Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tambah Panel Surya, Lippo Malls Bisa Tekan Emisi Karbon hingga Ribuan Ton CO2 per Tahun

Kompas.com, 28 Juli 2025, 19:17 WIB
Aningtias Jatmika,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com – PT Lippo Malls Indonesia (LMI) resmi mengoperasikan instalasi panel surya di dua lokasi baru, yakni Lippo Plaza Kramat Jati Jakarta Timur dan Lippo Plaza Batu Kota Batu, Jawa Timur pada Mei 2025.

Lippo Mall Cikarang—yang telah menjadi pelopor pemanfaatan energi terbarukan di jaringan LMI sejak 2024—juga meningkatkan kapasitas panel suryanya dalam tahap perluasan kedua.

Presiden Direktur PT Lippo Malls Indonesia Marlo Budiman menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bentuk nyata tanggung jawab perusahaan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan lewat upaya menekan emisi karbon sekaligus meningkatkan efisiensi energi

“Pemanfaatan energi surya adalah langkah strategis kami dalam mendukung operasional yang lebih hijau dan efisien. Kami percaya, pusat perbelanjaan modern harus ikut ambil bagian dalam menjaga kelestarian bumi, termasuk lewat pengurangan jejak karbon,” ujar Marlo dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (28/7/2025).

Baca juga: Pabrik Panel Surya Terbesar di Indonesia Bakal Produksi 1,4 Juta Lembar Per Tahun

Marlo menjabarkan, di Lippo Plaza Batu, sistem panel surya mulai dioperasikan pada Jumat (9/5/2025). Pemanfaatan energi matahari di pusat perbelanjaan ini mampu menghemat konsumsi listrik hingga 438.000 kWh atau sekitar Rp 525 juta per tahun. Dari sisi lingkungan, potensi penurunan emisi karbon diperkirakan mencapai 390 ton karbondioksida (CO2) per tahun.

Adapun Lippo Plaza Kramat Jati mulai mengoperasikan instalasi serupa pada Sabtu (10/9/2025). Panel surya di lokasi ini berkontribusi dalam mengurangi konsumsi listrik sekitar 511.000 kWh per tahun dengan efisiensi biaya mencapai Rp 613 juta. Pengurangan emisi karbon ditaksir sebesar 455 ton CO2 per tahun.

Sementara itu, Lippo Mall Cikarang, yang lebih dulu mengoperasikan energi surya sejak September 2024, kini menambah kapasitas sistemnya.

Baca juga: Gandeng Singapura, Pemerintah Bakal Bangun Industri Panel Surya di Riau

Perluasan tahap kedua yang mulai berjalan pada 12 Mei 2025 ini mampu menekan konsumsi listrik sebesar 1.226.000 kWh per tahun atau Rp 1,47 miliar. Emisi karbon yang berhasil dikurangi dari lokasi ini diperkirakan mencapai 1.100 ton CO2 per tahun.

Implementasi energi surya di tiga lokasi itu secara keseluruhan diperkirakan dapat mengurangi emisi karbon sebesar 1.945 ton CO2 per tahun.

“Jumlah ini setara dengan manfaat lingkungan dari menanam lebih dari 77.000 pohon,” ucap Marlo.

Dia menambahkan, inisiatif tersebut dijalankan melalui kerja sama dengan mitra penyedia energi terbarukan sehingga memungkinkan pengembangan berkelanjutan tanpa mengorbankan efisiensi operasional.

“Kami tak hanya berupaya memberikan pengalaman berbelanja bagi masyarakat, tetapi juga mendorong transformasi energi bersih sebagai kontribusi nyata terhadap mitigasi perubahan iklim,” tegas Marlo.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Banjir dan Air Limbah Tingkatkan Risiko Paparan Bakteri yang Resisten Antibiotik
Banjir dan Air Limbah Tingkatkan Risiko Paparan Bakteri yang Resisten Antibiotik
LSM/Figur
Tingkatkan Efisiensi Produksi, Industri Makanan Mulai Adopsi AI
Tingkatkan Efisiensi Produksi, Industri Makanan Mulai Adopsi AI
Swasta
Konsumsi Daging Global Naik 4 Kali Lipat, Apa Dampaknya Bagi Lingkungan?
Konsumsi Daging Global Naik 4 Kali Lipat, Apa Dampaknya Bagi Lingkungan?
LSM/Figur
IPB University Promosikan Potensi Agromaritim Indonesia di Korea Selatan
IPB University Promosikan Potensi Agromaritim Indonesia di Korea Selatan
Pemerintah
Menaikkan Pajak UMKM saat Terjadi Ketidakpastian Global Dinilai Kurang Tepat
Menaikkan Pajak UMKM saat Terjadi Ketidakpastian Global Dinilai Kurang Tepat
LSM/Figur
Studi Ungkap Hambatan Sulitnya Pensiunkan PLTU Batu Bara di Indonesia
Studi Ungkap Hambatan Sulitnya Pensiunkan PLTU Batu Bara di Indonesia
Pemerintah
Pakar IPB University Dorong Hilirisasi Industri Lobster Nasional
Pakar IPB University Dorong Hilirisasi Industri Lobster Nasional
Pemerintah
Kemenhut : Gap Pendanaan Konservasi Keanekaragaman Hayati Capai 74 Persen
Kemenhut : Gap Pendanaan Konservasi Keanekaragaman Hayati Capai 74 Persen
Pemerintah
Fitoplankton Bisa 'Kunci' Karbon di Lautan hingga Ribuan Tahun
Fitoplankton Bisa "Kunci" Karbon di Lautan hingga Ribuan Tahun
LSM/Figur
Kurangi Macet dan Polusi, Astra Ajak Karyawan Gunakan Transportasi Umum
Kurangi Macet dan Polusi, Astra Ajak Karyawan Gunakan Transportasi Umum
Swasta
KLH: Kawasan Rendah Emisi Bisa Jadi Daya Tarik Wisata, Andong dan Becak Ikonnya
KLH: Kawasan Rendah Emisi Bisa Jadi Daya Tarik Wisata, Andong dan Becak Ikonnya
Pemerintah
Kabar Baik untuk Bumi, Hutan Mangrove Dunia Mulai Pulih Kembali
Kabar Baik untuk Bumi, Hutan Mangrove Dunia Mulai Pulih Kembali
Pemerintah
Program 'SNI Goes to Campus' Dorong Kesadaran Mutu Pangan Nasional
Program "SNI Goes to Campus" Dorong Kesadaran Mutu Pangan Nasional
Swasta
Google Targetkan Pasok Air Bersih Lebih Besar dari Konsumsi Pusat Data
Google Targetkan Pasok Air Bersih Lebih Besar dari Konsumsi Pusat Data
Pemerintah
Konsumsi Listrik AI Diprediksi Capai 945 TWh pada 2030
Konsumsi Listrik AI Diprediksi Capai 945 TWh pada 2030
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau