Hasilnya jelas, rasa harapan menang. Para peserta yang menonton video penuh harapan menunjukkan tingkat kreativitas yang lebih tinggi secara keseluruhan.
Mereka juga menunjukkan kreativitas yang lebih tinggi dalam urusan iklim. Artinya, mereka berhasil menghasilkan ide-ide yang lebih asli dan lebih beragam tentang cara hidup yang lebih ramah lingkungan.
"Ini adalah penelitian pertama di jenisnya yang berhasil membuktikan bahwa komunikasi yang memberikan harapan bisa meningkatkan kreativitas iklim. Ini menunjukkan bahwa harapan bisa menjadi modal penting untuk memancing pemecahan masalah dan tindakan nyata dalam mengatasi perubahan iklim," kata Spence.
Emosi positif bisa membuat cara berpikir kita menjadi lebih kreatif, dan cara berpikir yang kreatif ini akan menghasilkan berbagai pilihan cara yang lebih beragam serta lebih kuat untuk menjaga lingkungan.
Artinya, penyampaian informasi yang memberikan harapan bisa memicu sesuatu yang berputar dan saling menguatkan, sebuah lingkaran kebaikan di mana satu tindakan penyelamatan lingkungan akan menular dan memancing tindakan baik lainnya secara alami.
Para peneliti menjelaskan bahwa hal ini menjadi sangat penting dalam situasi di mana tindakan yang diminta memang benar-benar sulit untuk dilakukan.
Misalnya saja mengurangi naik pesawat terbang, mengubah menu makanan sehari-hari, atau melawan aturan/kebiasaan lama di tempat kerja. Itu semua bukanlah hal mudah yang bisa dilakukan orang begitu saja tanpa berpikir keras.
Semua itu butuh perjuangan untuk melewati rintangan yang nyata. Dan untuk bisa melewati rintangan tersebut, kita membutuhkan cara berpikir yang luwes, yang terbukti bisa muncul berkat adanya rasa harapan.
Baca juga: Publik Desak WHO Tetapkan Krisis Iklim Jadi Darurat Kesehatan Global
"Penelitian kami menunjukkan bahwa untuk kampanye yang mengajak orang melakukan kebiasaan yang sangat sulit penyampaian informasi yang positif dan bisa memancing kreativitas akan sangat membantu orang untuk mulai bertindak," kata Spence.
Menakut-nakuti orang agar mereka sadar akan bahaya memang ada gunanya. Namun, jika tujuannya adalah membuat orang benar-benar bergerak menyelesaikan masalah, maka emosi yang dibawa oleh pesan tersebut sama pentingnya dengan isi pesan itu sendiri.
Penelitian ini tidak mengatakan bahwa kenyataan pahit tentang alam harus ditutup-tutupi, atau bahwa bahaya darurat krisis iklim boleh disepelekan.
Penelitian ini menjelaskan hal yang lebih khusus bahwa cara kita menunjukkan peluang atau masa depan yang masih bisa diselamatkan, sama pentingnya dengan menjelaskan bahaya yang sedang mengancam kita.
Memberikan alasan kepada masyarakat untuk merasa optimis ternyata merupakan salah satu cara paling nyata dan praktis yang bisa dilakukan oleh para penyampai informasi tentang iklim.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya