Semua produk, mulai dari label produk, kemasan premium, hingga merchandise perusahaan, dicetak dengan detail presisi tinggi dan tetap menjaga prinsip efisiensi.
Menurut Ali, hal Ini penting, mengingat kemasan tak hanya berfungsi melindungi produk, tapi juga membentuk persepsi dan nilai merek di mata konsumen.
“Klien kami sebagian besar adalah pelaku UMKM juga. Mereka makin sadar pentingnya memilih mitra usaha yang sejalan dengan nilai-nilai keberlanjutan,” tegas Ade.
Meski skalanya tak sebesar perusahaan multinasional, langkah yang dilakukan Pandawa 24 Jam menunjukkan bahwa UMKM pun bisa menjadi bagian dari solusi.
Edukasi kepada pelanggan, pemilihan teknologi yang minim limbah, serta efisiensi dalam penggunaan bahan baku mernjadi bentuk kontribusi nyata menuju industri yang lebih bertanggung jawab.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya