Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

HDI Hive Garden, Upaya Mengubah Atap Tandus Menjadi Taman

Kompas.com, 22 Mei 2023, 17:00 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - HDI Hive Garden resmi merilis oasis rooftop atau taman atap yang dirancang untuk menggabungkan sinergi antara alam dan ruang-ruang perkotaan.

Bertepatan dengan Hari Lebah Sedunia pada 20 Mei, HDI Hive Garden tidak hanya merayakan peran vital lebah yang penuh manfaat tetapi juga mewujudkan komitmen HDI untuk mendukung kekebalan tubuh dan kesehatan melalui konsep urban living yang berkelanjutan.

Taman atap telah muncul sebagai solusi inovatif untuk tantangan yang ditimbulkan oleh pesatnya urbanisasi, mengubah atap yang tandus menjadi ekosistem yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

HDI Hive Garden yang terletak di atas Gedung HDI, berfungsi sebagai model visioner tentang bagaimana ruang kota dapat dirancang ulang secara kreatif untuk menumbuhkan keseimbangan yang harmonis antara alam dan kehidupan kota.

Baca juga: Java Kirana Ajak Petani Jaga Lingkungan Lewat Budidaya Tumpangsari

Tim Product Development HDI yang berkoordinasi dengan Asosiasi Perlebahan Indonesia (API) untuk lebah apis mellifera, telah memelopori sekaligus membangun ruang hijau dengan berbagai jenis bunga yang disukai lebah dalam waktu dua bulan sejak Maret hingga Mei 2023.

HDI Hive Garden dibangun dengan tujuan lebih dari sekadar area peristirahatan di tengah tengah ruang kota yang semakin berkembang.

Taman atap berfungsi sebagai sarana yang memperlihatkan manfaat besar ruang hijau di daerah padat penduduk, berkontribusi pada kesehatan fisik dan mental, mengurangi polusi, dan menumbuhkan rasa kebersamaan.

CEO dan Chairman HDI Brandon Chia menuturkan, gaya hidup sehat mencakup kesejahteraan pribadi dan tata kelola.

Dengan meluncurkan HDI Hive Garden pada Hari Lebah Sedunia, bertujuan untuk menyoroti peran penting lebah dalam ekosistem kami sambil menunjukkan bagaimana lingkungan perkotaan dapat diubah menjadi surga keanekaragaman hayati.

Baca juga: Indonesia Peringkat Bawah dalam Skor Keberlanjutan Lingkungan

"Kami mengundang semua orang untuk bergabung dengan kami dalam merayakan peristiwa penting ini dan menyaksikan dampak positif dari kehidupan urban living yang berkelanjutan terhadap kesehatan kita dan planet ini," ujar Brandon, Senin (22/5/2023).

Taman atap ini menampilkan serangkaian spesies tanaman asli yang dipilih secara khusus untuk meningkatkan fungsi ekologis taman.

Flora yang dipilih dengan cermat ini tidak hanya menciptakan lanskap yang semarak dan menarik secara visual, tetapi juga berfungsi sebagai surga bagi lebah dan penyerbuk lainnya.

“Dengan mendukung keanekaragaman hayati lokal, HDI Hive Garden secara aktif berkontribusi pada pelestarian dan pemulihan ekosistem perkotaan, mendorong lingkungan yang lebih sehat dan lestari untuk semua," tambah Senior Team Leader Product Development HDI Alva Paloma.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Ecoton Temukan Mikroplastik Dalam Darah dan Sperma Manusia
Ecoton Temukan Mikroplastik Dalam Darah dan Sperma Manusia
LSM/Figur
Karbon Biru, Benteng Ekosistem Maritim Indonesia
Karbon Biru, Benteng Ekosistem Maritim Indonesia
Pemerintah
GHG Protocol: Emisi dari Sampah Pasca-Konsumsi Masuk Scope 3 Perusahaan
GHG Protocol: Emisi dari Sampah Pasca-Konsumsi Masuk Scope 3 Perusahaan
Swasta
Koalisi Soroti Kebijakan Perizinan Perikanan, Dinilai Masih Membebani Nelayan Kecil
Koalisi Soroti Kebijakan Perizinan Perikanan, Dinilai Masih Membebani Nelayan Kecil
LSM/Figur
Banjir Rob Ganggu 10 Persen Jalan di Semarang, Biaya dan Waktu Tempuh Perjalanan Naik
Banjir Rob Ganggu 10 Persen Jalan di Semarang, Biaya dan Waktu Tempuh Perjalanan Naik
LSM/Figur
KLH Dorong Pemda untuk Bereskan Setengah Sampah dari Rumah
KLH Dorong Pemda untuk Bereskan Setengah Sampah dari Rumah
Pemerintah
Pelaku Usaha: Perdagangan Karbon Tak Semudah Dibayangkan
Pelaku Usaha: Perdagangan Karbon Tak Semudah Dibayangkan
Swasta
Kisah Perempuan Raja Ampat: Memimpin Komunitas dan Melestarikan Sasi
Kisah Perempuan Raja Ampat: Memimpin Komunitas dan Melestarikan Sasi
LSM/Figur
LPDB Umumkan 15 Inkubator Terpilih Dampingi Koperasi Merah Putih 'Naik Kelas', Terbanyak di Jabar
LPDB Umumkan 15 Inkubator Terpilih Dampingi Koperasi Merah Putih 'Naik Kelas', Terbanyak di Jabar
Pemerintah
Akademisi: Optimasi Sistem Pengisian Kendaraan Listrik Diperlukan untuk Dukung Transisi Energi
Akademisi: Optimasi Sistem Pengisian Kendaraan Listrik Diperlukan untuk Dukung Transisi Energi
Pemerintah
328 KK di Sulawesi Utara Kantongi Izin Kelola Hutan Seluas 1.742 Hektar
328 KK di Sulawesi Utara Kantongi Izin Kelola Hutan Seluas 1.742 Hektar
Pemerintah
KLH Siapkan Pembentukan PRO untuk Perkuat Tanggung Jawab Produsen Kelola Sampah
KLH Siapkan Pembentukan PRO untuk Perkuat Tanggung Jawab Produsen Kelola Sampah
Pemerintah
BMKG Prediksi Hujan Lebat Bakal Landa Sejumlah Wilayah Jelang Musim Kemarau
BMKG Prediksi Hujan Lebat Bakal Landa Sejumlah Wilayah Jelang Musim Kemarau
Pemerintah
Investor Desak Industri Logistik Kurangi Emisi
Investor Desak Industri Logistik Kurangi Emisi
Swasta
PBB: Konflik Sebabkan Progres Pembangunan Global Terancam Mundur Drastis
PBB: Konflik Sebabkan Progres Pembangunan Global Terancam Mundur Drastis
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau