Selain menjaga keandalan pasokan, penerapan GCG juga dinilai penting untuk memastikan kepatuhan terhadap berbagai regulasi yang mengatur tata niaga komoditas strategis, seperti batu bara.
Baca juga: INDEF: Kebijakan Ekspor Satu Pintu Bisa Perkuat Tata Kelola Devisa
Aspek legalitas, dokumentasi, keselamatan kerja, dan kepatuhan terhadap prosedur operasional menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan usaha sekaligus meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan.
“Selain volume pasokan, ketahanan energi juga ditentukan oleh bagaimana pasokan tersebut dikelola secara bertanggung jawab. Artinya, kepatuhan regulasi, keselamatan kerja, dan tata kelola menjadi bagian yang sama pentingnya dengan ketepatan pengiriman," tegas Tomi.
Ia menambahkan, penguatan teknologi, manajemen risiko, dan tata kelola diharapkan dapat mendukung terciptanya rantai pasok energi yang lebih andal, transparan, dan akuntabel.
Dengan demikian, pasokan energi bagi pembangkit dapat terjaga sekaligus mendukung keberlangsungan aktivitas industri dan perekonomian.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya