Di kota-kota, penggunaan pendingin udara memperparah efek pulau panas. Sistem pendingin udara mendinginkan bangunan dengan melepaskan panas ke daerah perkotaan, yang menyimpan panas dan melepaskannya kembali, terutama pada malam hari.
Untuk mengurangi dampak buruk dari peningkatan penggunaan pendingin ruangan, IEA menyatakan bahwa meningkatkan efisiensi unit AC dapat menjadi pendekatan jangka pendek yang penting.
Baca juga: AC Bisa Tambah Pemanasan Global di Bumi 0,05 Derajat, Mengapa?
Secara global, rata-rata AC baru yang dijual hanya sekitar setengah efisien dibandingkan model terbaik yang tersedia. Namun, peralatan yang lebih efisien tidak harus lebih mahal.
Analisis IEA di seluruh Asia Tenggara dan Amerika Latin menunjukkan bahwa dengan jumlah uang yang sama, konsumen dapat membeli AC dengan tingkat efisiensi mulai dari 3 watt per watt (W/W) hingga lebih dari 6 W/W. Itu dua kali lipat tingkat efisiensi untuk biaya awal yang sama.
Meskipun demikian, efisiensi peralatan hanyalah sebagian dari solusi. Pengguna juga dapat secara signifikan mengurangi konsumsi energi dengan menaikkan sedikit titik pengaturan suhu pada AC mereka, atau dengan menggunakan kipas angin bersamaan dengan AC.
Pemilik rumah juga bisa menggunakan heat pump (pompa kalor) jenis air-to-air untuk mendinginkan ruangan. Alat ini bekerja dengan cara menyedot panas dari dalam rumah lalu membuangnya ke luar, mirip sekali dengan cara kerja AC pada umumnya.
Artinya, alat ini tetap saja membuang hawa panas ke lingkungan luar, yang akhirnya membuat suhu di luar rumah makin panas dan memicu kebutuhan yang lebih besar lagi untuk mendinginkan bagian dalam rumah.
Dalam skala yang lebih besar, desain bangunan dan perencanaan tata kota bisa memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap seberapa tingginya kebutuhan akan pendingin ruangan.
Pada tingkat bangunan, cara-cara seperti memasang peredam panas (isolasi) yang benar dan tirai penghalang matahari di luar ruangan dapat memangkas kebutuhan pendingin bangunan hingga 80 persen.
Sementara itu, teknik pendinginan alami (passive cooling) seperti memanfaatkan ventilasi udara alami bisa memberikan kesegaran dengan cepat, sekaligus menurunkan suhu di dalam ruangan hingga 9 derajat C.
Merombak ulang desain tata kota juga menjadi hal yang sama pentingnya. Sebagai contoh, saat gelombang panas melanda Paris pada tahun 2025, suhu di malam hari di dalam taman kota bisa mencapai 7 derajat C lebih sejuk dibandingkan dengan wilayah padat bangunan di sekitarnya.
Paris telah mengalami perubahan besar-besaran selama dua dekade terakhir karena kota ini bertekad untuk menjadi lebih hijau. Berdasarkan data dari Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN), lebih dari 100.000 pohon telah ditanam di Paris sejak tahun 2020, termasuk 40.000 pohon yang ditanam sepanjang musim dingin tahun 2023.
Baca juga: Bagai Pedang Bermata Dua, Permintaan AC Naik Meski Perburuk Krisis Iklim
“Para pembuat kebijakan sekarang harus memperhitungkan tingginya kebutuhan akan pendingin ruangan dengan mengambil langkah jangka panjang yang luas. Langkah ini mencakup perbaikan efisiensi alat pendingin sekaligus memasukkan rencana pendinginan ke dalam desain bangunan dan tata kota,” kata lembaga tersebut.
Warga juga bisa memanfaatkan fasilitas AC di gedung-gedung publik milik kota mereka. Sistem pendinginan seperti ini jauh lebih hemat dan efisien karena bisa dinikmati oleh banyak orang dalam waktu yang bersamaan.
Beberapa kota juga mulai membangun "tempat perlindungan iklim" (climate shelters). Di Spanyol, jaringan tempat perlindungan ini sedang dibangun di seluruh negeri, melanjutkan program-program yang sudah lebih dulu dibuat oleh pemerintah daerah, seperti di Katalonia, Negara Basque, dan Murcia.
Di kota Barcelona, saat ini sudah tersedia 400 tempat perlindungan iklim yang memanfaatkan gedung-gedung publik, seperti perpustakaan, museum, pusat olahraga, dan pusat perbelanjaan.
Ruangan-ruangan ini biasanya ber-AC, serta menyediakan tempat duduk dan air minum gratis. Tempat ini dirancang khusus untuk melindungi orang-orang yang tidak punya fasilitas pendingin memadai di rumah mereka saat cuaca sangat panas seperti lansia, bayi, dan orang yang memiliki masalah kesehatan.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya