Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PLTA Dunia Kembali Menggeliat, Didorong Pompa Penyimpan Energi

Kompas.com - 01/07/2025, 15:09 WIB
Monika Novena,
Yunanto Wiji Utomo

Tim Redaksi

Dari total potensi tersebut, sekitar 600 GW adalah proyek PSH, sementara 475 GW adalah proyek tenaga air konvensional.

Lebih lanjut, pertumbuhan pesat di sektor tenaga air, baik dalam bentuk PSH maupun hidro konvensional, terjadi karena dua alasan utama.

Pertama adalah meningkatnya kebutuhan dan dorongan untuk solusi penyimpanan listrik serta peran pembangkit listrik tenaga air konvensional dalam menyediakan energi bersih yang stabil dan berkontribusi pada pembangunan sistem energi yang rendah karbon secara keseluruhan.

"Seiring dengan terus tumbuhnya pasar energi terbarukan, tenaga air penyimpanan pompa memainkan peran yang makin penting dalam memastikan fleksibilitas dan stabilitas sistem," ungkap Eddie Rich, CEO IHA.

Baca juga: China Akan Miliki PLTA Terbesar di Dunia, Kalahkan Rekornya Sendiri

"Pada saat yang sama, bagi banyak wilayah, peningkatan tenaga air konvensional tetap menjadi prioritas untuk mencapai tujuan iklim dan pembangunan global. Dalam menghadapi meningkatnya volatilitas iklim, kita harus membangun tidak hanya sistem energi bersih, tetapi juga sistem yang tangguh," tambahnya.

Sementara itu, dalam hal pengembangan tenaga air di berbagai wilayah, China tetap menjadi yang terdepan atau pemimpin.

Pada tahun 2024, China menambahkan kapasitas pembangkit listrik tenaga air sebesar 14,4 Gigawatt.

Dari 14,4 GW kapasitas yang ditambahkan China, lebih dari 7,2 GW adalah PSH.

Penambahan kapasitas ini berada di jalur yang tepat dalam mencapai tujuan China yakni untuk mencapai 120 Gigawatt kapasitas PSH pada 2030.

Tahun 2024 juga tahun yang sangat penting atau bersejarah bagi energi terbarukan di Eropa karena kombinasi dari hidro, angin, dan surya menjadi sumber utama pasokan listrik di Uni Eropa

Kinerja ini didorong oleh curah hujan yang luar biasa tinggi sehingga produksi listrik dari tenaga air melonjak hingga mencapai 680 Terawatt-jam (TWh). Angka ini adalah yang tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir.

Sedangkan Afrika juga tengah mengalami lonjakan signifikan dalam penambahan kapasitas pembangkit listrik tenaga air pada tahun 2024, melebihi dua kali lipat dari tahun sebelumnya.

Meskipun tenaga air sudah menyumbang 20 persen dari listrik benua, potensi pengembangannya masih sangat besar, dengan hanya sekitar 11 persen dari total potensi 600 GW yang sudah dimanfaatkan.

Munculnya gelombang baru proyek, terutama yang digerakkan oleh pengembang swasta, menunjukkan masa depan yang cerah untuk energi hidro sebagai bagian krusial dari sistem energi Afrika yang berkembang.

Baca juga: Ironi Energi: Emisi Pecahkan Rekor meskipun Energi Terbarukan Melonjak

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Aliansi Perbankan Net Zero Hentikan Kegiatan Sementara
Aliansi Perbankan Net Zero Hentikan Kegiatan Sementara
Swasta
Paparan Logam dan Sulfat dalam Polusi Udara Berpotensi Tingkatkan Risiko Asma
Paparan Logam dan Sulfat dalam Polusi Udara Berpotensi Tingkatkan Risiko Asma
LSM/Figur
Tata Kelola Mangrove Perlu Terintegrasi dengan Tambak
Tata Kelola Mangrove Perlu Terintegrasi dengan Tambak
LSM/Figur
Krisis Iklim Makin Parah,  WALHI Desak Revisi UU Kehutanan Berparadigma Keadilan Ekologis
Krisis Iklim Makin Parah, WALHI Desak Revisi UU Kehutanan Berparadigma Keadilan Ekologis
LSM/Figur
Pesimis Kualitas Udara Jakarta Membaik, Menteri LH Ungkap Sumber Masalahnya
Pesimis Kualitas Udara Jakarta Membaik, Menteri LH Ungkap Sumber Masalahnya
Pemerintah
Badak di Kalimantan Timur Sisa Dua, Kemenhut Siapkan Induk Pengganti
Badak di Kalimantan Timur Sisa Dua, Kemenhut Siapkan Induk Pengganti
Pemerintah
Sudah Saatnya Penyelenggara Event Lebih Sustainable
Sudah Saatnya Penyelenggara Event Lebih Sustainable
Swasta
Studi Jawab Polemik Dampak Kebisingan Turbin Angin pada Manusia
Studi Jawab Polemik Dampak Kebisingan Turbin Angin pada Manusia
LSM/Figur
Produksi Daging Sapi di Brasil Picu Kenaikan Emisi Metana
Produksi Daging Sapi di Brasil Picu Kenaikan Emisi Metana
Pemerintah
Menteri LH: Banyak Produsen AMDK Pakai Air Tanah, Konservasi Cuma Mantra
Menteri LH: Banyak Produsen AMDK Pakai Air Tanah, Konservasi Cuma Mantra
Pemerintah
Laut Asam Melemahkan Gigi Hiu, Ancaman Baru bagi Predator Puncak
Laut Asam Melemahkan Gigi Hiu, Ancaman Baru bagi Predator Puncak
Pemerintah
'Circularity Tour', Aqua Libatkan Pelari Maybank Marathon dalam Aksi Lingkungan dan Ekonomi Sirkular
"Circularity Tour", Aqua Libatkan Pelari Maybank Marathon dalam Aksi Lingkungan dan Ekonomi Sirkular
Swasta
Alarm Punah! Badak Jawa Diprediksi Hilang 50 Tahun Lagi, Translokasi Jadi Jalan
Alarm Punah! Badak Jawa Diprediksi Hilang 50 Tahun Lagi, Translokasi Jadi Jalan
Pemerintah
Hampir 80 Persen Hiu Paus di Lokasi Wisata Luka Akibat Ulah Manusia
Hampir 80 Persen Hiu Paus di Lokasi Wisata Luka Akibat Ulah Manusia
Pemerintah
Penelitian Lebih dari Satu Dekade Ungkap Populasi Hiu Paus di Papua
Penelitian Lebih dari Satu Dekade Ungkap Populasi Hiu Paus di Papua
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau