Ruam pada cacar air seringkali terasa gatal dan berkembang dengan cepat dari tahap awal berupa lesi yang merah (makula), kemudian menjadi tonjolan (papular), dan akhirnya berisi cairan (vesikuler) sebelum mengering.
“Gejala ini biasanya berlangsung selama 4 hingga 7 hari sampai semua lesi menjadi koreng,” terangnya.
Ardi menjelaskan bahwa cacar air berisiko memicu komplikasi yang lebih serius. Khususnya pada bayi, remaja, orang dewasa, wanita hamil, dan pasien immunocompromised (orang yang memiliki masalah dengan sistem imun).
Beberapa komplikasi tersebut antara lain: infeksi bakteri pada luka kulit akibat cacar air - umumnya dialami pada anak-anak; pneumonia atau radang paru-paru pada orang dewasa yang muncul setelah terkena cacar air; hingga gangguan pada sistem saraf pusat, mulai dari radang selaput otak hingga radang otak.
Menurutnya, penularan cacar air pada anak paling tinggi terjadi di lingkungan sekolah.
Sebagai contoh, apabila seorang anak terkena cacar air, maka dia dapat menularkan penyakit ini kepada anak-anak lainnya di lingkungan sekolah tersebut.
Oleh karena itu, imunisasi varisela penting diberikan pada anak untuk melindungi mereka dari risiko terkena cacar air.
“Anak yang sudah divaksinasi memiliki risiko terkena cacar air yang sangat rendah, dan jika terinfeksi, gejalanya lebih ringan daripada yang tidak divaksinasi,” ungkap Ardi.
Baca juga: Imunisasi Targetkan 95 Persen Anak Indonesia, Ada Tambahan 3 Vaksin
Apabila belum melakukan imunisasi varisela, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau Centers for Disease Control (CDC) menyarankan untuk melakukan vaksinasi dalam 3-5 hari setelah kontak dengan penderita cacar air.
Berdasarkan rekomendasi Ikatan Dokter Indonesia (IDAI), vaksin varisela diberikan secara lengkap dua dosis pada anak mulai usia 12-18 bulan dengan interval 6 minggu sampai 3 bulan.
Adapun pada anak usia 13 tahun atau lebih, diberikan juga 2 dosis dengan interval 4 sampai 6 minggu.
“Dua dosis vaksin varisela efektif hingga 90 persen mencegah cacar air dan mengurangi risiko komplikasi yang mungkin muncul,” papar Ardi.
Menurutnya, pemahaman mengenai penyakit cacar air dan pencegahannya perlu terus ditingkatkan dan diperluas.
“Ini berarti bahwa imunisasi varisela bukan hanya melindungi individu yang mendapatkan vaksin, tetapi juga berperan dalam melindungi seluruh komunitas dari ancaman wabah penyakit cacar air,” pungkas Ardi.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya