Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Signify Bantu Kurangi Tingkat Kriminalitas di Kawasan Senen 21 Persen

Kompas.com, 26 Maret 2023, 17:00 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejak diresmikan pada Juli 2021, revitalisasi Kawasan Senen, Jakarta Pusat, telah membawa transformasi signifikan. 

Kawasan Senen, kini tak lagi menyeramkan. Sebaliknya, lebih terang, artistik dengan langgam Betawi sekaligus modern, nyaman, aman, dan menarik secara visual.

Transformasi ini tak lepas dari dukungan stakeholder, satu di antaranya Signify sebagai produsen pencahayaan global.

Signify diketahui ikut berperan dalam memasang pencahayaan LED yang saling terkoneksi di tiga titik penting di area tersebut yakni jembatan penyeberangan orang (JPO) Senen Extension, jembatan penyeberangan Senen Atrium, dan underpass Senen.

Baca juga: Schneider Indonesia Petik Manfaat dari Sekolah Vokasi

Tiga lokasi ini merupakan titik-titik yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat di sekitar Senen. Jembatan-jembatan penyeberangan ini juga menghubungkan beberapa area dengan halte TransJakarta.

Membuat jembatan lebih terang membantu meningkatkan lalu lintas di kawasan perdagangan ini yang berarti mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Selain itu, lampu di underpass membantu jarak pandang pengendara, sehingga mengurangi resiko kecelakaan lalu lintas

Country Leader Signify Indonesia Dedy Bagus Pramono menuturkan, Signify tidak hanya membuat Kawasan Senen lebih terang dan menarik, tetapi juga membantu mengurangi tingkat kejahatan di salah satu pusat komersial tertua di Jakarta ini.

"Pencahayaan kami dapat membantu menurunkan angka kriminalitas hingga 21 persen, dan membantu mengurangi tingkat kecelakaan sebesar 30 persen4,“ ujar Dedy menjawab pertanyaan tertulis Kompas.com, Jumat (24/3/2023).

Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Kawasan Senen, Jakarta Pusat, dipercantik dengan LED Philips dari SignifySignify Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Kawasan Senen, Jakarta Pusat, dipercantik dengan LED Philips dari Signify
Menurut Dedy, Signify memasang total 184 unit Philips UniFlood M, lampu tembak LED modular, berbentuk persegi panjang.

Selain itu, dipasang juga lampu arsitektural berperingkat eksterior yang dirancang untuk aplikasi pencahayaan tembak luar ruangan, lanskap, dan fasad ini juga hemat biaya.

Lampu ini cocok untuk menonjolkan keunikan pada fasad jembatan, serta untuk menerangi underpass.

Pencahayaan LED Signify dinilai sangat efisien untuk fasad bangunan dan penerangan jalan. Kombinasi teknologi pencahayaan RGB dinamis dan desain pencahayaan membuat infrastruktur lebih menarik.

Keselamatan dan keamanan adalah salah satu fokus Signify, dan pencahayaan perkotaan menjadi lebih kuat saat saling terkoneksi.

Pencahayaan yang dipasang di jembatan penyeberangan dan underpass Senen dapat dikontrol dengan mudah dari satu panel kontrol di mana teknisi dapat mengatur kreasi warna pada jembatan.

Dedy menambahkan, selain Kawasan Senen, Signify telah menerangi kawasan lain di Jakarta seperti Jalan Sisingamangaraja, Kota Tua, Jalan Kemang, dan Taman Tebet Ecopark.

Sementara untuk area di luar Jakarta, Signify telah menerangi taman-taman di Pekanbaru, Riau, salah satunya Taman Tuan Kadi, dan Jalan Ajibata di Sumatera Utara dengan produk LED tenaga surya.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
TPST Bantargebang Tak Bisa Diperluas Lagi, Sampah Jakarta Dibawa ke Mana?
TPST Bantargebang Tak Bisa Diperluas Lagi, Sampah Jakarta Dibawa ke Mana?
Pemerintah
Kepedulian Lingkungan Turun saat Seseorang Berlibur, Mengapa?
Kepedulian Lingkungan Turun saat Seseorang Berlibur, Mengapa?
LSM/Figur
Bantargebang Kritis, Sampah Jakarta Tembus 7.300 Ton per Hari
Bantargebang Kritis, Sampah Jakarta Tembus 7.300 Ton per Hari
Pemerintah
Usai Banjir Sumatera, Banyak Warga yang Tinggal di Pengungsian dengan Fasilitas Terbatas
Usai Banjir Sumatera, Banyak Warga yang Tinggal di Pengungsian dengan Fasilitas Terbatas
LSM/Figur
Dari Kulit Buah Jadi Energi, Eksperimen Sederhana yang Ubah Cara Pandang tentang Sampah
Dari Kulit Buah Jadi Energi, Eksperimen Sederhana yang Ubah Cara Pandang tentang Sampah
LSM/Figur
Sistem Pengelolaan Terpadu Bisa Tekan Biaya dan Emisi Limbah Makanan
Sistem Pengelolaan Terpadu Bisa Tekan Biaya dan Emisi Limbah Makanan
LSM/Figur
Kemenhut Terapkan Syarat Ketat untuk Pengelola Baru Bandung Zoo
Kemenhut Terapkan Syarat Ketat untuk Pengelola Baru Bandung Zoo
Pemerintah
Mandatori Biodiesel B50 Ditunda, Ini Alasan Tak Perlu Buru-buru
Mandatori Biodiesel B50 Ditunda, Ini Alasan Tak Perlu Buru-buru
Swasta
Daftar 10 Spesies Terancam Punah 2026, Belut hingga Tulip
Daftar 10 Spesies Terancam Punah 2026, Belut hingga Tulip
LSM/Figur
Gajah Sumatera Mati Tanpa Kepala di Riau, Kemenhut Pastikan Pidanakan Pelaku
Gajah Sumatera Mati Tanpa Kepala di Riau, Kemenhut Pastikan Pidanakan Pelaku
Pemerintah
Bulog Pasok Komoditas Pangan ke 648 KDMP di Jawa Timur
Bulog Pasok Komoditas Pangan ke 648 KDMP di Jawa Timur
BUMN
Dilarang Naik Gajah, Ini Alasan Kemenhut Hentikan Wisata Gajah Tunggang
Dilarang Naik Gajah, Ini Alasan Kemenhut Hentikan Wisata Gajah Tunggang
Pemerintah
IPB University Dorong Desa Kembangkan Koperasi dan Ekosistem Bisnis Berkelanjutan
IPB University Dorong Desa Kembangkan Koperasi dan Ekosistem Bisnis Berkelanjutan
Pemerintah
Peneliti Ungkap Kondisi Oksigen Laut Masa Depan lewat Plankton Purba
Peneliti Ungkap Kondisi Oksigen Laut Masa Depan lewat Plankton Purba
LSM/Figur
133.792 Petani Jawa Timur Kelola 198.326 Ha Hutan dalam Skema Perhutanan Sosial
133.792 Petani Jawa Timur Kelola 198.326 Ha Hutan dalam Skema Perhutanan Sosial
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau