"Studi kami menunjukkan betapa pentingnya ruang semi-alami di perkotaan bagi serangga. Kita bergantung pada serangga-serangga ini, bukan hanya untuk membuat taman kita indah, tetapi juga untuk mendukung sistem pertanian di seluruh dunia," katanya.
Studi ini juga mengungkap bahwa lalat kembang dan ngengat memiliki sensitivitas lebih tinggi. Mereka memerlukan bunga sebagai sumber makanan tetapi juga kanopi pohon dan semak serta tanaman untuk makanan ulat mereka.
Banyak lalat kembang (hoverflies) juga memerlukan air yang tergenang untuk berkembang biak.
Sementara semua karakteristik habitat ini bisa jauh lebih sulit ditemukan di area yang padat bangunan.
Lebih lanjut, tim peneliti mengungkapkan temuan-temuan ini harus menjadi dasar bagi pendekatan konservasi penyerbuk yang lebih cermat.
Mereka menekankan perlunya keterlibatan yang lebih besar dari para perencana kota, pemangku kepentingan, dan pembuat kebijakan. Tujuannya adalah untuk berhasil melindungi fitur-fitur habitat yang dibutuhkan untuk mendukung dan menjaga keragaman komunitas serangga penyerbuk di wilayah perkotaan.
Baca juga: Bisakah Serangga Jadi Solusi Limbah Plastik Dunia?
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya