Saat es mencair, tekanan ini dilepaskan, menyebabkan magma keluar dan membentuk gunung berapi Mocho-Choshuenco.
Baca juga: Negara Terancam Tenggelam, Penduduk Tuvalu Daftar Visa Perubahan Iklim Australia
Ancaman dari gunung berapi yang terpengaruh oleh es yang mencair ini tidak hanya di satu tempat, tapi di seluruh dunia. Ada ratusan gunung berapi aktif yang dekat dengan es, dan ini jadi perhatian global.
"Persyaratan utama untuk peningkatan eksplosivitas awalnya adalah memiliki lapisan gletser yang sangat tebal di atas dapur magma, dan titik pemicunya adalah ketika gletser ini mulai menyusut, melepaskan tekanan yang saat ini terjadi di tempat-tempat seperti Antartika," kata Moreno Yaeger.
Ilmuwan tersebut menekankan pula bahwa selain area yang sudah diteliti, wilayah seperti Amerika Utara, Selandia Baru, dan Rusia juga memiliki gunung berapi di bawah gletser yang perlu diteliti lebih mendalam karena potensi bahayanya.
Letusan gunung berapi bisa punya dua efek yang berlawanan. Jangka pendek, mereka bisa mendinginkan bumi karena memantulkan sinar matahari.
Tapi, jangka panjang, gas rumah kaca dari letusan itu malah akan mempercepat perubahan iklim.
"Seiring waktu, efek kumulatif dari beberapa letusan dapat berkontribusi pada pemanasan global jangka panjang karena penumpukan gas rumah kaca," paparMoreno Yaeger.
"Ini menciptakan lingkaran umpan balik positif, di mana gletser yang mencair memicu letusan, dan letusan tersebut pada gilirannya dapat menyebabkan pemanasan dan pencairan lebih lanjut," tambahnya.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya