Di sisi lain, agrikultur negara-negara tetangga pesaing Indonesia sudah terindustrialisasi yang terbiasa dengan pemakaian pestisida kimia dalam jumlah besar.
"Nah itu yang jadi halangan mereka masuk ke Eropa karena ketika mereka ketahuan ada mahal sekali penaltinya gitu, baik untuk buyer-nya maupun untuk supplier-nya. Nah itu yang beruntung kita ada di tanah yang sangat subur ini ya jadi kami bisa menyuplai dengan cara yang sangat natural gitu dan itu tidak menjadi penghalang," ujar Swasti.
Untuk menjawab tuntutan ketertelusuran kebun manggis, Java Fresh mengantongi sertifikasi Global Good Agricultural Practices (Global GAP) dan Global GAP Risk Assessment on Social Practice (GRASP). Awalnya, Java Fresh hanya melakukan sertifkasi Global GAP yang mengharuskannya ikut dalam menangani pemupukan, pemetikan, dan pengemasan manggis atau buah-buah ekspor lainnya.
Baca juga: 11 Manfaat Kesehatan Manggis, Buah Lezat yang Kaya Manfaat
Seiring waktu, Java Fresh juga berupaya menjawab ketertelusuran dari aspek sosialnya — seperti tidak mengeksploitasi pekerja anak atau berbagai hal lain terkait memperhatikan kesejahteraan pekerja —, yang akhirnya juga melakukan sertifikasi GRASP.
"Sertifikat-sertifikat tadi yang membuktikan kalau pupuk yang kami pakai itu organik dan tidak mengeksploitasi anak kecil, disuruh kerja sampai bolos sekolah misalnya," tutur Swasti.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya