Yantje memaparkan, sistem yang efisien tidak hanya berdampak pada aspek lingkungan, tetapi juga menciptakan stabilitas dalam operasional, terutama ketika terjadi fluktuasi pasokan dan harga bahan baku.
“Ketika pasokan dan harga (bahan baku) menjadi tidak pasti, sistem yang lebih efisien dalam penggunaan sumber daya akan menjadi keunggulan. Reuse dan refill bukan hanya alternatif, melainkan bagian dari solusi jangka panjang dengan tetap mengedepankan standar kebersihan dan keamanan,” tegas Yantje.
Baca juga: Bersiap untuk Kelangkaan Air, Korsel Kembangkan Industri Desalinasi
Ke depan, pendekatan yang lebih sirkular diperkirakan akan semakin relevan. Optimalisasi penggunaan ulang komponen dalam proses produksi dinilai dapat menjadi bagian dari strategi untuk menjaga efisiensi sekaligus meningkatkan ketahanan sistem.
Di tengah tekanan global yang masih berlangsung, pelaku industri didorong untuk tidak hanya berfokus pada efisiensi jangka pendek, tetapi juga membangun sistem yang lebih tangguh dan adaptif. Upaya ini menjadi penting untuk memastikan keberlanjutan operasional di tengah dinamika yang semakin kompleks.
Dengan demikian, tekanan pada rantai pasok dapat menjadi momentum bagi industri untuk bertransformasi, dari yang semula bergantung pada pola produksi konvensional, menuju sistem yang lebih efisien, resilien, dan berkelanjutan.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya