaui tolok ukur internal yang ditetapkan Bank DBS Indonesia.

Inisiatif berdampak

Di sisi lain, dampak sosial perusahaan terus diperluas melalui berbagai inisiatif yang menjangkau lebih dari 141.000 individu rentan di Indonesia. Sejak 2024, Bank DBS Indonesia telah menyalurkan lebih dari 18,2 juta dolar Singapura atau Rp 256 miliar untuk mendukung bisnis berdampak serta organisasi nirlaba yang berfokus pada kebutuhan dasar dan inklusi keuangan.

Melalui DBS Foundation, perusahaan juga mengalokasikan hibah sebesar 850.000 dolar Singapura atau Rp 11,9 miliar kepada lima wirausaha sosial dan Business for Impact (BFI) di Indonesia. Yakni, DoctorTool, Nazava Water Filters, Parongpong RAW Lab, Sosial Business Indonesia, dan KONEKIN.

Program ‘Impact Beyond Dialogue’ turut dihadirkan untuk meningkatkan kesadaran publik sekaligus memperkuat kesiapan kolektif dalam menghadapi transisi menuju masyarakat menua (ageing society).

Baca juga: Saat Penduduk Indonesia Menua, Apa yang Terjadi pada Ekonomi?

Selain itu, fokus keberlanjutan juga diarahkan untuk ketahanan pangan. Program FEAST! di Flores, Nusa Tenggara Timur memberdayakan 40 kader desa dengan keterampilan pertanian cerdas iklim, literasi keuangan, gizi keluarga, dan diversifikasi pangan.

Sementara itu, Food Rescue Warrior bersama FoodCycle Indonesia telah menyediakan lebih dari 744.500 porsi makanan kepada lebih dari 62.400 individu, sekaligus mengalihkan lebih dari 425.600 kilogram limbah makanan dari rantai pasok.

Seluruh inisiatif tersebut diperkuat oleh peningkatan kerelawanan karyawan Bank DBS Indonesia sebesar 12 persen secara tahunan, dengan lebih dari 54.800 jam kontribusi yang menjangkau lebih dari 111.000 individu. Program ini mencakup keterlibatan 146 relawan yang memberikan pelatihan soft skill kepada lebih dari 2.700 siswa SMK dan mahasiswa melalui DBS Foundation Coding Camp bersama Dicoding.

“Dengan dukungan para pemangku kepentingan dan seluruh pendekatan holistik yang kami lakukan dalam memberikan dampak berkelanjutan, kami optimis Bank DBS Indonesia dapat menjadi mitra tepercaya bagi nasabah, karyawan, dan masyarakat luas, sekaligus terus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutur Lim.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Tanoto Foundation: 'Employability' Mahasiswa Harus Diasah sejak Menempuh Pendidikan Tinggi
Tanoto Foundation: "Employability" Mahasiswa Harus Diasah sejak Menempuh Pendidikan Tinggi
LSM/Figur
Polusi dan Kiriman Sampah Jadi Tantangan Rehabilitasi Mangrove di Jakarta
Polusi dan Kiriman Sampah Jadi Tantangan Rehabilitasi Mangrove di Jakarta
LSM/Figur
Strategi Unilever Bangun Pertumbuhan Berkelanjutan di Tengah Dinamika Pasar
Strategi Unilever Bangun Pertumbuhan Berkelanjutan di Tengah Dinamika Pasar
Swasta
FEM IPB Dorong Solusi Berbasis Alam dan ESG untuk Perkuat Ketahanan Iklim
FEM IPB Dorong Solusi Berbasis Alam dan ESG untuk Perkuat Ketahanan Iklim
Pemerintah
Gelombang Panas Panjang Berisiko Picu Darurat Kesehatan Mental
Gelombang Panas Panjang Berisiko Picu Darurat Kesehatan Mental
LSM/Figur
RI Tetapkan RPPEM Nasional 2026-2055 Jadi Peta Jalan Perlindungan Mangrove
RI Tetapkan RPPEM Nasional 2026-2055 Jadi Peta Jalan Perlindungan Mangrove
LSM/Figur
Pertama Kali, Tesla Tetapkan Target Bebas Emisi pada 2040
Pertama Kali, Tesla Tetapkan Target Bebas Emisi pada 2040
Swasta
Ketika Menjaga Hutan Mampu Membuka Jalan Petani ke Pasar Global...
Ketika Menjaga Hutan Mampu Membuka Jalan Petani ke Pasar Global...
Swasta
Di Balik Pemulihan Pascabencana Sumatera, Ada Upaya Pertamina Membangun Ketangguhan Masyarakat
Di Balik Pemulihan Pascabencana Sumatera, Ada Upaya Pertamina Membangun Ketangguhan Masyarakat
BrandzView
Dampak Perubahan Iklim, Kekeringan di Eropa Diprediksi Kian Parah
Dampak Perubahan Iklim, Kekeringan di Eropa Diprediksi Kian Parah
LSM/Figur
Tantangan Sistem Pendingin Pusat Data: Kenaikan Suhu dan Kelembapan Udara
Tantangan Sistem Pendingin Pusat Data: Kenaikan Suhu dan Kelembapan Udara
Pemerintah
Saat Tambak Tak Lagi Harus Meluas demi Kejar Produksi...
Saat Tambak Tak Lagi Harus Meluas demi Kejar Produksi...
Swasta
EY: Perusahaan di Indonesia Mulai Beralih ke Standar Pelaporan Keberlanjutan IFRS
EY: Perusahaan di Indonesia Mulai Beralih ke Standar Pelaporan Keberlanjutan IFRS
Swasta
Pilihan Makanan Berdasarkan Usia Bisa Pengaruhi Emisi Global, Kok Bisa?
Pilihan Makanan Berdasarkan Usia Bisa Pengaruhi Emisi Global, Kok Bisa?
Pemerintah
Pulau Tropis Diintai Risiko Panas Lembap Berbahaya
Pulau Tropis Diintai Risiko Panas Lembap Berbahaya
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau