Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 23 Juli 2023, 09:00 WIB
Add on Google
Danur Lambang Pristiandaru

Penulis

KOMPAS.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa pemerintah akan memastikan tingkat stunting di setiap daerah terus menurun.

Hal tersebut disampaikan Jokowi di sela melakukan peninjauan di Posyandu Sarimulyo, Kabupaten Seluma, Bengkulu, Jumat (21/07/2023).

“Hari ini saya datang ke Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu dalam rangka memastikan anak-anak kita, balita kita sehat semuanya,” kata Jokowi dalam keterangan resmi yang dikutip dari Sekretariat Kabinet RI.

Baca juga: Upaya Penurunan Stunting Sejalan Pengentasan Kemiskinan

“Kita ingin memastikan dalam rangka hari anak nasional bahwa stunting itu selalu turun setiap tahunnya, tidak bisa langsung hilang, tetapi turun,” imbuhnya.

Presiden Jokowi menyampaikan pemerintah menargetkan angka stunting skala nasional bisa turun hingga 14 persen pada 2024.

Upaya pengentasan stunting merupakan modal untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) di masa depan.

“Ini untuk memastikan anak-anak kita semuanya sehat dan memiliki masa depan yang baik sebagai sebuah SDM unggul nantinya,” papar Jokowi.

Baca juga: Pengentasan Stunting Upaya Ciptakan SDM Unggul untuk Modal Bersaing

Agar target tersebut tercapai, Jokowi mengatakan bahwa pemerintah akan memberikan dukungan berupa anggaran yang mencukupi.

“Dari pusat setiap tahun karena kita punya target tahun depan 2024 harus di angka 14 persen, di bawah 14 persen. Jadi memang anggaran kita selalu naik, karena memang kita ingin itu,” tutur Jokowi.

Dia mewanti-wanti bahwa pemerintah akan selalu memantau dan mengecek penurunan stunting secara rutin guna mengendalikan tingkat stunting di setiap daerah.

“Kita cek setiap dua minggu, setiap bulan kita cek dan kelihatan siapa yang tinggi, siapa yang turun akan kelihatan, kita selalu kontrol dengan cara-cara yang seperti itu,” ucapnya.

Baca juga: Pakar: Air Isi Ulang Berpotensi Meningkatkan Risiko Stunting pada Anak

Modal bersaing

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menuturkan, program pengentasan stunting menjadi prioritas dalam upaya mencegah IQ atau daya intelektual anak turun lebih rendah.

Hal tersebut disampaikan Dante dalam Forum Menuju Indonesia Bebas Stunting di Jakarta, Kamis (20/7/2023).

“Kalau kita ingin mencapai generasi emas di mana Indonesia mengalami pertumbuhan perekonomian yang tinggi, kita membutuhkan modal bersaing dan itu sebagian besar adalah sumber daya manusianya,” kata Dante, sebagaimana dilansir Antara.

Dante menuturkan, ketakutan terbesar pemerintah dalam menangani stunting pada anak bukan terletak pada tumbuh tingginya yang tidak optimal.

Baca juga: Pencegahan Stunting Sebaiknya Dimulai Sejak Calon Pengantin

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Menteri LH: Industri Ekstraktif Harus Tetap Jalan karena RI Butuh Uang
Menteri LH: Industri Ekstraktif Harus Tetap Jalan karena RI Butuh Uang
Pemerintah
FEM IPB: Mayoritas Manfaat MBG masih Terkonsentrasi di Jawa dan Perkotaan
FEM IPB: Mayoritas Manfaat MBG masih Terkonsentrasi di Jawa dan Perkotaan
Pemerintah
Lewat Program Teman Biruni Bahagia, Biruni Foundation Salurkan Ratusan Bantuan untuk Anak Rentan
Lewat Program Teman Biruni Bahagia, Biruni Foundation Salurkan Ratusan Bantuan untuk Anak Rentan
LSM/Figur
Angkat Tema Pemberdayaan, Inspiring Asia Micro Film Festival 2026 Dibuka untuk Umum
Angkat Tema Pemberdayaan, Inspiring Asia Micro Film Festival 2026 Dibuka untuk Umum
LSM/Figur
Asia ESG Summit Dorong Akuntabilitas Perusahaan di Dunia Nyata
Asia ESG Summit Dorong Akuntabilitas Perusahaan di Dunia Nyata
Swasta
Menteri LH Baru: Pemerintah Berhutang pada Gen Z
Menteri LH Baru: Pemerintah Berhutang pada Gen Z
Pemerintah
Ada Kesenjangan Kesadaran Hadapi Krisis Iklim antara Laki-laki dan Perempuan
Ada Kesenjangan Kesadaran Hadapi Krisis Iklim antara Laki-laki dan Perempuan
LSM/Figur
Meta Nyalakan Pusat Data di Malam Hari dengan Energi Surya dari Luar Angkasa
Meta Nyalakan Pusat Data di Malam Hari dengan Energi Surya dari Luar Angkasa
Pemerintah
Atasi Tantangan Pembangunan Nasional, PFI Dorong Perkuat Peran Filantropi
Atasi Tantangan Pembangunan Nasional, PFI Dorong Perkuat Peran Filantropi
Pemerintah
Perlu Riset Interdisipliner untuk Temukan Solusi Adaptasi Iklim
Perlu Riset Interdisipliner untuk Temukan Solusi Adaptasi Iklim
LSM/Figur
Peringatan Hari K3 dan May Day, Buruh Soroti Potensi Penyakit akibat Asbes
Peringatan Hari K3 dan May Day, Buruh Soroti Potensi Penyakit akibat Asbes
Swasta
FIF Group Kukuhkan 37 Guru SMK se-Indonesia sebagai Duta Literasi Keuangan
FIF Group Kukuhkan 37 Guru SMK se-Indonesia sebagai Duta Literasi Keuangan
Pemerintah
Teknologi AI-IoT Bantu Mitigasi Banjir Rob di Pantura Jateng, Peran Perempuan Jadi Kunci
Teknologi AI-IoT Bantu Mitigasi Banjir Rob di Pantura Jateng, Peran Perempuan Jadi Kunci
LSM/Figur
Inggris Masukkan Sektor Aviasi dan Maritim ke Anggaran Karbon
Inggris Masukkan Sektor Aviasi dan Maritim ke Anggaran Karbon
Pemerintah
Kisah Petani Tambak Bisa Produksi Garam, Rumput Laut, Air Minum, dan Listrik Sekaligus
Kisah Petani Tambak Bisa Produksi Garam, Rumput Laut, Air Minum, dan Listrik Sekaligus
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau