Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Peneliti HCC: Rakyat Harus Tagih Semua Janji Kesehatan Capres-Cawapres

Kompas.com, 10 Februari 2024, 12:00 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Janji kampanye bidang kesehatan dari ketiga pasang calon presiden dan wakil presiden pada Pemilu 2024 ini sangat berdampak bagi potensi peningkatan status kesehatan bangsa.

Itu sebabnya Peneliti Health Collaborative Center (HCC) Ray Wagiu Basrowi menegaskan rakyat Indonesia harus menagih semua janji politik bidang kesehatan dari semua paslon bisa diwujudkan oleh siapapun pemenang pemilu nantinya.

Menurut Ray, semua janji kampanye kesehatan para paslon merupakan hak mendasar rakyat yang sudah sepatutnya dipenuhi negara.

Baca juga: Kemenkes dan WHO Berkongsi dalam 6 Pilar Transformasi Kesehatan

Memberikan daycare, susu dan makan siang gratis serta menyiapkan satu fasilitas kesehatan di tiap desa seluruh Indonesia adalah hak kesehatan yang diamanatkan konstitusi negara.

"Memang ini bukan semata janji kampanye, tetapi janji memenuhi hak kesehatan rakyat Indonesia, jadi rakyat mesti ngarep semua janji paslon bisa diwujudkan oleh siapapun presiden yang terpilih” ungkap pengajar di Kedokteran Kerja FKUI ini, Jumat (9/2/2024).

Diungkapkan Ray, rakyat harus punya keberanian untuk memanfaatkan momentum pemilu tahun ini dengan menyuarakan bahwa apapun janji kampanye.

Peneliti Health Collaborative Center (HCC) Ray Wagiu BasrowiHCC Peneliti Health Collaborative Center (HCC) Ray Wagiu Basrowi
Terutama di bidang kesehatan, dari para paslon, adalah kewajiban negara yang mestinya sudah harus dipenuhi, karena memang tugas negara.

Sangat penting untuk menggerakkan kesadaran masyarakat bahwa memang setelah 78 tahun Indonesia merdeka negara belum secara mandiri memenuhi hak kesehatna seperti intervensi gizi dan akses fasilitas dan tenaga kesehatan secara luas, adil dan merata.

Ray menegaskan, rakyat harus mengingatkan negara melalui para paslon untuk selalu memastikan komitmen pembangunan nasional adalah komitemen membangun rakyat yang sehat juga.

Baca juga: Aplikasi Layanan Kesehatan untuk Orang HIV/AIDS Diluncurkan

Dan menyediakan daycare gratis, susu dan makan siang gratis bagi anak sekolah, serta program satu desa satu faskes dan nakes, adalah janji politik yang harus dipenuhi negara lewat para pemimpinnya. Dan rakyat harus selalu mengingatkan pemenuhan hak mereka,” tegas Ray.

Dalam debat paslon utaran terakhir, ketiga capres menegaskan kembali komitmen mereka untuk memastikan kesehatan nasional dipenuhi lewat berbagai program unggulan.

Capres-cawapres Nomor Urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar akan melakukan penyediaan daycare gratis, Capres-Cawapres Nomor Urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dengan program susu dan makan siang gratis yang sangat kontroversial, serta program satu desa satu faskes dan nakes dari Capres-Cawapres Nomor Urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Tingkatkan Produktivitas Lahan, IPB Latih Petani Kuasai Teknik Agroforestri
Tingkatkan Produktivitas Lahan, IPB Latih Petani Kuasai Teknik Agroforestri
Pemerintah
Desa Utak Atik di Serangan Bali Hadirkan Inovasi Lampu Nelayan hingga Teknologi Hijau
Desa Utak Atik di Serangan Bali Hadirkan Inovasi Lampu Nelayan hingga Teknologi Hijau
LSM/Figur
Pasca-Siklon Senyar, Ilmuwan Khawatir Populasi Orangutan Tapanuli Makin Terancam
Pasca-Siklon Senyar, Ilmuwan Khawatir Populasi Orangutan Tapanuli Makin Terancam
Pemerintah
Adaptasi Perubahan Iklim, Studi Temukan Beruang Kutub Kembangkan DNA Unik
Adaptasi Perubahan Iklim, Studi Temukan Beruang Kutub Kembangkan DNA Unik
Pemerintah
Permintaan Meningkat Tajam, PBB Peringatkan Potensi Krisis Air
Permintaan Meningkat Tajam, PBB Peringatkan Potensi Krisis Air
Pemerintah
Bibit Siklon Tropis Terpantau, Hujan Lebat Diprediksi Landa Sejumlah Wilayah
Bibit Siklon Tropis Terpantau, Hujan Lebat Diprediksi Landa Sejumlah Wilayah
Pemerintah
Masyarakat Adat Terdampak Ekspansi Sawit, Sulit Jalankan Tradisi hingga Alami Kekerasan
Masyarakat Adat Terdampak Ekspansi Sawit, Sulit Jalankan Tradisi hingga Alami Kekerasan
LSM/Figur
Limbah Cair Sawit dari RI Diterima sebagai Bahan Bakar Pesawat Berkelanjutan
Limbah Cair Sawit dari RI Diterima sebagai Bahan Bakar Pesawat Berkelanjutan
LSM/Figur
BRIN Catat Level Keasaman Laut Paparan Sunda 2 Kali Lebih Cepat
BRIN Catat Level Keasaman Laut Paparan Sunda 2 Kali Lebih Cepat
Pemerintah
Belajar dari Sulawesi Tengah, Membaca Peran Perempuan Ketika Bencana Menguji
Belajar dari Sulawesi Tengah, Membaca Peran Perempuan Ketika Bencana Menguji
LSM/Figur
ILO Dorong Literasi Keuangan Untuk Perkuat UMKM dan Pekerja Informal Indonesia
ILO Dorong Literasi Keuangan Untuk Perkuat UMKM dan Pekerja Informal Indonesia
Pemerintah
ULM dan Unmul Berkolaborasi Berdayakan Warga Desa Penggalaman lewat Program Kosabangsa
ULM dan Unmul Berkolaborasi Berdayakan Warga Desa Penggalaman lewat Program Kosabangsa
Pemerintah
PLTS 1 MW per Desa Bisa Buka Akses Energi Murah, tapi Berpotensi Terganjal Dana
PLTS 1 MW per Desa Bisa Buka Akses Energi Murah, tapi Berpotensi Terganjal Dana
LSM/Figur
Bulu Babi di Spanyol Terancam Punah akibat Penyakit Misterius
Bulu Babi di Spanyol Terancam Punah akibat Penyakit Misterius
LSM/Figur
Studi Iklim 2024 Direvisi, tapi Prediksi Dampak Ekonomi Global Tetap Parah
Studi Iklim 2024 Direvisi, tapi Prediksi Dampak Ekonomi Global Tetap Parah
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau