Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Karena Perubahan Iklim, “Sungai” Bisa Terbentuk di Atmosfer

Kompas.com, 11 April 2025, 15:26 WIB
Eriana Widya Astuti,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber Reuters

KOMPAS.com - Badan Kelautan dan Atmosfer Amerika Serikat menyebut bahwa sungai atmosfer dapat membawa air sebanyak 15 kali lebih banyak dari volume air yang ada di Sungai Mississippi sehingga bisa memicu terjadinya banjir.

Sungai atmosfer adalah aliran uap air yang terbawa hingga keluar daerah tropis. Aliran uap air yang berkapasitas sangat tinggi ini sering disamakan dengan sungai yang terbentuk di langit. Hal ini sebagaimana dikutip dari Reuters, Jumat (11/4/2025).

"Karena besarnya aliran uap air yang terkandung, apabila turun sebagai hujan atau salju mampu memberikan dampak negatif yang signifikan seperti terjadinya badai hujan atau badai salju, banjir, tanah longsor, bahkan bisa mengakibatkan kerusakan properti yang sangat besar," jelas lembaga tersebut.

 Baca juga: Cuaca Ekstrem Rusak Lingkungan, Turunkan Nilai Jasa Ekosistem

Contoh terjadinya sungai atmosfer yang terkenal adalah "Pineapple Express," sungai atmosfer kuat yang mampu membawa air dari daerah tropis dekat Hawaii ke Pantai Barat AS sehingga memicu tanah longsor yang memaksa pengendara transportasi pribadi maupun umum harus berenang untuk menyelamatkan diri dan menyebabkan rumah-rumah longsor ke bawah bukit.

Pada tahun 2021, sebuah sungai atmosfer membawa air hujan dengan kapasitas yang sama dengan hujan selama satu bulan di kawasan British Columbia Kanada dalam dua hari, yang memicu banjir dan tanah longsor. Hal itu menyebabkan hancurnya permukiman, dan memutus akses ke pelabuhan terbesar Kanada.

Adanya perubahan iklim menjadi salah satu faktor yang menyebabkan terbentuknya sungai atmosfer yang membawa bencana alam bagi umat manusia.

Para peneliti mengatakan bahwa, meningkatnya suhu permukaan bumi akan meningkatkan kadar uap air yang berada di udara sehingga menyebabkan peningkatan jumlah sungai di atmosfer secara keseluruhan.

Baca juga: Demi Pelanggan, UMKM Makin Tingkatkan Aksi Iklim

Secara global, perubahan iklim akan meningkatkan terjadinya sungai atmosfer sebesar 84% antara Desember dan Februari dan 113 persen antara Juni dan Agustus dengan penggunaan bahan bakar fosil yang terus meningkat, berdasarkan data yang diambil pada tahun 2024 lalu.

Disaat yang sama para peneliti, mengatakan bahwa meningkatnya sungai atmosfer yang kuat yang mampu memicu bencana itu, akan mengurangi sungai atmosfer sedang yang curah hujannya pas untuk mengisi tempat penampungan persediaan air yang berkontribusi untuk kehidupan sehari-hari.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau