Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

42 Perwakilan Anak Difasilitasi Wahana Visi Beraudiensi dengan Kementerian PPPA dan KPAI

Kompas.com - 15/07/2025, 19:24 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com – Wahana Visi Indonesia (WVI) menyelenggarakan Temu Anak Nasional (TEMAN) dengan memfasilitasi 42 perwakilan anak melakukan audiensi bersama Kementerian PPPA dan KPAI.

Kegiatan ini dilakukan untuk mengadvokasi pemenuhan hak anak dengan memastikan adanya partisipasi anak yang bermakna, sekaligus menyambut Hari Anak Nasional (HAN) 2025.

Dalam audiensi tersebut, anak-anak menyampaikan 12 poin usulan suara anak yang telah mereka kumpulkan dan sepakati dari daerahnya masing-masing. Mulai dari masih banyaknya perkawinan anak dan penggunaan sosial media seenaknya, perlunya sosialisasi penyebab dan cara mencegah kekerasan, serta penguatan perlindungan perundungan di sekolah.

Baca juga: Bukan Makan Siang Bergizi Gratis, Papua Lebih Butuh Akses Pendidikan

Selain itu, disampaikan juga mengenai banyaknya anak putus sekolah, pelibatan anak dalam penyampaian aspirasi, pengasuhan yang lebih baik untuk anak-anak yang tidak tinggal dengan orang tua, hingga permintaan untuk mendengarkan suara anak-anak tidak hanya saat HAN.

Devy Nia Pradika, Asdep Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Pemenuhan Hak Anak Wil. 1, Kemen PPPA menyampaikan terima kasih kepada anak-anak yang hadir atas usulan berharga yang disampaikan.

"Anak-anak sebaiknya tetap bersuara dan kami akan perjuangkan dan libatkan dalam
proses pembangunan. Kami akan terus berkolaborasi dengan lintas kementerian dan organisasi seperti WVI untuk isu perlindungan anak. Usulan ini akan kami teruskan kepada Ibu Menteri,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa 915/7/2025).

Sementara itu Ketua KPAI Ai Maryati Solihah juga mengapresiasi penyampaian suara anak-anak mengenai berbagai persoalan yang dihadapi.

"Suara anak-anak ini murni dan sudah masuk dalam musrenbang. KPAI akan kawal agar
negara hadir untuk anak-anak. Mengenai kekerasan anak di ranah digital, bersama-sama kita akan terus memperhatikan implementasi PP Tunas [PP untuk melindungi anak-anak di ruang digital] kedepannya,” ujar dia.

Baca juga: UNICEF: Pendidikan Anak Usia Dini Jadi Momen Emas bagi Pertumbuhan Anak

Angelina Theodora, Direktur Nasional WVI mengungkapkan bahwa anak-anak yang diajak beraudiensi merupakan perwakilannya dari anak-anak yang menjadi dampingan yayasan.

"Di tahun ini juga WVI telah mendampingi 181 Forum Anak di tingkat desa, 13 Forum anak di Kabupaten menjadi Pelopor dan Pelapor di wilayahnya, serta lebih dari 100 kelompok anak juga didampingi dalam berbagai kegiatan minat bakat," jelas dia.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Nikel dan Wajah Baru Morowali, dari Tanah Leluhur ke Pusat Industri Dunia
Nikel dan Wajah Baru Morowali, dari Tanah Leluhur ke Pusat Industri Dunia
Swasta
Dukung Pendidikan Inklusif, Garudafood Beri Beasiswa Santri Tunanetra hingga Anak Prasejahtera
Dukung Pendidikan Inklusif, Garudafood Beri Beasiswa Santri Tunanetra hingga Anak Prasejahtera
Swasta
Aliansi Perbankan Net Zero Hentikan Kegiatan Sementara
Aliansi Perbankan Net Zero Hentikan Kegiatan Sementara
Swasta
Paparan Logam dan Sulfat dalam Polusi Udara Berpotensi Tingkatkan Risiko Asma
Paparan Logam dan Sulfat dalam Polusi Udara Berpotensi Tingkatkan Risiko Asma
LSM/Figur
Tata Kelola Mangrove Perlu Terintegrasi dengan Tambak
Tata Kelola Mangrove Perlu Terintegrasi dengan Tambak
LSM/Figur
Krisis Iklim Makin Parah,  WALHI Desak Revisi UU Kehutanan Berparadigma Keadilan Ekologis
Krisis Iklim Makin Parah, WALHI Desak Revisi UU Kehutanan Berparadigma Keadilan Ekologis
LSM/Figur
Pesimis Kualitas Udara Jakarta Membaik, Menteri LH Ungkap Sumber Masalahnya
Pesimis Kualitas Udara Jakarta Membaik, Menteri LH Ungkap Sumber Masalahnya
Pemerintah
Badak di Kalimantan Timur Sisa Dua, Kemenhut Siapkan Induk Pengganti
Badak di Kalimantan Timur Sisa Dua, Kemenhut Siapkan Induk Pengganti
Pemerintah
Sudah Saatnya Penyelenggara Event Lebih Sustainable
Sudah Saatnya Penyelenggara Event Lebih Sustainable
Swasta
Studi Jawab Polemik Dampak Kebisingan Turbin Angin pada Manusia
Studi Jawab Polemik Dampak Kebisingan Turbin Angin pada Manusia
LSM/Figur
Produksi Daging Sapi di Brasil Picu Kenaikan Emisi Metana
Produksi Daging Sapi di Brasil Picu Kenaikan Emisi Metana
Pemerintah
Menteri LH: Banyak Produsen AMDK Pakai Air Tanah, Konservasi Cuma Mantra
Menteri LH: Banyak Produsen AMDK Pakai Air Tanah, Konservasi Cuma Mantra
Pemerintah
Laut Asam Melemahkan Gigi Hiu, Ancaman Baru bagi Predator Puncak
Laut Asam Melemahkan Gigi Hiu, Ancaman Baru bagi Predator Puncak
Pemerintah
'Circularity Tour', Aqua Libatkan Pelari Maybank Marathon dalam Aksi Lingkungan dan Ekonomi Sirkular
"Circularity Tour", Aqua Libatkan Pelari Maybank Marathon dalam Aksi Lingkungan dan Ekonomi Sirkular
Swasta
Alarm Punah! Badak Jawa Diprediksi Hilang 50 Tahun Lagi, Translokasi Jadi Jalan
Alarm Punah! Badak Jawa Diprediksi Hilang 50 Tahun Lagi, Translokasi Jadi Jalan
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau