Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BPOM dan PYFA Kolaborasi Kejar "Net Zero Carbon", Hubungkan Kesehatan Manusia dan Bumi

Kompas.com, 17 Juni 2026, 18:00 WIB
Yohanes Enggar Harususilo

Penulis

KOMPAS.com - Industri farmasi mengemban misi vital meningkatkan kualitas hidup manusia melalui aspek kesehatan. Di sisi lain, muncul kesadaran baru, kesehatan manusia tidak dapat dipisahkan dari kesehatan ekosistem tempat ia tinggal.

Tanpa lingkungan yang bersih, produk farmasi terbaik sekalipun hanya akan menjadi obat penawar sementara bagi populasi yang terus terpapar polusi dan degradasi alam.

Menjawab tantangan ekologis tersebut, integrasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) mulai diadopsi sebagai pilar inti operasional, bukan sekadar pelengkap tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Langkah konkret ini tecermin dalam kegiatan penghijauan yang dilakukan PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) bersama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai bagaian peresmian perluasan fasilitas produksi PT Ethica Industri Farmasi di Cikarang, Jawa Barat (4/6/2026).

Inisiatif ini selaras dengan Gerakan Satu Juta Pohon yang digaungkan BPOM pada 31 Januari 2026 saat HUT ke-25 BPOM RI.

Kegiatan ini dilakukan guna mendorong ekosistem industri farmasi agar lebih aktif melakukan
tindakan penghijauan. Tidak hanya dilakukan di lokasi khusus, kegiatan tanam pohon dapat
diinisiasi langsung dari area lingkungan kerja masing-masing.

"Penanaman pohon hari ini merupakan manifestasi pelestarian lingkungan sekaligus kontribusi nyata industri farmasi dalam mereduksi jejak karbon dan membangun ekosistem industri hijau," tutur Kepala BPOM, Prof. Taruna Ikrar. yang

Dalam kegiatan ini, terdapat total 18 jenis pohon ditanam sebagai bagian dari upaya penghijauan. Kepala BPOM, Prof. Taruna Ikrar hadir dan menanam langsung pohon Ketapang Kencana (Terminalia mantaly) di area kerja tersebut.

Dia juga menegaskan pentingnya keterlibatan sektor industri dalam mitigasi perubahan iklim.

Direktur Utama PYFA, Lee Yan Gwan, menegaskan komitmen menjaga alam telah melekat pada misi jangka panjang perusahaan untuk mempersiapkan masa depan generasi mendatang.

"Semangat yang sama juga kami hadirkan pada sore hari ini untuk menuju net zero carbon melalui inisiatif Gerakan Sejuta Pohon. Tentunya, inisiatif ini juga tergerak dengan visi dan misi Gerakan tanam pohon yang dicanangkan oleh BPOM RI di tahun 2026," ungkapnya.

"Kami percaya, menjaga kesehatan tidak cukup hanya melalui obat dan layanan kesehatan, tetapi juga melalui lingkungan yang lebih baik bagi generasi yang akan datang," tegas Lee Yan Gwan.

Dia menyampaikan pihaknya menempatkan otoritas regulasi seperti BPOM sebagai mitra strategis bukan sekadar urusan kepatuhan hukum (compliance), melainkan upaya bersama untuk membangun ekosistem industri nasional yang menyelaraskan inovasi medis dengan tanggung jawab ekologis.

Keselarasan visi ini menjadi penting agar arah pertumbuhan industri farmasi ke depan tetap berpijak pada keberlanjutan lingkungan.

Upaya mitigasi iklim di lingkungan pabrik Cikarang ini memperpanjang rekam jejak inisiatif hijau PYFA yang mulai bergeser ke arah restorasi ekosistem yang lebih komprehensif.

Sebelumnya, transisi menuju praktik berkelanjutan ini telah diwujudkan melalui restorasi mangrove di pesisir Pluit, penghijauan kawasan kritis di Gunung Munara dan Gunung Halimun Salak, serta kolaborasi pembersihan limbah perairan bersama Sungai Watch.

Baca juga: Pemerintah KBB Mulai Penghijauan Bekas Longsor Cisarua, Benih Ditebar Pakai Drone

Di ranah internasional, komitmen ESG ini juga ditransformasikan ke dalam standardisasi infrastruktur operasional. Salah satunya melalui fasilitas gedung anak usaha, Probiotec di Australia mengantongi peringkat National Australian Built Environment Rating System (NABERS).

Peta jalan ini menunjukkan bahwa masa depan industri farmasi tidak lagi hanya diukur dari volume produksi obat, melainkan dari seberapa kecil jejak ekologis yang ditinggalkan dalam proses menyembuhkan dunia.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
PBB Peringatkan 13 Wilayah Dunia Terancam Kelaparan yang Lebih Parah
PBB Peringatkan 13 Wilayah Dunia Terancam Kelaparan yang Lebih Parah
Pemerintah
Belajar dari Singapura, Ketika Sampah menjadi Peluang Ekonomi
Belajar dari Singapura, Ketika Sampah menjadi Peluang Ekonomi
Pemerintah
238 Batang Kayu Ilegal Disembunyikan di Pabrik Humbang Hasundutan Sumut
238 Batang Kayu Ilegal Disembunyikan di Pabrik Humbang Hasundutan Sumut
Pemerintah
Dampak Perubahan Iklim: Kedelai Bisa Tumbuh Lebih Besar tapi Kurang Bergizi
Dampak Perubahan Iklim: Kedelai Bisa Tumbuh Lebih Besar tapi Kurang Bergizi
Pemerintah
Lestari Summit 2026, Hadirkan Isu Keberlanjutan yang Dekat dengan Masyarakat
Lestari Summit 2026, Hadirkan Isu Keberlanjutan yang Dekat dengan Masyarakat
Swasta
Penggemar Piala Dunia Kini Lebih Pilih Produk Ramah Lingkungan
Penggemar Piala Dunia Kini Lebih Pilih Produk Ramah Lingkungan
Pemerintah
Komitmen Lingkungan Perusahaan Terbesar Dunia Naik Tiga Kali Lipat Sejak 2019
Komitmen Lingkungan Perusahaan Terbesar Dunia Naik Tiga Kali Lipat Sejak 2019
Pemerintah
ISO Rilis Draf Panduan Net Zero untuk Perusahaan Sedunia
ISO Rilis Draf Panduan Net Zero untuk Perusahaan Sedunia
Pemerintah
Tempat Kerja Inklusif dan Berkelanjutan semakin Diperhatikan Korporasi
Tempat Kerja Inklusif dan Berkelanjutan semakin Diperhatikan Korporasi
Swasta
Terbitkan Sustainability Report 2025, TelkomGroup Perkuat Integrasi ESG dalam Transformasi Bisnis
Terbitkan Sustainability Report 2025, TelkomGroup Perkuat Integrasi ESG dalam Transformasi Bisnis
BrandzView
WVI Kampanyekan Water fo Timor, Dekatkan Akses Air Bersih dan Sanitasi di NTT
WVI Kampanyekan Water fo Timor, Dekatkan Akses Air Bersih dan Sanitasi di NTT
LSM/Figur
60 Persen Lembaga Keuangan Terkemuka di Dunia Abaikan Risiko Deforestasi
60 Persen Lembaga Keuangan Terkemuka di Dunia Abaikan Risiko Deforestasi
Pemerintah
Mayoritas Bos Perusahaan RI Akui Elektrifikasi Dongkrak Daya Saing Bisnis
Mayoritas Bos Perusahaan RI Akui Elektrifikasi Dongkrak Daya Saing Bisnis
LSM/Figur
MagnaMinds Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Perkuat Pendidikan Inklusif di Sulawesi Utara
MagnaMinds Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Perkuat Pendidikan Inklusif di Sulawesi Utara
Swasta
Bebani Listrik, Pusat Data di Asia Pasifik Kini Diperketat
Bebani Listrik, Pusat Data di Asia Pasifik Kini Diperketat
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau