Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cak Imin Tuding Pemerintah Belum Serius Tangani Krisis Iklim

Kompas.com, 22 Januari 2024, 06:00 WIB
Masya Famely Ruhulessin,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 1, Muhaimin Iskandar menuding pemerintah belum serius menangani krisis iklim yang terjadi.

“Kita melihat krisis iklim tidak diatasi dengan serius bahkan anggaran untuk mengatasi krisis iklim jauh dibawah anggaran sektor-sektor lainnya,” ungkap Muhaimin dalam Debat Cawapres, Minggu (21/1/2024) di Jakarta Convention Centre (JCC), Senayan, Jakarta.

Dikatakan, saat ini bencana ekologi terjadi dimana-mana. Karena itu, masalah ini harus diatasi secara serius.

Baca juga: Muhaimin Sebut Program Food Estate Picu Konflik Agraria di Indonesia

“Kita harus serius mengatasinya dan tidak hanya mengandalkan proyek Giant Sea Wall yang tidak mengatasi masalahnya,” papar Cak Imin, sapaan akrab Muhaimin.

Menurutnya, penanggulangan krisis iklim harus dimulai dengan etika lingkungan untuk menciptakan keseimbangan manusia dan alam.

Pelaksanaan pembangunan nasional juga harus berpijak pada keadilan, baik keadilan iklim, keadilan ekologi, keadilan antar generasi, keadilan agraria serta keadilan sosial.

Merujuk pada Data Kementerian Keuangan (Kemenkeu), maka total alokasi anggaran perubahan iklim yang bersumber dari APBN 2018-2020 mencapai Rp 307,48 triliun.

Padahal Pusat Kajian Anggaran Badan Keahlian Setjen DPR RI pernah merilis perhitungan Kemenkeu yang menyebutkan kebutuhan pendanaan perubahan iklim di Indonesia mencapai Rp 3.779 triliun.

Sementara itu, proyek Giant Sea Wall yang disinggung oleh Cak Imin merupakan program unggulan yang diusung oleh Calon Presiden, Prabowo Subianto.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau