Kompas.com, 8 Februari 2026, 16:23 WIB
Sri Noviyanti,
Agung Dwi E

Tim Redaksi

KOMPAS.com — Di antara deretan stan di area Bakti BCA pada BCA Expoversary 2026 yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, salah satu booth berukuran cukup besar menarik perhatian pengunjung, termasuk Kompas.com, Jumat (6/2/2026). Di etalasenya, beragam helai batik tulis terpajang di etalase dengan warna-warna menarik mata.

Stan tersebut milik Kampung Batik Gemah Sumilir (GS), komunitas perajin batik asal Pekalongan yang kini menjadi bagian dari desa wisata binaan Bakti BCA. Beberapa perajin pria tampak berlalu-lalang mengenakan udeng dan menyambut pengunjung dengan ramah.

Kompas.com mengunjungi booth tersebut dan bertemu Ketua komunitas, Amin Maizun. Ia mengisahkan perjalanan komunitasnya hingga berkesempatan tampil di ajang akbar tahunan yang digelar PT Bank Central Asia Tbk (BCA).

Baca juga: Dukung Pertumbuhan Ekonomi RI, BCA Expoversary 2026 Tebar Promo Properti hingga Otomotif

Komunitas yang berdiri sejak 2010 itu sempat menghadapi berbagai keterbatasan sebelum akhirnya bermitra dengan BCA.

“Komunitas kami berdiri untuk melestarikan batik sebagai kearifan lokal Pekalongan. Namun sebelum bermitra dengan BCA, kami sempat mengalami stagnasi karena keterbatasan sumber daya dan pengetahuan dalam pengelolaan organisasi,” ujar Amin.

Sejak bergabung sebagai salah satu desa binaan Bakti BCA pada 2016, Kampung Batik GS mulai berkembang pesat. Produk batik mereka diikutsertakan dalam berbagai pameran nasional hingga internasional, bahkan diperkenalkan ke mancanegara.

“Sejak menjadi desa binaan BCA, kami mendapat banyak kesempatan untuk berkembang. Akses pasar terbuka dan itu sangat membantu pemberdayaan para perajin,” kata Amin.

Baca juga: BCA Expoversary 2026 Bandung, Ada Promo Bunga KKB dan KPR Hanya 1,69 Persen

Kemitraan tersebut tidak hanya berdampak pada ekonomi komunitas, tetapi juga mendorong inovasi ramah lingkungan. Kampung Batik GS mengembangkan penggunaan pewarna alam untuk mengurangi limbah dari proses produksi batik.

“Kami menyadari proses membatik menghasilkan limbah cair yang bisa berdampak pada lingkungan. Karena itu kami mengembangkan pewarna alam sebagai alternatif, sekaligus menghidupkan kembali tradisi pewarnaan batik yang ramah lingkungan,” ujarnya.

Menurut Amin, pelestarian batik juga berarti menjaga nilai budaya bagi generasi mendatang.

Baca juga: Absen di IIMS 2026, Denza B5 Mejeng di BCA Expoversary 2026

“Batik bukan hanya soal keterampilan tangan, tetapi juga mengajarkan kesabaran dan nilai budaya. Kami berharap komunitas ini terus berkembang dan bisa menumbuhkan minat generasi muda untuk menjaga warisan batik,” katanya.

Sebagai inovasi, komunitas tersebut juga mengembangkan paket wisata edukasi ke Kampung Batik GS. Pelajar hingga masyarakat umum dapat memperoleh edukasi dan literasi seputar batik Pekalongan dengan biaya terjangkau.

“Harapan kami dengan inovasi seperti ini adalah mengedukasi generasi muda agar mengenal warisan budayanya. Ini cara kami untuk melestarikan sekaligus mengedukasi calon-calon perajin batik di masa depan,” jelasnya.

Baca juga: Sharing Desa Bakti BCA, Nicholas Saputra Ingatkan Jaga Alam dan Budaya untuk Pengalaman Berkualitas

Pemberdayaan yang dilakukan Bakti BCA tidak hanya menyasar komunitas berbasis budaya seperti Kampung Batik GS, tetapi juga individu dari berbagai latar belakang. Program ini dirancang untuk membuka ruang tumbuh bagi siapa pun yang ingin mengembangkan keterampilan dan kemandirian ekonomi.

Seperti yang dirasakan Muhammad Ginto, salah satu anggota make-up artist (MUA) Tuli binaan Bakti BCA.

Muhammad Ginto, salah satu anggota make-up artist (MUA) Tuli binaan Bakti BCA.KOMPAS.com/Yakob Arfin T Sasongko Muhammad Ginto, salah satu anggota make-up artist (MUA) Tuli binaan Bakti BCA.

Di booth nail art BCAExpoversary 2026, Ginto tampak sibuk melayani pengunjung. Ia berkisah, sejak bergabung sebagai salah satu MUA Tuli Bakti BCA pada 2024, dirinya mengikuti berbagai pelatihan profesional, memiliki keterampilan sebagai MUA, hair do, dan nail art, bahkan hingga memperoleh sertifikasi profesi.

“Saya senang bisa bergabung dengan MUA Tuli Bakti BCA sejak 2024. Saya mendapat banyak pelatihan yang membantu saya mempelajari keterampilan baru,” ujar Ginto lewat bahasa isyarat.

Baca juga: Perkuat Ketahanan Lingkungan dan Ekonomi Warga, Bakti BCA Restorasi Mata Air dan Tanam 21.000 Pohon

Sebelumnya, ia mengaku tidak memiliki kemampuan nail art, tetapi kini justru menjadi daya tarik bagi pengunjung.

“Saya tidak menyangka sekarang bisa melayani banyak pengunjung di acara ini,” katanya.
Kesempatan tampil di ajang besar memberinya rasa percaya diri baru. Ia berharap dapat terus mengembangkan kemampuannya hingga suatu hari mampu mendirikan usaha sendiri.

Membangun dari individu

Kisah Kampung Batik GS dan perjalanan Ginto menunjukkan bagaimana program Bakti BCA menyentuh berbagai lapisan masyarakat, dari komunitas desa hingga individu. Pendekatan inilah yang menjadi fondasi strategi pemberdayaan Bakti BCA dalam membangun dampak sosial jangka panjang.

Kisah tersebut mencerminkan pendekatan Bakti BCA yang menempatkan manusia sebagai titik awal pembangunan. Executive Vice President (EVP) Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F Haryn mengatakan, Bakti BCA merupakan payung corporate shared value perusahaan untuk tumbuh bersama komunitas.

Baca juga: Bakti BCA Kembangkan Rumah Pangan Hidup, Wujudkan Desa Wisata Berkelanjutan

“Kami percaya, pemberdayaan harus dimulai dari individu. Ketika manusianya terbangun, ia bisa memperkuat komunitasnya, lalu bersama-sama membangun ekosistem yang berkelanjutan,” ujar Hera.

Hera menjelaskan, pendekatan yang digunakan pihaknya bukanlah bantuan instan, melainkan pendampingan jangka panjang berbasis kebutuhan komunitas.

Executive Vice President (EVP) Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F Haryn mengatakan, Bakti BCA merupakan payung corporate shared value perusahaan untuk tumbuh bersama komunitas.KOMPAS.com/SRI NOVIYANTI Executive Vice President (EVP) Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F Haryn mengatakan, Bakti BCA merupakan payung corporate shared value perusahaan untuk tumbuh bersama komunitas.

“Pendekatan kami adalah human to human—memahami budaya, kebutuhan, dan karakter setiap komunitas. Pendampingan rata-rata kami lakukan sekitar tiga tahun dengan fokus membangun kapasitas manusianya agar mereka bisa mandiri,” katanya.

Hera menjelaskan, Bakti BCA mencakup lima sektor utama, yakni kesehatan, pendidikan, budaya, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) & Desa Bakti BCA, dan lingkungan. Melalui sektor-sektor tersebut, perusahaan berupaya menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan.

Baca juga: Wujudkan Inovasi Pendidikan di Banyuwangi, BCA Gelar Karya Sekolah Bakti BCA dan Appreciation Day

Saat ini, Bakti BCA membina 27 desa wisata di berbagai wilayah Indonesia serta menjalankan berbagai program pemberdayaan UMKM. BCA juga mendorong perluasan akses pasar melalui sertifikasi halal gratis dan program UMKM GoExport.

“UMKM adalah tulang punggung ekonomi nasional. Karena itu, kami tidak hanya fokus pada pembinaan, tetapi juga membuka akses pasar agar mereka bisa berkembang secara berkelanjutan. Tujuan akhirnya adalah memastikan komunitas memiliki pasar yang stabil dan mandiri,” ujar Hera.

Ia menambahkan, akses pasar tidak hanya berdampak pada peningkatan penjualan, tetapi juga memperkuat kepercayaan diri pelaku usaha. Untuk mengukur keberhasilan, setiap program dievaluasi guna memastikan dampak jangka panjang.

Baca juga: Bakti BCA di Labuan Bajo Jangkau 550 Pasien Mata dan Beri Edukasi ke Siswa Setempat

“Keberhasilan bagi kami adalah ketika manfaat program bisa menular ke lingkungan sekitar dan menciptakan efek berantai di komunitas,” ujarnya.

Upaya pemberdayaan berbasis komunitas ini mendapat apresiasi dari Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ni Luh Puspa yang juga hadir pada Jumat. Ia menilai, kolaborasi sektor swasta dan masyarakat penting dalam mendorong pembangunan berkelanjutan.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ni Luh Puspa menyambangi salah satu booth di area Bakti BCA pada gelaran BCA Expoversary 2026, Jumat (6/2/2026).KOMPAS.com/Yakob Arfin T Sasongko Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ni Luh Puspa menyambangi salah satu booth di area Bakti BCA pada gelaran BCA Expoversary 2026, Jumat (6/2/2026).

“Kami mengapresiasi BCA yang telah memberikan manfaat pada masyarakat. Terima kasih Bakti BCA, dengan ini uangnya dapat, bumi kita juga terjaga,” ujar Ni Luh Puspa.

Sebagai informasi, BCA Expoverary 2026 selain digelar secara luring, juga hadir secara daring melalui laman https://expo.bca.co.id mulai Kamis (5/2/2026) hingga Selasa (31/3/2026).
Tak hanya Jakarta, perhelatan offline BCA Expoversary 2026 juga digelar di delapan kota lain,
yakni Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, Makassar, Medan, Malang, dan Pontianak.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

Terkini Lainnya
PLTS Atap Dinilai Bisa Perkuat Keandalan Listrik, Kebijakan Kuota Diminta Direvisi
PLTS Atap Dinilai Bisa Perkuat Keandalan Listrik, Kebijakan Kuota Diminta Direvisi
LSM/Figur
Area Berisiko Banjir di Kota Semarang Diproyeksikan Bertambah 2.162 Hektare pada 2039
Area Berisiko Banjir di Kota Semarang Diproyeksikan Bertambah 2.162 Hektare pada 2039
LSM/Figur
ITS Kembangkan Teknologi PLTS Terintegrasi, Efisiensi Daya Bisa Naik 750 Persen
ITS Kembangkan Teknologi PLTS Terintegrasi, Efisiensi Daya Bisa Naik 750 Persen
LSM/Figur
Kupu-Kupu Berpindah Habitat, Ahli Ingatkan Ancaman Krisis Ekosistem
Kupu-Kupu Berpindah Habitat, Ahli Ingatkan Ancaman Krisis Ekosistem
LSM/Figur
Eksploitasi Air Tanah Persulit Mangrove Bantu Selamatkan Kawasan Pesisir
Eksploitasi Air Tanah Persulit Mangrove Bantu Selamatkan Kawasan Pesisir
LSM/Figur
Antisipasi Ancaman Mikroplastik, Pelaku Bisnis Didesak Segera Bertindak
Antisipasi Ancaman Mikroplastik, Pelaku Bisnis Didesak Segera Bertindak
Pemerintah
ICEL: Pengawasan Tambang Rentan Lumpuh Tanpa Transparansi Dokumen Lingkungan
ICEL: Pengawasan Tambang Rentan Lumpuh Tanpa Transparansi Dokumen Lingkungan
LSM/Figur
Demi Kepastian Investasi, ClientEarth dan CPI Dorong Reformasi Regulasi Energi Terbarukan
Demi Kepastian Investasi, ClientEarth dan CPI Dorong Reformasi Regulasi Energi Terbarukan
LSM/Figur
Bezos & DiCaprio Kucurkan Rp3,58 Triliun Selamatkan 100 Spesies Langka
Bezos & DiCaprio Kucurkan Rp3,58 Triliun Selamatkan 100 Spesies Langka
Pemerintah
Pertama di Dunia, Terminal LPG Tanjung Sekong Pertamina Kantongi Sertifikasi Green Terminal
Pertama di Dunia, Terminal LPG Tanjung Sekong Pertamina Kantongi Sertifikasi Green Terminal
BUMN
BMKG Optimalkan Pengisian Waduk Hadapi El Niño Kuat, Antisipasi Krisis Air hingga Karhutla
BMKG Optimalkan Pengisian Waduk Hadapi El Niño Kuat, Antisipasi Krisis Air hingga Karhutla
Pemerintah
Mahasiswa KKNT IPB Bantu Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial di Garut Jawa Barat
Mahasiswa KKNT IPB Bantu Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial di Garut Jawa Barat
Pemerintah
Pelanggan Home Charging PLN Tembus 92.000, Isi Daya EV di Rumah Kian Diminati
Pelanggan Home Charging PLN Tembus 92.000, Isi Daya EV di Rumah Kian Diminati
BUMN
Peneliti Usulkan Cara Baru Hitung Emisi Gas Rumah Kaca AI, Seperti Apa?
Peneliti Usulkan Cara Baru Hitung Emisi Gas Rumah Kaca AI, Seperti Apa?
Pemerintah
Bappenas Dorong Inovasi Pendanaan untuk Mitigasi El Niño di Tengah Keterbatasan Fiskal
Bappenas Dorong Inovasi Pendanaan untuk Mitigasi El Niño di Tengah Keterbatasan Fiskal
Pemerintah
Komentar di Artikel Lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau