Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kesehatan Mental, Kanker, dan Layanan Digital Jadi Isu Penting "MMB Health Trends 2024"

Kompas.com - 16/02/2024, 18:00 WIB
Yohanes Enggar Harususilo

Penulis

KOMPAS.com - Tren kesehatan tahun 2024 diprediksi akan memberikan porsi yang lebih serius terhadap berbagai isu seputar kesehatan mental, kesehatan perempuan, dan kesehatan yang lebih inklusi.

Hal ini tergambar dalam Laporan MMB Health Trends 2024 di Asia dari Mercer Marsh Benefits yang melibatkan 223 perusahaan asuransi di 58 negara, termasuk Indonesia dan juga termasuk 100 perusahaan asuransi di kawasan Asia.

Dalam laporan sebelumnya, Mercer Marsh Benefits menyebut pada tahun 2023 klaim medis per orang meningkat 12,5 persen. Angka ini melebihi level sebelum pandemi.

Menurut aporan MMB Health Trends 2024, tren biaya medis di Indonesia diproyeksikan tumbuh 13 persen pada tahun ini.

Lalu hal penting apa saja yang akan menjadi perhatian dalam tren kesehatan tahun 2024 ini?

1. Isu kesehatan mental dan perempuan

Meskipun banyak asuransi kesehatan di seluruh dunia (54 persen) mengklaim mereka menanggung sesi konseling psikologis dan/atau psikiater, dalam kenyataannya hanya sebagian yang menanggung maksimal 10 sesi konseling atau bahkan kurang.

Jadi meskipun perusahaan melalui asuransi menanggung perawatan kesehatan mental, namun pembatasan ini dinilai masih belum mencukupi untuk memberikan dukungan bagi kesehatan mental karyawan.

Demikian pula dengan akses kesehatan perempuan, secara global dan di Asia MMB mencatat masih tidak tersedianya manfaat bagi kesehatan reproduksi perempuan.

MMB juga mencatat 56 persen perusahaan asuransi saat ini tidak menanggung masalah kesehatan mental, sosialisasi, dan kesulitan belajar anak-anak, remaja, dan keluarga.

Padahal MMB mencatat ada beberapa hal penting terkait isu kesehatan mental, perempuan, dan kesehatan inklusi perlu mendapat perhatian, antara lain; kanker (termasuk payudara, ovarium, dan serviks), kesehatan ibu hamil, isu kesehatan reproduksi, kekerasan terhadap perempuan, hingga kesehatan perempuan.

2. Kenaikan klaim asuransi akibat kanker

MMB mencatat kenaikan utama tertinggi dari klaim asuransi selama tahun 2022 berasal kanker kemudian diikuti dengan penyakit terkait sirkulasi darah, penyakit pencernaan, masalah pernafasan, dan Covid-19.

Terkait hal ini, MMB mendorong perusahaan melakukan evaluasi untuk mencari peluang bagaimana meningkatkan dukungan terhadap masalah kanker dengan memprioritaskan tindakan kewaspadaan dan pencegahan.

3. Transformasi layanan kesehatan digital

Dalam Laporan Kesehatan Tahun 2024, MMB juga melihat sistem kesehatan sedang mengalami transformasi ke dalam layanan kesehatan digital meski masih berada pada tahap awal.

Baca juga: Peneliti HCC: Rakyat Harus Tagih Semua Janji Kesehatan Capres-Cawapres

Dalam hasil survei menyebut, layanan virtual dan telemedis diyakini mampu mendukung akses yang lebih luas dan meningkatkan keterjangkauan terhadap layanan kesehatan di mana 34 persen yakin layanan digital kesehatan mampu mengurasi biaya, 43 persen menyebut tidak memberikan dampak, dan sisanya khawatir justru akan menaikkan biaya (23 persen). 

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Aktif Promosikan Sanitasi, Pemuda Asal Lampung Sabet Penghargaan Internasional

Aktif Promosikan Sanitasi, Pemuda Asal Lampung Sabet Penghargaan Internasional

LSM/Figur
15 Danau di Indonesia Kritis, Tercemar Pupuk Pertanian

15 Danau di Indonesia Kritis, Tercemar Pupuk Pertanian

Pemerintah
Berkat Laut dan Awan, Indonesia Masih Aman dari Gelombang Panas

Berkat Laut dan Awan, Indonesia Masih Aman dari Gelombang Panas

Pemerintah
Basuki Ngaku Terinspirasi Xi Jinping Soal Manajemen Air

Basuki Ngaku Terinspirasi Xi Jinping Soal Manajemen Air

Pemerintah
Tutup WWF ke-10, Basuki Serahkan Penyelenggaraan Selanjutnya ke Arab Saudi

Tutup WWF ke-10, Basuki Serahkan Penyelenggaraan Selanjutnya ke Arab Saudi

Pemerintah
Perpamsi Usulkan Pembentukan Undang-undang hingga Kementerian Air dan Sanitasi

Perpamsi Usulkan Pembentukan Undang-undang hingga Kementerian Air dan Sanitasi

Pemerintah
Efisiensi Energi Global Perlu Naik 2 Kali Lipat pada 2030

Efisiensi Energi Global Perlu Naik 2 Kali Lipat pada 2030

LSM/Figur
Indonesia dan Portugal Kolaborasi untuk Penyediaan Air hingga Sanitasi

Indonesia dan Portugal Kolaborasi untuk Penyediaan Air hingga Sanitasi

Pemerintah
Sampah Plastik Lokal Bisa Lintas Samudera, Terbawa sampai Madagaskar

Sampah Plastik Lokal Bisa Lintas Samudera, Terbawa sampai Madagaskar

Pemerintah
Pengembangan Akses Air Minum dan Sanitasi Tahap I Serap Rp 3 Triliun

Pengembangan Akses Air Minum dan Sanitasi Tahap I Serap Rp 3 Triliun

Pemerintah
Separuh Hutan Mangrove di Dunia Terancam Rusak karena Ulah Manusia

Separuh Hutan Mangrove di Dunia Terancam Rusak karena Ulah Manusia

LSM/Figur
Penemuan Baru, Coklat yang Lebih Sehat dan Ramah Lingkungan

Penemuan Baru, Coklat yang Lebih Sehat dan Ramah Lingkungan

LSM/Figur
Akselerasi SDGs, World Water Forum Sepakati Komitmen Baru Pengelolaan Wilayah Sungai

Akselerasi SDGs, World Water Forum Sepakati Komitmen Baru Pengelolaan Wilayah Sungai

Pemerintah
Air dan Sanitasi Indonesia Dinilai Mirip Portugal 30 Tahun Lalu

Air dan Sanitasi Indonesia Dinilai Mirip Portugal 30 Tahun Lalu

Pemerintah
KESDM: Efisiensi Energi RI Cukup Baik Dibandingkan Anggota G20

KESDM: Efisiensi Energi RI Cukup Baik Dibandingkan Anggota G20

Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com