Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dorong Literasi di Papua, WVI Hadirkan Rumah Baca di Biak Numfor

Kompas.com, 12 Mei 2024, 12:00 WIB
Add on Google
Danur Lambang Pristiandaru

Penulis

KOMPAS.com - Wahana Visi Indonesia (WVI) meresmikan Rumah Baca Silo dan melakukan serah terima Kampung Literasi Silo kepada Gereja GKI Silo Ambroben di Kabupaten Biak Numfor, Papua.

Kampung Literasi Silo meliputi empat kampung yaitu Ambroben, Kababur, Karyendi, dan Masnwam, dimulai sejak Oktober 2023 serta didukung oleh Central Department Store dan Mastercard.

Pembentukan program di kampung tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pembangunan kesadaran anak dan masyarakat mengenai pentingnya literasi.

Baca juga: Merawat Literasi Gemilang untuk Tanah Marapu

Di Kampung Literasi Silo, WVI menerapkan dua metode yaitu Wahana Literasi dan Pengasuhan Dengan Cinta, di mana keduanya saling terkait erat.

Pemerintah di level desa juga didampingi agar bisa mengatur perencanaan dan penganggaran untuk peningkatan literasi anak.

General Manager WVI Zonal Papua Sabtarina Febriyanti menjelaskan, para tutor di Kampung Literasi Silo dilatih selama delapan bulan lamanya.

Pelatihan yang cukup panjang tersebut dilakukan agar ketika WVI meninggalkan Biak, para tutor tetap dapat mendampingi masyarakat.

Baca juga: Tingkatkan Literasi, 10 Buku Cerita Anak Berkonteks Papua Diluncurkan

"Kami berharap anak dan masyarakat penerima manfaat Kampung Literasi Silo memahami
pentingnya literasi, khususnya bagi anak usia enam hingga 11 tahun," kata Sabtarina dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (9/5/2024).

Di Kampung Literasi Silo juga terdapat empat pos baca di titik-titik tempat berkumpulnya anak-anak di kampung.

WVI juga melakukan pendampingan kepada para orangtua agar mampu mendampingi anaknya, salah satunya dengan membuat pojok baca di rumah.

Staff Ahli 3 Bidang Sosial, Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Kab Biak Numfor Arner AR Rumakito menyampaikan, kehadiran Kampung Literasi Silo memberi perluasan akses informasi kepada anak-anak dan masyarakat.

Baca juga: PISA 2022: Literasi Membaca Indonesia Catatkan Skor Terendah Sejak 2000

Arner menyampaikan, pemerintah di level kampung sebagai ujung tombak pembangunan di tingkat bawah wajib mendukung program tersebut.

"Ke depannya kita punya tanggung jawab bersama untuk mengatasi kendala yang mungkin akan muncul, karena kita semua berperan untuk peningkatan pendidikan anak-anak kita," ucap Arner

Vice President and Head of Account Management Financial Institution Mastercard Indonesia Wibawa Prasetyawan berujar, Kampung Literasi Silo merupakan simbol harapan anak-anak di Biak Numfor agar dapat menjelajahi dunia melalui buku dan ilmu pengetahuan.

"Ini bentuk komitmen kami, yaitu menjadikan dampak sosial yang berkelanjutan sebagai prioritas utama dalam mendorong pemberdayaan lingkungan dan komunitas di Indonesia," tutur Wibawa.

Baca juga: Kemitraan Indonesia-Australia Tingkatkan Literasi Anak di NTT

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
KIP: Informasi Kehutanan Masuk Kategori Wajib Diumumkan Seketika
KIP: Informasi Kehutanan Masuk Kategori Wajib Diumumkan Seketika
Pemerintah
Harga BBM Naik, Konsumen Beralih ke Bahan Bakar dengan Oktan Lebih Rendah
Harga BBM Naik, Konsumen Beralih ke Bahan Bakar dengan Oktan Lebih Rendah
BUMN
Kisah Para Ibu Pemulung yang Punya Dana Darurat dari Menabung Sampah
Kisah Para Ibu Pemulung yang Punya Dana Darurat dari Menabung Sampah
LSM/Figur
Menhut Pamerkan Potensi Perdagangan Karbon RI di Forum Internasional AS
Menhut Pamerkan Potensi Perdagangan Karbon RI di Forum Internasional AS
Pemerintah
Jutaan Anak Indonesia Terdampak Krisis Iklim, Perempuan Paling Rentan
Jutaan Anak Indonesia Terdampak Krisis Iklim, Perempuan Paling Rentan
Pemerintah
Data 60 Tahun Ungkap Ketidakjelasan Tugas Jadi Sumber Stres Utama Karyawan
Data 60 Tahun Ungkap Ketidakjelasan Tugas Jadi Sumber Stres Utama Karyawan
Pemerintah
Ilmuwan Peringkatkan Potensi Peningkatan Cuaca Ekstrem Sepanjang 2026
Ilmuwan Peringkatkan Potensi Peningkatan Cuaca Ekstrem Sepanjang 2026
Pemerintah
Petrofin Journalist Academy ke-5 Digelar, Dukung Anak Muda Optimalkan AI
Petrofin Journalist Academy ke-5 Digelar, Dukung Anak Muda Optimalkan AI
BUMN
Proyek Energi Terbarukan dengan Baterai di Eropa Naik 450 Persen pada 2030
Proyek Energi Terbarukan dengan Baterai di Eropa Naik 450 Persen pada 2030
Pemerintah
DEN: WFH Namun Jalanan Masih Macet, Artinya  Ada yang Salah
DEN: WFH Namun Jalanan Masih Macet, Artinya Ada yang Salah
Pemerintah
1 Dekade Elektrifikasi di China, Jejak Revolusi Senyap Menuju Masa Depan Hijau
1 Dekade Elektrifikasi di China, Jejak Revolusi Senyap Menuju Masa Depan Hijau
BUMN
Jalan Panjang Talenta Indonesia dan Upaya Bangun Generasi Siap Masa Depan di Asia Tenggara
Jalan Panjang Talenta Indonesia dan Upaya Bangun Generasi Siap Masa Depan di Asia Tenggara
BrandzView
Dilema AI: Diandalkan untuk Efisiensi, Diragukan untuk Ekspansi Bisnis
Dilema AI: Diandalkan untuk Efisiensi, Diragukan untuk Ekspansi Bisnis
Pemerintah
Hujan Diprediksi Masih Melanda Sejumlah Wilayah di Tengah Cuaca Panas
Hujan Diprediksi Masih Melanda Sejumlah Wilayah di Tengah Cuaca Panas
Pemerintah
India dan Pakistan Dilanda Gelombang Panas, Suhu Capai 50 Derajat
India dan Pakistan Dilanda Gelombang Panas, Suhu Capai 50 Derajat
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau