Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kapal Pesiar Bertenaga Hidrogen Pertama Di Dunia Akan Segera Diluncurkan

Kompas.com, 11 April 2025, 15:47 WIB
Eriana Widya Astuti,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Perusahaan pelayaran Viking Cruises dan pembuat kapal asal Italia Fincantieri akan meluncurkan kapal pesiar pertama di dunia yang menggunakan tenaga hidrogen, yang artinya kapal ini bisa beroperasi tanpa menghasilkan emisi gas buang yang merusak lingkungan.

Kapal tersebut bernama Viking Libra. Saat ini kapal tersebut sedang dibangun di Ancona, Italia, dan dijadwalkan selesai pada akhir tahun 2026.

Kapal Viking Libra akan punya 499 kabin dan bisa menampung hampir 1.000 penumpang. Sistem mesinnya akan menggunakan hidrogen cair dan sel bahan bakar untuk menggerakkan kapal sekaligus menghasilkan listrik di dalam kapal. Ini adalah pertama kalinya teknologi seperti ini digunakan di kapal pesiar.

Baca juga: Dekarbonisasi Penerbangan, Airbus Kembangkan Pesawat Tenaga Hidrogen

Selain itu, saat ini Viking juga sedang membangun kapal serupa bernama Viking Astrea yang akan siap tahun 2027.

CEO Viking, Torstein Hagen, mengatakan bahwa mereka sejak awal memang telah merancang dengan cermat sehingga bisa mengurangi konsumsi bahan bakarnya, dan mereka sangat bangga saat berhasil mewujudkan Viking Libra dan Viking Astrea sebagai kapal yang akan lebih ramah lingkungan. Menurutnya, penggunaan hidrogen adalah langkah nyata menuju pelayaran tanpa emisi.

“Viking membuat keputusan yang berprinsip untuk berinvestasi dalam hidrogen, yang menawarkan solusi untuk membuat kapal tanpa menghasil. Kami berharap dapat menyambut kapal pesiar bertenaga hidrogen pertama di dunia dalam armada kami pada tahun 2026.” tambahnya, sebagaimana dikutip dari ESG Today, Jum'at (11/04/2025).

Sementara itu, Fincantieri menjelaskan bahwa kapal ini akan dilengkapi kontainer khusus untuk menyimpan hidrogen langsung di atas kapal, agar tidak tergantung pada pasokan hidrogen dari luar yang masih terbatas.

Hidrogen ini kemudian digunakan untuk menjalankan mesin dengan teknologi sel bahan bakar canggih yang dirancang khusus untuk perjalanan laut.

Baca juga: Pangkas Emisi Penerbangan, NASA Kembangkan Mesin Hidrogen Hibrida

CEO Fincantieri, Pierroberto Folgiero, menambahkan bahwa proyek ini menunjukkan komitmen kedua perusahaan untuk mendorong industri pelayaran menuju masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau