Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

SCG Hadirkan Beasiswa Sharing The Dream 2025 untuk Siswa SMA dan Mahasiswa

Kompas.com, 6 Mei 2025, 21:17 WIB
Zintan Prihatini,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan semen, SCG kembali meluncurkan program beasiswa SCG Sharing the Dream 2025 yang bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2025 lalu.

Country Director PT SCG Indonesia, Warit Jintanawan, mengatakan program tersebut bertujuan memperluas akses pendidikan serta memberdayakan generasi muda agar menjadi pemimpin masa depan yang berwawasan hijau dan berdaya saing global.

Di tahun ini, SCG bakal menyalurkan beasiswa kepada 415 siswa tingkat SMA/sederajat dan 12 mahasiswa D4 atau S1. Beasiswa itu pun terbuka bagi masyarakat umum, pelajar penyandang disabilitas, dan anak pekerja bangunan.

“Dalam rangka mencapai keberlanjutan secara penuh, kami di SCG percaya bahwa inklusivitas menjadi faktor yang penting. Sejalan dengan prinsip bisnis ESG 4 Plus, kami selalu berupaya untuk tidak mengabaikan siapapun dalam proses menuju net zero," ujar Warit dalam keterangannya, Selasa (6/5/2025).

Baca juga: Mahasiswa Desa Lingkar Tambang Raih Beasiswa MHU: Menuju Masa Depan Cerah dan Berkelanjutan

"Karena untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan, kita juga perlu membangun potensi masyarakat secara inklusif," imbuh dia.

Warit menjelaskan bahwa ESG 4 Plus merupakan komitmen yang dikembangkan oleh SCG dari prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Fokusnya antara lain mengurangi emisi karbon, menciptakan produk dan industri hijau, menekan kesenjangan sosial, hingga merangkul kolaborasi dengan berbagai stakeholder yang mengutamakan keadilan maupun transparansi di dalam dan di luar perusahaan.

SCG menargetkan penyaluran beasiswa SCG Sharing the Dream kepada pelajar yang berdomisili di tujuh wilayah operasional perusahaannya yakni Jakarta, Tangerang Selatan, Karawang, Sukabumi, Bogor, Bekasi, dan Gresik.

Baca juga: Wujudkan Lingkungan Belajar Suportif, PAMA Hadiri Temu Pendamping dan Penerima Beasiswa Dual Program di Astra Tech

Program itu juga diperluas ke wilayah Bandung melalui dukungan unit bisnis SCG Distribution and Retail Indonesia, PT Kokoh Inti Arebama.

"Melalui program ini, kami berkomitmen untuk memperluas akses pendidikan bagi generasi muda Indonesia, sekaligus memperkuat komitmen SCG dalam upaya mengurangi kesenjangan sosial," ucap Distribution Director SCG Distribution & Retail Indonesia, Thichet Srisuriyon.

Siswa dan mahasiswa yang terpilih akan menerima dana pendidikan sebesar Rp 2 juta per tahun untuk pelajar SMA, dan Rp 8 juta per tahun bagi mahasiswa. Pendaftaran beasiswa dibuka dari tanggal 2 Mei 2025 hingga 8 Juni 2025.

Baca juga: WIKA Salurkan Rp 700 Juta Beasiswa Pendidikan Anak Berprestasi

Komitmen untuk Pendidikan Berkelanjutan

Program SCG Sharing the Dream di Indonesia dijalankan bersama Ancora Foundation, lembaga filantropi, sejak 2012. Kemitraan itu menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan program berjalan dengan baik serta menjangkau lebih banyak pelajar di berbagai wilayah Indonesia.

Sejauh ini, program beasiswa memberikan dukungan kepada 4.460 pelajar tingkat SMA/sederajat dan mahasiswa jenjang S1 yang berdomisili di wilayah operasional SCG di Indonesia.

Perusahaan juga menghadirkan berbagai program pengembangan diri bagi para penerima beasiswa, untuk membantu meningkatkan keterampilan serta mendorong kontribusi bagi masyarakat.

Perusahaan ikut serta mendampingi pelajar terpilih dalam menjalankan community projects atau proyek komunitas yang mereka inisiasi sendiri. Tujuannya, agar manfaat dari beasiswa yang diberikan tidak berhenti pada para penerima beasiswa, tetapi juga bisa dirasakan oleh masyarakat luas.

Baca juga: Pelaporan Keberlanjutan Bakal Jadi Standar Pendidikan Akuntansi

Alya Zahra Sabira, terpilih untuk menerima pendampingan serta bantuan dari SCG untuk menjalankan proyek komunitasnya pada program Beasiswa SCG Sharing the Dream 2024.

Mahasiswi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta tersebut meluncurkan Lembur Lestari, proyek berbasis komunitas untuk mendorong masyarakat dalam mengelola sampah makanan rumah tangga secara berkelanjutan.

Alya membangun fasilitas pembuatan kompos serta mengumpulkan dan mengolah lebih dari 341 kilogram sampah makanan dari 40 rumah tangga di Desa Sukaraja, Sukabumi. Lainnya, mengolah sampah terkumpul menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat sekitar.

Baca juga: Bukan Makan Siang Bergizi Gratis, Papua Lebih Butuh Akses Pendidikan

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Perancis Minta Warga Batasi Makan Daging Demi Iklim dan Kesehatan
Perancis Minta Warga Batasi Makan Daging Demi Iklim dan Kesehatan
Pemerintah
Sektor Jasa Meningkat Namun Lapangan Kerja Layak Jauh dari Harapan
Sektor Jasa Meningkat Namun Lapangan Kerja Layak Jauh dari Harapan
Pemerintah
Atasi Air Sadah di Sumbawa, Siswa SMAN 1 Kembangkan Alat Distilasi Sederhana
Atasi Air Sadah di Sumbawa, Siswa SMAN 1 Kembangkan Alat Distilasi Sederhana
LSM/Figur
40 Persen Perusahaan Lebih Hati-hati Komunikasikan Keberlanjutan
40 Persen Perusahaan Lebih Hati-hati Komunikasikan Keberlanjutan
LSM/Figur
Pemkab Paser Bangun 2 TPST, Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar Semen
Pemkab Paser Bangun 2 TPST, Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar Semen
Pemerintah
AOP Exhibition, Wadah Berbagi Penerapan ESG untuk Anak Perusahaan Astra Otoparts
AOP Exhibition, Wadah Berbagi Penerapan ESG untuk Anak Perusahaan Astra Otoparts
Swasta
Hemat Energi dan Air, Palembang Icon Raih Sertifikasi EDGE Bertaraf Global
Hemat Energi dan Air, Palembang Icon Raih Sertifikasi EDGE Bertaraf Global
Swasta
Kompas Gramedia Resmikan 'Waste' Station untuk Daur Ulang Sampah
Kompas Gramedia Resmikan "Waste" Station untuk Daur Ulang Sampah
Swasta
149 Daerah Berstatus Sangat Kotor dalam Adipura, Kepala Daerahnya Bakal Diperiksa
149 Daerah Berstatus Sangat Kotor dalam Adipura, Kepala Daerahnya Bakal Diperiksa
Pemerintah
Banjir Jadi Faktor Pendorong Polusi Plastik di Sungai dan Laut
Banjir Jadi Faktor Pendorong Polusi Plastik di Sungai dan Laut
LSM/Figur
Eropa Larang Pemusnahan Pakaian Tak Laku, Industri Fashion Wajib Kelola Stok
Eropa Larang Pemusnahan Pakaian Tak Laku, Industri Fashion Wajib Kelola Stok
Pemerintah
Menteri LH Sebut Ada Dugaan Tindak Pidana Terkait Kebakaran Gudang Pestisida di Tangsel
Menteri LH Sebut Ada Dugaan Tindak Pidana Terkait Kebakaran Gudang Pestisida di Tangsel
Pemerintah
PLTS Atap di Indonesia, Bagaimana dengan Limbahnya?
PLTS Atap di Indonesia, Bagaimana dengan Limbahnya?
Swasta
Fenomena Overwork di Indonesia, Upah Rendah dan Jam Kerja Panjang
Fenomena Overwork di Indonesia, Upah Rendah dan Jam Kerja Panjang
LSM/Figur
Data Satelit Ungkap Luasnya Jelajah Paus Biru Kerdil di Perairan Indonesia
Data Satelit Ungkap Luasnya Jelajah Paus Biru Kerdil di Perairan Indonesia
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau