Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bagaimana Karbon Biru Membuat Warga Kolumbia Bahagia?

Kompas.com, 9 Januari 2025, 09:12 WIB
Yunanto Wiji Utomo

Editor

Lalu, mungkinkah kita menciptakan sebuah proyek karbon biru yang berkualitas tinggi sekaligus mampu menguntungkan dan memaksimalkan komunitas lokal? Mari kita simak pelajaran dari Kolombia.

Vida Manglar dan pendekatan lintas sektornya

Inisiatif Vida Manglar, yang berarti "kehidupan mangrove" dalam Bahasa Spanyol telah hadir sebagai sebuah contoh nyata sebuah program kolaborasi lintas sektor dalam upaya pelestarian dan rehabilitasi ekosistem mangrove.

Baca juga: Cegah Abrasi, Restorasi Mangrove di Demak Segera Dilakukan

Proyek ambisius tersebut, yang dilakukan di Teluk Cispatá di cekungan Sungai Sinú, Kolombia, merupakan hasil kerjasama antara pemerintah, lembaga penelitian, organisasi nirlaba, dan masyarakat lokal.

Mereka adalah Conservation International, Kementerian Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan Kolombia, Yayasan Omacha, Instituto de Investigaciones Marinas y Costeras (INVEMAR), dan Corporación Autónoma Regional de los Valles del Sinú y del San Jorge.

Kelima unsur tersebut, dengan kerjasama yang apik, sanggup merancang sebuah model pengelolaan mangrove yang berkelanjutan dalam wujud Vida Manglar. 

Tujuan utama dari proyek Vida Manglar sendiri adalah untuk melestarikan dan merehabilitasi 7.500 hektar ekosistem mangrove dengan ribuan hektar di antaranya merupakan hutan mangrove yang rusak.

Salah satu hal yang paling menonjol dari Vida Manglar adalah keberhasilannya melibatkan masyarakat lokal di Cispata, yang jumlahnya mencapai 12.000 jiwa. Mereka semua sadar bahwa proyek tersebut tidak hanya melindungi pantai dan meningkatkan keamanan pangan, tapi juga memberikan peluang kerja.

Bahkan, ada 435 keluarga yang telah mendapatkan manfaat langsung melalui program insentif. Termasuk pelatihan keterampilan dan akses ke alternatif mata pencaharian yang berkelanjutan.

INVEMAR, salah satu mitra kunci dalam proyek ini, telah memainkan peran yang sangat penting dalam membangun kapasitas masyarakat. Melalui lebih dari 100 lokakarya dan sesi pelatihan, INVEMAR telah berhasil memberdayakan lebih dari 1.000 orang, termasuk perempuan (42 persen), untuk berperan aktif dalam pengelolaan mangrove.

Salah satu inovasi yang paling menarik dari proyek Vida Manglar adalah pemanfaatan mekanisme pendanaan karbon. Dengan menjual kredit karbon berkualitas tinggi di pasar karbon sukarela, proyek ini tidak hanya mendapatkan dana yang dibutuhkan untuk kegiatan konservasi, tetapi juga menciptakan insentif bagi masyarakat untuk terus terlibat dalam upaya pelestarian mangrove.

"Dari kredit ini, 92 persen pendapatannya dikembalikan ke masyarakat. Model ini memungkinkan manfaat karbon ekosistem untuk mengarah pada investasi lebih lanjut dalam manfaat inti bagi masyarakat," jelas Kelly dan Sierra-Correa

Kuncinya kepemimpinan dan kolaborasi yang kuat

Upaya pelestarian dan rehabilitasi ekosistem mangrove tidak dapat dicapai secara individual, melainkan membutuhkan kolaborasi yang kuat antara berbagai pihak. Dialog lintas sektor, yang melibatkan komunitas lokal, pengembang proyek, pemerintah, pemodal, LSM, ilmuwan, dan pemangku kepentingan lainnya, menjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkan kesehatan dan keberlanjutan hutan bakau.

Baca juga: Hutan Mangrove Lindungi Pesisir dari Tsunami, Tapi Terancam Hilang

Kolombia telah memberikan contoh yang baik dalam upaya pelestarian mangrove. Pada Konferensi Keanekaragaman Hayati PBB (COP16), pemerintah Kolombia bersama dengan INVEMAR dan World Economic Forum meluncurkan National Blue Carbon Action Partnership.

Inisiatif ini merupakan langkah penting untuk mempercepat aksi karbon biru di Kolombia dan menyinergikan upaya pelestarian mangrove dengan tujuan pembangunan berkelanjutan yang lebih luas.

Keberhasilan Kolombia dalam melestarikan dan merehabilitasi hutan bakau memberikan harapan bagi negara-negara lain. Target global untuk melindungi 30 persen daratan dan lautan pada tahun 2030, yang disepakati dalam COP15, semakin dekat untuk dicapai.

Dengan mempercepat upaya konservasi dan restorasi mangrove yang digerakkan oleh masyarakat, kita dapat berkontribusi secara signifikan dalam mencapai target ambisius ini.

"Dengan kepemimpinan kuat dari masyarakat, komitmen pemerintah, dan dukungan lembaga keuangan, LSM, ilmuwan, dan ahli lainnya, ekosistem mangrove dapat mendukung komunitas, keanekaragaman hayati, dan planet yang sehat," pungkas Kelly dan Sierra-Correa. (Adi S/National Geographic Indonesia)

Baca juga: CarbonEthics Raup Rp 31,8 Miliar Kembangkan Karbon Biru

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Kasus ISPA Capai 13.449 Selama Juli-Agustus 2026, Ini Kelompok yang Rentan
Kasus ISPA Capai 13.449 Selama Juli-Agustus 2026, Ini Kelompok yang Rentan
LSM/Figur
Aturan Baru Uni Eropa soal Deforestasi Bakal Ubah Pasar Kopi Dunia
Aturan Baru Uni Eropa soal Deforestasi Bakal Ubah Pasar Kopi Dunia
Pemerintah
Tren Belanja Online: Konsumen Makin Pilih Kemasan Ramah Lingkungan
Tren Belanja Online: Konsumen Makin Pilih Kemasan Ramah Lingkungan
Pemerintah
Kapasitas PLTS Indonesia Baru 1,5 GW, AESI Soroti Hambatan Capai Target 100 GWp
Kapasitas PLTS Indonesia Baru 1,5 GW, AESI Soroti Hambatan Capai Target 100 GWp
Swasta
Studi: Janji Target Iklim Perusahaan Ternyata Minim Realisasi Anggaran Hijau
Studi: Janji Target Iklim Perusahaan Ternyata Minim Realisasi Anggaran Hijau
Pemerintah
BPDLH Siapkan Skema 'Blended Finance' untuk Hadapi Risiko Bencana Iklim
BPDLH Siapkan Skema "Blended Finance" untuk Hadapi Risiko Bencana Iklim
Pemerintah
Pesan yang Gugah Emosi Lebih Ampuh Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan
Pesan yang Gugah Emosi Lebih Ampuh Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan
LSM/Figur
United Tractors Gelar Wisuda 'Release Stunting' 2026
United Tractors Gelar Wisuda "Release Stunting" 2026
Swasta
PBB Sebut Target Batas Suhu Iklim 1,5 Derajat C Kian Sulit Dicapai
PBB Sebut Target Batas Suhu Iklim 1,5 Derajat C Kian Sulit Dicapai
Pemerintah
Indonesia Disebut Belum Resmi Ajukan Dana 'Loss and Damage', BPDLH Klaim Sudah Kirim Dua Proposal
Indonesia Disebut Belum Resmi Ajukan Dana "Loss and Damage", BPDLH Klaim Sudah Kirim Dua Proposal
LSM/Figur
Gelombang Panas Laut Ancam Kesehatan Anak-Anak Pesisir
Gelombang Panas Laut Ancam Kesehatan Anak-Anak Pesisir
Pemerintah
Industri Batu Bara di Tengah Transisi Energi, Bappenas Sebut Pekerja Informal Paling Sulit Beralih
Industri Batu Bara di Tengah Transisi Energi, Bappenas Sebut Pekerja Informal Paling Sulit Beralih
Pemerintah
Emisi Industri Fashion Naik 14 Persen Hanya dalam 2 Tahun
Emisi Industri Fashion Naik 14 Persen Hanya dalam 2 Tahun
Pemerintah
Bahaya Pestisida, Hampir 50 Persen Petani Dunia Keracunan Tiap Tahun
Bahaya Pestisida, Hampir 50 Persen Petani Dunia Keracunan Tiap Tahun
Pemerintah
Kerusakan Tanah Dunia Mengkhawatirkan, PBB Soroti Solusi yang Belum Maksimal
Kerusakan Tanah Dunia Mengkhawatirkan, PBB Soroti Solusi yang Belum Maksimal
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau