Ia menjelaskan, pariwisata berkelanjutan menginginkan hotel yang ramah lingkungan dan mengharapkan praktik pariwisata yang ramah lingkungan.
Baca juga: Menparekraf Targetkan Labuan Bajo Jadi Pusat Pariwisata Berkelanjutan
“Tahun lalu 3 miliar investasi di pariwisata ini lebih banyak hampir di hotel-hotel yang konvensional, sedangkan kita ingin mengarahkannya lebih ke pariwisata hijau, pariwisata yang lebih ramah lingkungan, dan juga konsepnya regeneratif,” jelasnya.
Adapun pariwisata regeneratif berfokus pada pemulihan dan regenerasi lingkungan, serta masyarakat lokal. Adapun tujuan utamanya adalah menjadikan sebuah destinasi wisata yang lebih baik dari kondisi awalnya.
“Jadi bukan berdampak negatif tetapi berdampak positif, ini kita dorong dengan dukungan semua pihak. Harapannya di ITIF 2024 ini kita akan mampu menarik lebih banyak pariwisata berbasis berkelanjutan,” pungkas Sandiaga.
ITIF 2024 diselenggarakan Kemenparekraf bekerja sama dengan UN Tourism. ITIF tahun ini mengusung tema "Elevating Tourism Investments for a Sustainable Growth" yang dihadiri sekitar 600 peserta seperti pembuat kebijakan, perwakilan pemerintah pusat dan daerah, investor, serta pemilik proyek.
Selama dua hari, terdapat rangkaian kegiatan seperti high level talks, roundtable session dengan delegasi luar negeri terkait investasi di sektor parekraf, dan penandatanganan sejumlah kerja sama.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya