Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 23 Januari 2024, 10:00 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

KOMPAS.com - Kota-kota paling hijau di Eropa ini secara resmi telah bertransformasi signifikan, mulai dari pantai Baltik Estonia hingga Mediterania Spanyol.

Valencia, kota dengan pertumbuhan mengesankan, mengambil alih takhta sebagai Ibu kota Hijau Eropa dari Tallinn tahun 2024.

Penghargaan ini telah berjalan sejak tahun 2010 dan menghasilkan persaingan yang sehat antara kota-kota besar di Uni Eropa ketika mereka melakukan transisi ke energi ramah lingkungan, melindungi alam dengan lebih baik, dan meningkatkan taraf hidup penduduknya.

Komisaris Uni Eropa untuk Lingkungan Hidup, Kelautan dan Perikanan Virginijus Sinkevi?ius mengatakan, Valencia mendapatkan gelar Ibu kota Hijau karena strategi keberlanjutannya yang ambisius, dan mereka belajar dari pengalaman pada masa lalu.

“Selama beberapa dekade, kota ini telah didorong oleh gerakan sipil yang berani dan mendukung perubahan sejati. Masyarakat adalah aset Valencia," ujar Virginijus, dikutip dari euronews, Selasa (23/1/2024).

Baca juga: Menuju Kota Hijau, PLTS Kapasitas 50 MW akan Terangi IKN

Dalam hal penghijauan, kota di bagian tenggara Eropa ini, memulainya dengan basis yang kuat. Valencia memiliki taman seluas lebih dari dua juta meter persegi, menjadikannya tujuan wisata populer di seluruh Eropa.

Hanya 10 kilometer di selatan pusat kota terdapat Taman Nasional Albufera, kawasan laguna dilindungi yang digambarkan sebagai “paru-paru hijau” kota oleh Wali Kota Alfafar, Ramón Adsuara.

Namun yang terpenting adalah apa yang Anda lakukan dengan apa yang Anda miliki, dan itulah yang membuat Valencia meraih gelar juara pada tahun 2024, mengalahkan co-finalis Cagliari, Italia.

Pemerintah Kota Valencia dipuji karena keberhasilannya bekerja sama dengan penduduk untuk mencapai netralitas iklim dan tujuan lingkungan hidup mereka.

Sebagai bagian dari misinya untuk menjadi netral karbon pada tahun 2030, sejumlah inisiatif ramah lingkungan pun diujicobakan di seluruh kota.

Ilustrasi Kota Valencia di SpanyolUnsplash/ William Carletti Ilustrasi Kota Valencia di Spanyol
Banyak di antaranya ditemukan di distrik Cabanyal, yang secara historis merupakan rumah bagi komunitas nelayan setempat. Misalnya, di Pasar Kota Cabanyal seluas 3.500 meter persegi, AC kini disuplai oleh panel surya atap.

Di dekat Las Naves, PLTS atap pertama di Valencia sekitar 80 persen didanai oleh masing-masing warga, yang menyumbang antara 100 hingga 2.000 Euro untuk kepemilikan saham di pembangkit energi terbarukan tersebut.

Inisiatif ramah lingkungan lainnya mencakup pencahayaan pintar di sepanjang pinggir laut. Terdapat lebih dari 20.000 tiang lampu yang dilengkapi dengan teknologi hemat energi.

Tiang lampu juga berfungsi ganda sebagai titik pengisian kendaraan listrik, di bawah dukungan proyek MAtchUP yang didanai UE.

Cara Valencia menjadi lebih hijau

“Hari ini kami mengambil tongkat estafet dari Tallinn dan kami melakukannya dengan kekuatan besar,” Wali Kota Valencia, María José Catalá,

Baca juga: Apa yang Menarik dari Tallinn, Ibu Kota Hijau Eropa?

Catatan sejarah itu dimulai saat lebih dari 400 kegiatan diadakan, di mana Valencia akan menjadi mercusuar kebijakan hijau di Eropa untuk membangun kota yang lebih manusiawi, lebih berkelanjutan dan lebih siap memerangi perubahan iklim.

Program acara Valencia menunjukkan beberapa kegiatan yang akan dilakukan. Meskipun demikian, diperlukan waktu satu tahun untuk melihat bagaimana status ibu kota hijau dapat terwujud sepenuhnya.

Berikut adalah beberapa proyek andalan Valencia:

Cagar biosfer

Salah satu inisiatif Ibukota Hijau Eropa dari Valencia adalah mendeklarasikan Albufera sebagai cagar biosfer.

Colon Market di Valencia, Spanyol, Selasa (10/11/2015). Colon Market merupakan salah satu destinasi wisata di kota Valencia.KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Colon Market di Valencia, Spanyol, Selasa (10/11/2015). Colon Market merupakan salah satu destinasi wisata di kota Valencia.
Taman nasional ini memiliki laguna air tawar terbesar di Spanyol, dan menjadi rumah bagi 300 spesies burung yang berbeda, terutama unggas air termasuk flamingo.

Ini telah menjadi Kawasan Perlindungan Khusus selama 30 tahun, namun dengan menjadi cagar biosfer UNESCO akan memberikan level lebih tinggi sebagai tempat pembelajaran untuk pembangunan berkelanjutan'.

Mobilitas berkelanjutan

Valencia telah merancang tiga rute baru untuk memamerkan aset dan kemajuan kota di tiga bidang utama: alam, termasuk Albufera; mobilitas berkelanjutan, dengan peningkatan penggunaan transportasi umum, bersepeda, dan berjalan kaki; dan pemulihan ruang publik untuk kesenangan warga.

Rute baru

Rute baru pertama disebut 'sungai hijau' dan mencakup sembilan kilometer Taman Turia, salah satu taman kota terbesar di Spanyol yang menelusuri bekas dasar sungai Turia.

Baca juga: Transportasi Umum di Sejumlah Kota Gratis, Bisakah Diterapkan di Seluruh Indonesia?

Daerah ini digambarkan sebagai “tulang punggung yang sehat” dengan kekuatan iklim yang jelas: suhunya tiga derajat lebih dingin dibandingkan daerah lain di kota ini, sekaligus bertindak sebagai spons alami yang menahan dan menyaring air ke lapisan tanah bawah – sehingga mencegah banjir dan erosi.

Rute kedua membawa pejalan kaki melewati pusat kota, melintasi alun-alun dan jalan pejalan kaki yang menunjukkan komitmen Valencia terhadap mobilitas berkelanjutan.

Rute ketiga mencakup “tiga dapur alami” kota ini: kebun di pinggiran kota, laut Mediterania yang kaya akan ikan, dan Albufera dengan sawah di sekitarnya, tempat paella pertama kali dimasak.

Valencia juga memiliki jadwal sibuk yang rencananya akan menjadi tuan rumah konferensi iklim, yang mempertemukan lebih dari 200 kota di Eropa untuk mengkatalisasi pergerakan benua tersebut menuju netralitas iklim.

Valencia akan menerima 350.000 Euro dari Uni Eropa untuk upaya ramah lingkungan tahun ini.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
UNBL dan Uniska Dampingi Warga Al Kautsar Olah Potensi Desa Jadi Produk Bernilai
UNBL dan Uniska Dampingi Warga Al Kautsar Olah Potensi Desa Jadi Produk Bernilai
Pemerintah
EIGER Nature Diresmikan, Menpar Apresiasi Ekowisata Berkelanjutan
EIGER Nature Diresmikan, Menpar Apresiasi Ekowisata Berkelanjutan
BrandzView
Bingung TPS Ditutup, Kampung di Bogor Kelola Sampah Organik Jadi Alas Kandang Ayam dan Kompos
Bingung TPS Ditutup, Kampung di Bogor Kelola Sampah Organik Jadi Alas Kandang Ayam dan Kompos
LSM/Figur
361 Kilogram Sampah Diangkat dari Bantaran Ciliwung, Pencemaran Domestik Jadi Sorotan
361 Kilogram Sampah Diangkat dari Bantaran Ciliwung, Pencemaran Domestik Jadi Sorotan
Swasta
Harga Karbon Indonesia Terlalu Murah, Industri Menanti Kepastian Perdagangan Emisi
Harga Karbon Indonesia Terlalu Murah, Industri Menanti Kepastian Perdagangan Emisi
LSM/Figur
Mengurai Krisis Biarpet dan Ambisi Ketahanan Energi
Mengurai Krisis Biarpet dan Ambisi Ketahanan Energi
Pemerintah
Zonasi Sampah di Bantargebang Tak Jelas, Pengelolaan Emisi Metana Terkendala
Zonasi Sampah di Bantargebang Tak Jelas, Pengelolaan Emisi Metana Terkendala
LSM/Figur
RTH Jadi Penopang 'Green Campus' dari Menurunkan Suhu hingga Mencegah Banjir
RTH Jadi Penopang "Green Campus" dari Menurunkan Suhu hingga Mencegah Banjir
LSM/Figur
Astra Luncurkan Program Kontribusi Sosial 70 Tahun, Sasar 700 Desa di 7 Pulau Besar Indonesia
Astra Luncurkan Program Kontribusi Sosial 70 Tahun, Sasar 700 Desa di 7 Pulau Besar Indonesia
Desa Sejahtera Astra
Orang Super Kaya Dapat Keuntungan Ganda dari Krisis Iklim
Orang Super Kaya Dapat Keuntungan Ganda dari Krisis Iklim
Pemerintah
WALHI: Karhutla Tak Lepas dari Sistem Ekonomi Ekstraktif
WALHI: Karhutla Tak Lepas dari Sistem Ekonomi Ekstraktif
LSM/Figur
Saat AI Mendorong Kebutuhan Listrik, Mitsubishi Power Bersiap Menjawab Tantangan Baru
Saat AI Mendorong Kebutuhan Listrik, Mitsubishi Power Bersiap Menjawab Tantangan Baru
BrandzView
Perkuat Ekosistem Digital, 'Health Innovation Showcase 2026' Pertemukan Inovator dan Investor
Perkuat Ekosistem Digital, "Health Innovation Showcase 2026" Pertemukan Inovator dan Investor
LSM/Figur
UN ESCAP Dorong Model Kerja Sama Baru Perkuat Transisi Energi di ASEAN
UN ESCAP Dorong Model Kerja Sama Baru Perkuat Transisi Energi di ASEAN
Pemerintah
Hidup di Tepi Danau Toba, Mengapa Petani Samosir Masih Kesulitan Mendapat Air?
Hidup di Tepi Danau Toba, Mengapa Petani Samosir Masih Kesulitan Mendapat Air?
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau