KOMPAS.com - Keberadaan fasilitas refuse derived fuel (RDF Rorotan) di Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, tak bisa lepas dari kolaborasi dengan masyarakat sekitarnya.
Beberapa dari mereka ada yang awalnya menolak, tapi kemudian setuju hidup berdampingan dengan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) ini.
RDF Rorotan disebut membantu kurangi beban TPST Bantargebang di Kota Bekasi, Jawa Barat, dalam menangani masalah sampah di Jakarta.
Baca juga:
"Awalnya saya paling keras (menolak RDF Plant Rorotan) dan saya koordinator demo di kampung karena kampung kami paling terdekat dari RDF," kata tokoh masyarakat Kampung Karang Tengah Pustaka Rakyat, Kabupaten Bekasi, Ahmad Rifai, dikutip dari video yang dibagikan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Ahmad lalu mengaku menjalin komunikasi intensif dengan pihak pengelola fasilitas RDF. Ia juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan pihak pengelola fasilitas RDF untuk pelibatan dalam berbagai upaya perbaikan.
Tumpukan sampah di TPST Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, menghijau. Jakarta disebut tak lagi bisa andalkan Bantargebang. RDF Rorotan jadi alternatif, dengan keterlibatan warga untuk mengawasi dampak bau dan lingkungan.Sebagai informasi, beban harian TPST Bantargebang menerima rata-rata 7.354 ton sampah per hari dari seluruh kota/kabupaten di Jakarta. Tinggi tumpukan sampah bahkan sudah setara dengan gedung 16 lantai.
"Usia Bantargebang itu sudah 40 tahun melayani Jakarta dalam pengelolaan sampahnya. Kondisi Bantargebang ini memang sudah sangat mengkhawatirkan," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto di kantor Kompas.com, Selasa (3/2/2026).
"Jadi kalau dari tahun 1980-an, Bantargebang itu mungkin rata-rata menerima sampahnya 2.000-2.500 ton, sekarang ini sudah hampir 7.500 ton, bahkan pernah mencapai 7.900 ton per hari," tambah dia.
Baca juga:
Ketua RW 09, Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, M. Amin mengatakan, laporan keluhan bau dari warga ditanggapi pihak pengelola fasilitas RDF dengan perbaikan.
Ia berharap, pihak pengelola rutin melakukan perbaikan dalam penanganan bau.
"Nah, setelah perbaikan, seperti kayak inilah, enggak begitu bau gitu," tutur Amin.
Senada, Ketua RW 08, Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Ahmad Fauzi menyebut, DLH DKI Jakarta merespons keluhan warga.
"Saya juga bukannya diam saja, kalau ada keluhan saya datang, proses ini memang harus dilalui," ucapnya.
Sebelumnya, Kepala Unit Pengelolaan Sampah Terpadu (UPST) DLH DKI Jakarta, Agung Pujo Winarko mengatakan, pihaknya mengundang warga untuk berkunjung ke fasilitas RDF dalam uji coba keduanya pada Oktober 2025 lalu.
Sebelum dioperasikan, DLH DKI Jakarta melibatkan perwakilan warga dari Kelurahan Rorotan, Cakung Timur, dan Ujung Menteng, yang masing-masing empat RW. Perwakilan warga dari luar Jakarta, seperti Karang Tengah dan Harapan Indah.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya