Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rabu Biru Foundation: Indonesia Hadapi Tantangan Besar Bidang Kesehatan

Kompas.com, 13 November 2024, 14:00 WIB
Yohanes Enggar Harususilo

Penulis

KOMPAS.com - Henny Daeng Parani Ketua Umum Rabu Biru Foundation menegaskan Indonesia menghadapi tantangan besar di bidang kesehatan mulai dari dampak pandemi, target SDG 2030, serta keterbatasan akses dan kualitas pelayanan kesehatan dasar.

Sebagai informasi, Rabu Biru Foundation adalah organisasi nirlaba yang didirikan tahun 2024 oleh sekelompok aktivis kesehatan, profesional medis, dan sukarelawan yang prihatin dengan minimnya akses masyarakat terhadap informasi dan layanan kesehatan preventi.

"Selain itu, cakupan pelayanan kesehatan semesta (UHC) perlu diperluas, yang tidak terbatas hanya pada BPJS. No one should be left behind. Kami melihat pentingnya kesempatan dan akses untuk pelayanan kesehatan berkualitas demi terwujudnya kedaulatan kesehatan. Misi ini merupakan tanggung jawab bersama," tegas Henny.

Melalui laporan terbaru yang diluncurkan, Rabu Biru Foundation (RBF) mengungkap temuan dari pemeriksaan kesehatan pada 10.000 lansia, ibu hamil, balita, dan masyarakat umum di berbagai wilayah lewat giat Rumah Sehat Keliling dari yayasan.

Ditemukan bahwa lebih dari 50 persen menghadapi masalah kesehatan, termasuk tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, gizi kurang, dan juga faktor resiko pada ibu hamil seperti hipertensi, anemia dan komplikasi kehamilan berisiko tinggi.

Menjawab tantangan itu, RBF melakukan inovasi dengan mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat melalui Rumah Sehat Keliling. Fasilitas ini dilengkapi kemampuan untuk melakukan deteksi dini melalui screening awal tepat guna.

Khusus untuk ibu hamil, RBF berinovasi dengan memanfaatkan alat kesehatan teknologi karya anak bangsa berbasis telemedisin, TeleCTG, yang ditempatkan di Rumah Sehat Keliling maupun di Puskesmas untuk membantu bidan mendeteksi faktor risiko pada ibu hamil sejak dini.

"Jika Indonesia ingin benar-benar merasakan manfaat dari bonus demografi dan membentuk tenaga kerja yang kompetitif pada 2045, faktor risiko yang berpotensi menyebabkan komplikasi pada kehamilan, termasuk gizi buruk, sebaiknya dapat dideteksi dan ditangani bahkan sejak dalam kandungan," tegasnya.

"Langkah ini juga sebagai salah satu upaya untuk membantu mengurangi potensi kematian ibu, bayi dan stunting intra-uterine," lanjut Henny.

Melihat urgensi tersebut, Rabu Biru Foundation menegaskan bahwa deteksi dini dan upaya preventif serta pemanfaatan teknologi adalah solusi strategis sekaligus investasi jangka panjang yang harus dijalankan.

Mengingat risiko penyakit tidak menular tidak hanya mempengaruhi kualitas hidup individu, tetapi juga menurunkan produktivitas ekonomi. Hal serupa berlaku jika masalah stunting pada anak tidak segera ditangani.

Dampaknya bisa melemahkan potensi generasi Indonesia di masa depan dan berdampak pada ekonomi nasional.

“Pendekatan yang kami lakukan seperti inisiatif Rumah Sehat Keliling dan penggunaan TeleCTG, bila diterapkan dengan cakupan yang lebih besar, dapat melipat gandakan usaha membentuk angkatan kerja dan masyarakat yang sehat dan produktif," jelas Henny.

Dia menyampaikan, Inovasi ini dapat menjadi model yang efektif untuk mendekatkan pelayanan dan membantu meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat. Jika diimplementasikan lebih luas, program ini berpotensi untuk memberikan manfaat signifikan.

"Inisiatif kami dirancang untuk menurunkan risiko kesehatan sejak dini dan meringankan beban layanan kesehatan di masa depan.” ujar Anda Sapardan, Anggota Dewan Pakar Kesehatan Rabu Biru Foundation.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa Rabu Biru Foundation terbuka untuk berkolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pihak yang memiliki visi yang sama.

Baca juga: BPJS Kesehatan Uji Coba Layanan Telekonsultasi Video

Bagi Indonesia, investasi dalam bidang kesehatan melalui pendekatan preventif bukan hanya soal menjaga kesehatan masyarakat, tetapi juga langkah penting untuk memperkuat ekonomi negara.

“Ketika Indonesia bergerak menuju visi 2045, menjadikan kesehatan sebagai prioritas adalah kunci untuk memastikan bahwa rakyat, sebagai aset terbesar bangsa, bisa berkontribusi untuk masa depan yang lebih sejahtera dan berkelanjutan,” tutup Henny.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Investasi Hijau Tumbuh, EBUS Berkelanjutan Capai Rp 85,15 Triliun
Investasi Hijau Tumbuh, EBUS Berkelanjutan Capai Rp 85,15 Triliun
Pemerintah
Pakar IPB Sebut Karhutla Bisa 'Ubah' Matahari Jadi 'Merah', Ingatkan Bahayanya
Pakar IPB Sebut Karhutla Bisa "Ubah" Matahari Jadi "Merah", Ingatkan Bahayanya
LSM/Figur
OJK Siapkan RPOJK Baru, Verifikasi Laporan Keberlanjutan Wajib Dilakukan
OJK Siapkan RPOJK Baru, Verifikasi Laporan Keberlanjutan Wajib Dilakukan
Pemerintah
Jejak Karbon 'Fast Fashion Bisa Dikurangi' di Seluruh Siklus, Begini Caranya
Jejak Karbon "Fast Fashion Bisa Dikurangi" di Seluruh Siklus, Begini Caranya
Pemerintah
Kota di Eropa Belum Maksimal Gunakan Ruang Hijau untuk Atasi Perubahan Iklim
Kota di Eropa Belum Maksimal Gunakan Ruang Hijau untuk Atasi Perubahan Iklim
Pemerintah
ADB Targetkan Rp 35 Triliun untuk Pemulihan Lahan di Asia-Pasifik
ADB Targetkan Rp 35 Triliun untuk Pemulihan Lahan di Asia-Pasifik
Pemerintah
Perkuat Fondasi Bisnis, Langkah UMKM Medan Menuju Usaha Berkelanjutan
Perkuat Fondasi Bisnis, Langkah UMKM Medan Menuju Usaha Berkelanjutan
Swasta
Unggahan Medsos Ungkap Cara Masyarakat Menghadapi Cuaca Panas Ekstrem
Unggahan Medsos Ungkap Cara Masyarakat Menghadapi Cuaca Panas Ekstrem
Pemerintah
BEI Luncurkan IDX Green Equity Designation, 3 Saham Resmi Berstatus Saham Hijau
BEI Luncurkan IDX Green Equity Designation, 3 Saham Resmi Berstatus Saham Hijau
Swasta
Tim Dokter Tanaman IPB Kunjungi Petani di Blitar, Bawa Mobil Klinik Tanaman
Tim Dokter Tanaman IPB Kunjungi Petani di Blitar, Bawa Mobil Klinik Tanaman
Pemerintah
Riset Ungkap Mayoritas Penggunaa Air di PUsat Data untuk Produksi Listrik
Riset Ungkap Mayoritas Penggunaa Air di PUsat Data untuk Produksi Listrik
LSM/Figur
Dari Lapangan Desa, 60 Bocah Solok Selatan Kejar Mimpi Menjadi Pemain Sepak Bola
Dari Lapangan Desa, 60 Bocah Solok Selatan Kejar Mimpi Menjadi Pemain Sepak Bola
Swasta
Catatan APMRC ke-6, Realitas Lokal Menentukan Arah Keberlanjutan Global
Catatan APMRC ke-6, Realitas Lokal Menentukan Arah Keberlanjutan Global
Swasta
Kulit Semangka Berpotensi Diolah Jadi Pangan, tetapi Keamanan Harus Diperhatikan
Kulit Semangka Berpotensi Diolah Jadi Pangan, tetapi Keamanan Harus Diperhatikan
LSM/Figur
Daerah Penghasil Nikel Tanggung Kerugian Ekologi yang Besar
Daerah Penghasil Nikel Tanggung Kerugian Ekologi yang Besar
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau