Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sambut Lebaran, Selalu Lakukan 4 Hal Berikut agar Tubuh Tetap Sehat

Kompas.com - 10/04/2023, 19:47 WIB
Siti Sahana Aqesya,
Anissa DW

Tim Redaksi

 

KOMPAS.com – Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran merupakan puncak kemenangan bagi umat Islam setelah sebulan penuh berpuasa. Hari raya ini juga merupakan momen berkumpul bersama keluarga dan sanak saudara untuk mempererat tali silaturahmi.

Akan tetapi, euforia Lebaran yang hanya datang sekali dalam setahun kerap dianggap sebagai cheat day sehingga membuat masyarakat kerap lalai menjaga kesehatan.

Padahal, jika kesehatan menurun, momen Lebaran tidak bisa dinikmati dengan maksimal. Oleh karena itu, Anda harus memastikan tubuh tetap dalam kondisi prima.

Nah, agar tubuh tetap sehat selama Lebaran, lima tip berikut bisa jadi solusi. Berikut penjelasannya.

1. Jaga hidrasi tubuh

Seperti diketahui, air merupakan komponen penting bagi tubuh. Pasalnya, konsumsi air putih bisa menjaga kadar cairan tubuh sehingga terhindar dari dehidrasi. Apabila asupan air putih tidak tercukupi dan terkena dehidrasi, Anda bisa sulit berkonsentrasi. Jika terus berlanjut, hal ini juga bisa mengganggu fungsi pencernaan.

Baca juga: 5 Mitos Seputar Hidrasi Tubuh yang Tak Perlu Kita Percaya

Oleh karena itu, pastikan konsumsi air putih Anda saat Lebaran selalu tercukupi. Untuk memenuhi asupannya, Anda bisa minum sebanyak delapan gelas atau 2 liter air putih per hari.

2. Tidur cukup

Momen berkumpul bersama keluarga memang mengasyikkan. Terkadang, hal ini membuat Anda dan sanak saudara bercengkrama hingga larut malam tanpa memedulikan waktu istirahat. Padahal, apabila waktu tidur tidak cukup, kemampuan kerja otak bisa berkurang.

Dalam jangka panjang, kurang tidur juga bisa memicu tekanan darah tinggi dan obesitas.

Jadi, istirahatlah yang cukup selama Lebaran. Pastikan Anda tidur selama 7-8 jam sehari. Usahakan untuk tidak tidur terlalu larut, ya.

3. Hindari makan berlebih

Salah satu tradisi perayaan Lebaran adalah menyajikan berbagai hidangan lezat, mulai dari hidangan yang lazim ditemui hingga yang jarang ditemui di waktu lain. Oleh karena itu, bukan hal mengherankan apabila Anda menjadi kalap saat dihadapkan dengan makanan khas Lebaran.

Baca juga: Hindari Binge-Eating Saat Lebaran

Untuk mengatasi hal tersebut, pastikan Anda makan dalam porsi yang wajar, yakni 3 kali sehari. Pastikan pula makanan yang Anda konsumsi mengandung gizi seimbang seperti yang dianjurkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), yakni sepertiga piring berisi makanan pokok dan seperenam piring berisi lauk pauk.

Lalu, pastikan juga mengonsumsi sayuran sebanyak sepertiga piring makan dan buah-buahan sebanyak seperenam piring.

4. Kelola stres

Persiapan menyambut Lebaran, seperti bersih-bersih dan mengatur ulang dekorasi rumah, kerap membuat Anda merasa suntuk. Apalagi, jika Anda melakukan mudik ke kampung halaman dan terkena kemacetan yang cukup parah. Tak jarang, hal ini menyebabkan Anda menjadi stres.

Tak hanya menyerang kejiwaan, stres juga berdampak pada kesehatan fisik. Hal ini bisa memicu berbagai masalah kesehatan, seperti sakit kepala dan gangguan pencernaan.

Baca juga: 8 Cara Mencegah Stres saat Macet Mudik Lebaran

Oleh karena itu, agar tidak stres selama melakukan persiapan sebelum Lebaran, buatlah rencana terlebih dahulu. Lakukan seluruh daftar perencanaan itu secara santai dan tidak tergesa-gesa. Jaga juga mood Anda tetap baik agar menghindari pikiran yang berlebihan.

Itulah empat hal yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan selama Lebaran. Yuk, sambut Hari Raya Idul Fitri dengan kondisi tubuh yang sehat.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Di Balik Target 'Net Zero Emission': Apakah Kita Melangkah Maju?

Di Balik Target "Net Zero Emission": Apakah Kita Melangkah Maju?

Pemerintah
Aktif Promosikan Sanitasi, Pemuda Asal Lampung Sabet Penghargaan Internasional

Aktif Promosikan Sanitasi, Pemuda Asal Lampung Sabet Penghargaan Internasional

LSM/Figur
15 Danau di Indonesia Kritis, Tercemar Pupuk Pertanian

15 Danau di Indonesia Kritis, Tercemar Pupuk Pertanian

Pemerintah
Berkat Laut dan Awan, Indonesia Masih Aman dari Gelombang Panas

Berkat Laut dan Awan, Indonesia Masih Aman dari Gelombang Panas

Pemerintah
Basuki Ngaku Terinspirasi Xi Jinping Soal Manajemen Air

Basuki Ngaku Terinspirasi Xi Jinping Soal Manajemen Air

Pemerintah
Tutup WWF ke-10, Basuki Serahkan Penyelenggaraan Selanjutnya ke Arab Saudi

Tutup WWF ke-10, Basuki Serahkan Penyelenggaraan Selanjutnya ke Arab Saudi

Pemerintah
Perpamsi Usulkan Pembentukan Undang-undang hingga Kementerian Air dan Sanitasi

Perpamsi Usulkan Pembentukan Undang-undang hingga Kementerian Air dan Sanitasi

Pemerintah
Efisiensi Energi Global Perlu Naik 2 Kali Lipat pada 2030

Efisiensi Energi Global Perlu Naik 2 Kali Lipat pada 2030

LSM/Figur
Indonesia dan Portugal Kolaborasi untuk Penyediaan Air hingga Sanitasi

Indonesia dan Portugal Kolaborasi untuk Penyediaan Air hingga Sanitasi

Pemerintah
Sampah Plastik Lokal Bisa Lintas Samudera, Terbawa sampai Madagaskar

Sampah Plastik Lokal Bisa Lintas Samudera, Terbawa sampai Madagaskar

Pemerintah
Pengembangan Akses Air Minum dan Sanitasi Tahap I Serap Rp 3 Triliun

Pengembangan Akses Air Minum dan Sanitasi Tahap I Serap Rp 3 Triliun

Pemerintah
Separuh Hutan Mangrove di Dunia Terancam Rusak karena Ulah Manusia

Separuh Hutan Mangrove di Dunia Terancam Rusak karena Ulah Manusia

LSM/Figur
Penemuan Baru, Coklat yang Lebih Sehat dan Ramah Lingkungan

Penemuan Baru, Coklat yang Lebih Sehat dan Ramah Lingkungan

LSM/Figur
Akselerasi SDGs, World Water Forum Sepakati Komitmen Baru Pengelolaan Wilayah Sungai

Akselerasi SDGs, World Water Forum Sepakati Komitmen Baru Pengelolaan Wilayah Sungai

Pemerintah
Air dan Sanitasi Indonesia Dinilai Mirip Portugal 30 Tahun Lalu

Air dan Sanitasi Indonesia Dinilai Mirip Portugal 30 Tahun Lalu

Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com