Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pantau Konsumsi Energi AI, IEA Resmikan Observatorium Khusus

Kompas.com, 23 Juni 2025, 16:08 WIB
Monika Novena,
Yunanto Wiji Utomo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Badan Energi Internasional (IEA) meresmikan observatorium yang dirancang khusus untuk memantau dan menganalisis secara mendalam konsumsi energi yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (AI) dan pusat data (data center) serta bagaimana keduanya saling terkait.

Pendorong utama di balik pembentukan observatorium energi dan AI ini adalah meningkatnya konsumsi energi dari pusat data serta minimnya data yang akurat mengenai konsumsi tersebut.

Observatorium yang baru dibentuk ini merupakan kelanjutan atau respons terhadap temuan dari laporan penting yang sudah diterbitkan IEA pada bulan April.

Laporan tersebut secara spesifik menganalisis bagaimana AI memengaruhi atau akan memengaruhi sektor energi, baik dari sisi konsumsi maupun potensi efisiensi.

Baca juga: Agar AI Tak Lagi Bias, UN Women Serukan Teknologi yang Ramah Gender

Salah satu temuan penting dari laporan tersebut adalah proyeksi yang mengkhawatirkan yakni permintaan listrik dari pusat data yang dioptimalkan untuk AI diperkirakan bisa meningkat berkali lipat pada tahun 2030.

Di sisi lain, meskipun AI dan pusat data meningkatkan konsumsi energi, di sisi lain, AI juga sudah digunakan dalam industri energi itu sendiri untuk menciptakan peluang positif.

Fatih Birol, Direktur Eksekutif IEA mengatakan AI dengan cepat menjadi salah satu teknologi paling signifikan dan berpengaruh di era kita saat ini.

"Observatorium energi dan AI yang baru diluncurkan merupakan bukti komitmen untuk membantu para pembuat keputusan global dalam merencanakan masa depan, terutama karena data dan analisis yang andal sangat penting untuk menghadapi perkembangan AI yang cepat," ungkap Birol, dikutip dari Power Engineering International, Senin (23/6/2025).

Observatorium energi dan AI yang baru dibentuk oleh IEA ini sendiri dapat diakses oleh publik.

Di dalamnya, observatorium ini menyediakan kumpulan data yang sangat lengkap yang disertai dengan perkakas interaktif.

Alat-alat ini memungkinkan siapa saja untuk menjelajahi dan menganalisis konsumsi listrik pusat data serta infrastruktur digital berdasarkan wilayah atau daerah.

Baca juga: Demi AI, Meta Kontrak Pakai Nuklir dari Pembangkit yang Nyaris Tutup

Observatorium energi dan AI yang baru ini juga menyertakan 20 studi kasus yang dipilih untuk menunjukkan bagaimana AI sudah diterapkan dalam berbagai macam penggunaan di seluruh sektor energi.

Laporan IEA memperkirakan bahwa saat ini konsumsi energi oleh pusat data di seluruh dunia mencapai sekitar 1,5 persen dari total konsumsi listrik global dan akan meningkat lebih dari dua kali lipat pada tahun 2030.

Meskipun konsumsi energi pusat data mungkin terlihat kecil dalam skala global secara keseluruhan, namun ini bisa menjadi tantangan besar bagi negara-negara individual. Ini karena pusat data cenderung terkonsentrasi atau mengelompok di lokasi-lokasi tertentu.

Pusat data AI menjadi perhatian karena skala daya komputasi yang sangat besar yang mereka butuhkan untuk melatih dan menjalankan model AI.

Kebutuhan ini telah menyebabkan munculnya kelompok-kelompok pusat data berskala gigawatt di berbagai wilayah di Amerika Serikat, dan juga di pusat-pusat utama Eropa seperti Frankfurt, London, Amsterdam, Paris, dan Dublin.

Data lain yang sangat berguna yang tersedia dalam observatorium energi dan AI ini adalah kit bisa mengetahui lokasi pusat data bersama dengan infrastruktur listrik dan digital yang terkait dengannya.

Baca juga: BRIN-Denmark Kembangkan Reaktor Nuklir Model Terbaru

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Dua Desa di Kaltim Ditetapkan Jadi Area Konservasi Pesut Mahakam
Dua Desa di Kaltim Ditetapkan Jadi Area Konservasi Pesut Mahakam
Pemerintah
Studi Ungkap 50 Persen Perairan Dunia Terkontaminasi Sampah
Studi Ungkap 50 Persen Perairan Dunia Terkontaminasi Sampah
LSM/Figur
Volume Sampah Dunia Diprediksi Melonjak 80 Persen pada 2050
Volume Sampah Dunia Diprediksi Melonjak 80 Persen pada 2050
Pemerintah
Ambisi Korsel: 60 Persen Motor Pengirim Barang Wajib Listrik pada 2035
Ambisi Korsel: 60 Persen Motor Pengirim Barang Wajib Listrik pada 2035
Pemerintah
Inggris Berencana Pangkas Pendanaan Iklim untuk Negara Berkembang
Inggris Berencana Pangkas Pendanaan Iklim untuk Negara Berkembang
Pemerintah
Bali Jadi Pusat Pariwisata, tapi Sampah Lautnya Kian Meningkat
Bali Jadi Pusat Pariwisata, tapi Sampah Lautnya Kian Meningkat
Pemerintah
Disebut Asia Tenggara Kontributor Terbesar, Kenapa Kadar Metana di Awal Tahun 2020-an Pecah Rekor
Disebut Asia Tenggara Kontributor Terbesar, Kenapa Kadar Metana di Awal Tahun 2020-an Pecah Rekor
Pemerintah
Peneliti Kaitkan Naiknya Kasus Gigitan Hiu dengan Perubahan Iklim
Peneliti Kaitkan Naiknya Kasus Gigitan Hiu dengan Perubahan Iklim
Pemerintah
Tren Global Predator Darat Berburu di Pesisir, Lebih dari 7.000 Penguin di Argentina Mati Selama 4 Tahun
Tren Global Predator Darat Berburu di Pesisir, Lebih dari 7.000 Penguin di Argentina Mati Selama 4 Tahun
LSM/Figur
SBTi Siapkan Standar Emisi Nol Bersih Baru bagi Industri Otomotif
SBTi Siapkan Standar Emisi Nol Bersih Baru bagi Industri Otomotif
LSM/Figur
Uni Eropa Terancam Kekurangan Bahan Mentah untuk Transisi Energi Bersih
Uni Eropa Terancam Kekurangan Bahan Mentah untuk Transisi Energi Bersih
Pemerintah
Patahkan Stigma, Inilah Kisah Kolaborasi Petani dengan Industri Tambang yang Bertanggung Jawab
Patahkan Stigma, Inilah Kisah Kolaborasi Petani dengan Industri Tambang yang Bertanggung Jawab
Swasta
United Tractors Cabang Padang Raih Penghargaan Kementerian UMKM
United Tractors Cabang Padang Raih Penghargaan Kementerian UMKM
Swasta
Menteri LH Larang Insinerator Mini di Bandung, Benarkah Emisinya Lebih Berbahaya?
Menteri LH Larang Insinerator Mini di Bandung, Benarkah Emisinya Lebih Berbahaya?
LSM/Figur
RDF Rorotan Bantu Kurangi Beban Bantargebang, Ini Cerita Warga
RDF Rorotan Bantu Kurangi Beban Bantargebang, Ini Cerita Warga
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau