Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemilu di Wilayah Negara Akreditasi Jadi Ajang Silaturahmi WNI

Kompas.com, 13 Februari 2024, 09:00 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

KOMPAS.com - Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Bulgaria merangkap Albania dan Makedonia Utara Iwan Bogananta mengatakan, Pemilu 2024 di Bulgaria berlangsung meriah dan jadi ajang wilaturahmi Warga Negara Indonesia (WNI).

Pesta demokrasi RI di negara akreditasi ini telah dilaksanakan pada Sabtu, 10 Februari 2024 pukul 08:00 hingga 18:00 bertempat di Aula KBRI Sofia.

"Alhamdulillah dari pantauan kami pelaksanaan Pemilu berlangsung tertib, meriah, dan hangat," ujar Iwan dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com, Senin (12/2/2024).

Baca juga: Pemilu Indonesia 2024 di Australia Meriah, Ada Pesta Kuliner Nusantara

Keluarga besar KBRI Sofia dan masyarakat Indonesia yang berada di Sofia sangat akrab, dan menjadikan pesta rakyat ini sebagai ajang silaturahmi.

"Saya selaku Duta Besar mengapresiasi kerja para Penyelenggara Pemilu Luar Negeri (PPLN) dan KPPS LN, yang bertugas melayani para pemilih," sambungnya.

Dalam melaksanakan Pemilu 2024, Iwan menekankan kepada para penyelenggara agar profesional dan menjaga netralitas dalam melayani para pemilih sebaik-baiknya.

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Bulgaria merangkap Albania dan Makedonia Utara Iwan Bogananta dan istri usai menggunakan hak suara, Sabtu (10/2/2024).KBRI Sofia Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Bulgaria merangkap Albania dan Makedonia Utara Iwan Bogananta dan istri usai menggunakan hak suara, Sabtu (10/2/2024).
Karena pada saat pencoblosan, berlangsung juga kampanye akbar terakhir di Indonesia sebelum menuju pekan tenang.

Dia pun mengingatkan para petugas dan para diplomat agar menjaga netralitas dan mengimbau masyarakat untuk tidak berkampanye di TPS Sofia.

"Saya sangat meyakini, para pemilih di wilayah akreditasi masuk dalam kategori pemilih cerdas," kata Iwan.

Baca juga: Pemilu dan Suara Hati Para Penghayat Kepercayaan...

Ketua PPLN Sofia juga mengonfirmasi bahwa pelaksanaan Pemilu di TPS Sofia berlangsung dengan lancar.

Dari total jumlah pemilih yang terdaftar, 87 persen pemilih telah memberikan hak suaranya.

“Agar suasana Pemilu berlangsung hangat dan meriah, kami juga menyediakan makanan khas Indonesia yang dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat. Selain itu, kami juga membuatkan photobooth Pemilu sebagai media ekpresi masyarakat yang telah memberikan suaranya," tutur Ketua PPLN Sofia.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Menteri LH Perkuat Penegakan Hukum Kasus Karhutla
Menteri LH Perkuat Penegakan Hukum Kasus Karhutla
Pemerintah
BMKG Sebut Hujan Bakal Melanda hingga 20 April, Ini Wilayah yang Harus Waspada
BMKG Sebut Hujan Bakal Melanda hingga 20 April, Ini Wilayah yang Harus Waspada
Pemerintah
Waste4Change: Produksi Sampah Nasional Per Hari Setara 12 Candi Borobudur
Waste4Change: Produksi Sampah Nasional Per Hari Setara 12 Candi Borobudur
LSM/Figur
Pangkas Emisi, Perusahaan Logistik Global Beralih ke Avtur Ramah Lingkungan
Pangkas Emisi, Perusahaan Logistik Global Beralih ke Avtur Ramah Lingkungan
Swasta
Gas Metana di Atmosfer Melonjak Dalam 4 Tahun, Tertinggi pada 2021
Gas Metana di Atmosfer Melonjak Dalam 4 Tahun, Tertinggi pada 2021
LSM/Figur
Minim Aksi Iklim, Pendapatan Rata-Rata Masyarakat Dunia Diprediksi Turun 15 Persen
Minim Aksi Iklim, Pendapatan Rata-Rata Masyarakat Dunia Diprediksi Turun 15 Persen
Pemerintah
ISO Perbarui Standar Utama Manajemen Lingkungan
ISO Perbarui Standar Utama Manajemen Lingkungan
Swasta
Dosen Unej Teliti Tanaman Zaman Prasejarah di Geopark Ijen
Dosen Unej Teliti Tanaman Zaman Prasejarah di Geopark Ijen
LSM/Figur
Krisis Selat Hormuz, FAO Ingatkan Bahaya Inflasi Pangan Global
Krisis Selat Hormuz, FAO Ingatkan Bahaya Inflasi Pangan Global
Pemerintah
KKP Tak Tenggelamkan Kapal Asing Ilegal Seperti Era Susi Pudjiastuti, tapi Diberikan ke Nelayan
KKP Tak Tenggelamkan Kapal Asing Ilegal Seperti Era Susi Pudjiastuti, tapi Diberikan ke Nelayan
Pemerintah
Pakar IPB Beberkan Cara Berantas Lonjakan Populasi Ikan Sapu-sapu
Pakar IPB Beberkan Cara Berantas Lonjakan Populasi Ikan Sapu-sapu
Pemerintah
Kepatuhan Minum Tablet Tambah Darah di Kalangan Remaja Rendah, Ngantuk Saat Jam Pelajaran
Kepatuhan Minum Tablet Tambah Darah di Kalangan Remaja Rendah, Ngantuk Saat Jam Pelajaran
LSM/Figur
Kemenhut Terbitkan Aturan Baru Perdagangan Karbon, Disebut Lebih Jelas dan Terarah
Kemenhut Terbitkan Aturan Baru Perdagangan Karbon, Disebut Lebih Jelas dan Terarah
Pemerintah
Remaja Paham Stunting tapi Lebih Suka Seblak ketimbang Sayur-Buah
Remaja Paham Stunting tapi Lebih Suka Seblak ketimbang Sayur-Buah
LSM/Figur
Pencabutan IUP Harus Disertai Penegakan Hukum dan Pemulihan Lingkungan
Pencabutan IUP Harus Disertai Penegakan Hukum dan Pemulihan Lingkungan
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau