Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 21/03/2024, 12:00 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Penulis

KOMPAS.com - Untuk memperingati Earth Hour tahun ini, semua orang di seluruh dunia diajak mematikan lampu selama satu jam mulai pukul 20.30 hingga 21.30 waktu setempat pada 23 Maret.

Organisasi nirlaba yang fokus pada pelestarian lingkungan, World Wide Fund (WWF) menyampaikan, Earth Hour kali ini merupakan tahun ke-18 dan menjadi gerakan lingkungan hidup terbesar di dunia.

Pada 23 Maret nanti, Earth Hour akan fokus untuk menyatukan orang-orang di seluruh dunia di 190 negara dan wilayah.

Baca juga: Tentang Earth Hour, Agenda Besar Selamatkan Bumi

Aksi mematikan lampu tetap merupakan gerakan ikonik Earth Hour dari tahun ke tahun.

Pada 2023, peringatan Earth Hour melibatkan berbagai pihak di berbagai tempat dengan total jam lebih dari 410.000 jam.

Direktur Jenderal WWF International Kirsten Schuijt mengatakan, tahun ini diharapkan ada lebih banyak orang yang ikut serta.

Dengan semakin banyak orang terlibat, gaung untuk semakin menyadarkan manusia dalam melestarikan Bumi akan semakin kuat.

Baca juga: Earth Hour, Ini Jalan Protokol di Jakarta yang Lampunya Dipadamkan Malam Ini

Selain kelompok dan pihak yang sudah terlibat, peringatan Earth Hour kali ini juga diharapkan dapat diikuti oleh individu-individu yang belum terlibat.

"Melindungi planet kita adalah tanggung jawab bersama dan memerlukan tindakan kolektif dari seluruh lapisan masyarakat," kata Schuijt dikutip dari siaran pers.

WWF juga meluncurkan Hour Bank, alat daring interaktif untuk kegiatan yang menyenangkan dalam menghabiskan waktu selama satu jam untuk Bumi.

Contoh kegiatan tersebut seperti berjalan-jalan di hutan untuk menikmati aroma udara, merasakan Bumi, dan mendengarkan suara, atau melakukan pemilahan di rumah.

Baca juga: Earth Hour, Ini Lokasi di Jakarta yang Lampunya Dipadamkan 1 Jam

Pemilahan tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi dan menukar produk yang tidak ramah lingkungan dengan produk alternatif yang ramah lingkungan.

CEO Yayasan WWF-Indonesia Aditya Bayunanda mengatakan, Earth Hour mengingatkan manusia untuk mengembalikan sebagian dari apa yang telah dinikmati dari alam ini kepada alam.

"Cara yang paling mudah adalah dengan simbolis mematikan lampu dan alat elektronik yang tidak terpakai, karena lampu menyimbolkan bagaimana manusia seharusnya memanfaatkan sumber daya alam secara lestari dan berkelanjutan," ujarnya, sebagaimana dilansir Antara.

Dia mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam peringatan Earth Hour dengan berbagai aktivitas yang dapat dilihat di laman web resmi wwf.id serta media sosial @wwf_id.

Baca juga: Kawan Lama Group Turut Berpartisipasi dalam Earth Hour 2022

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Suhu Laut Selandia Baru Pecahkan Rekor Tertinggi

Suhu Laut Selandia Baru Pecahkan Rekor Tertinggi

Pemerintah
Kisah 'Palet Hitam' hingga Panel Surya, Jejak Bisnis Keberlanjutan FKS Group di Jawa Timur

Kisah "Palet Hitam" hingga Panel Surya, Jejak Bisnis Keberlanjutan FKS Group di Jawa Timur

Swasta
Sampah Bikin Gelisah, Mahasiswa UGM Edukasi Lewat Permainan Papan

Sampah Bikin Gelisah, Mahasiswa UGM Edukasi Lewat Permainan Papan

Pemerintah
12 Tahun Terakhir, Rata-rata Suhu Bumi Sudah Naik 1,5 Derajat Celsius

12 Tahun Terakhir, Rata-rata Suhu Bumi Sudah Naik 1,5 Derajat Celsius

LSM/Figur
Aktif Lestarikan Lingkungan, PT GNI Ajak Masyarakat Partisipasi dalam Aksi Bersih-bersih Desa

Aktif Lestarikan Lingkungan, PT GNI Ajak Masyarakat Partisipasi dalam Aksi Bersih-bersih Desa

Swasta
18 Perusahaan Dituntut Ganti Rugi Lingkungan Rp 6,1 Triliun karena Karhutla

18 Perusahaan Dituntut Ganti Rugi Lingkungan Rp 6,1 Triliun karena Karhutla

Pemerintah
Siap Kerja, 10 Sahabat Disabilitas Raih Sertifikasi BNSP MUA Bakti BCA

Siap Kerja, 10 Sahabat Disabilitas Raih Sertifikasi BNSP MUA Bakti BCA

Swasta
UKI dan USC Berkolaborasi, Hadirkan Mata Kuliah Pengenalan AI

UKI dan USC Berkolaborasi, Hadirkan Mata Kuliah Pengenalan AI

Swasta
AS dan RI Teken Pengalihan Utang, Lindungi Ekosistem Terumbu Karang

AS dan RI Teken Pengalihan Utang, Lindungi Ekosistem Terumbu Karang

Pemerintah
Konservasi Terumbu Karang, YKAN Rilis Koralestari di Kaltim dan NTT

Konservasi Terumbu Karang, YKAN Rilis Koralestari di Kaltim dan NTT

LSM/Figur
Perubahan Iklim dan Pertumbuhan Penduduk Jadi Ancaman Ketahanan Pangan

Perubahan Iklim dan Pertumbuhan Penduduk Jadi Ancaman Ketahanan Pangan

LSM/Figur
Memahami Higienitas Industri, Poin Penting untuk Pastikan Kenyamanan di Lingkungan Kerja Pengolahan Mineral

Memahami Higienitas Industri, Poin Penting untuk Pastikan Kenyamanan di Lingkungan Kerja Pengolahan Mineral

Swasta
Konsumsi Energi RI pada 2023 Tertinggi dalam 6 Tahun Terakhir

Konsumsi Energi RI pada 2023 Tertinggi dalam 6 Tahun Terakhir

Pemerintah
IUP Batu Bara untuk Ormas Keagamaan dan Pergeseran Wacana Nasionalisme

IUP Batu Bara untuk Ormas Keagamaan dan Pergeseran Wacana Nasionalisme

Pemerintah
IESR: Power Wheeling dapat Tarik Investasi Perusahaan Multinasional

IESR: Power Wheeling dapat Tarik Investasi Perusahaan Multinasional

LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com