JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, memastikan Operasi Modifikasi Cuaca atau OMC tetap dilaksanakan saat terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Nusa Tenggara Timur.
Dia menyebut, OMC dilakukan meski NTT tidak masuk provinsi prioritas penanganan karhutla. Provinsi yang menjadi prioritas antara lain Sumatera Selatan, Jambi, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan
"Karena NTT bukan lahan gambut ya, kalau sudah kebakar kami laksanakan OMC padam. Tidak harus heli water bombing, tidak harus operasi darat dengan melaksanakan operasi modifikasi cuaca langsung padam," ujar Suharyanto saat ditemui di kantor BMKG, Jakarta Pusat, Selasa (12/8/2025).
Baca juga: Karhutla 2025 Perparah Krisis Iklim dan Membuat Cuaca Makin Panas
Dia memastikan, OMC terus digelar di NTT dengan melihat kondisi lahan yang terbakar. OMC juga termasuk untuk meredam abu vulkanik pasca erupsi Gunung Lewotobi.
"Kami laksanakan OMC, dan sekaligus juga untuk membantu masyarakat meningkatkan kualitas udara di sana," tutur dia.
Mengutip laman Sipongi, Senin (11/8/2025), karhutla paling banyak terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan luasan 1.424 ha. Kemudian disusul Kalimantan Barat 1.149 ha, Riau 751 ha, Nusa Tenggara Barat 662 ha.
Lalu Sumatera Barat seluas 511 ha, Sulawesi Selatan 474 ha, Maluku 421 ha, Aceh 354 ha, Kalimantan Timur 331 ha, Sumatera Utara 309 ha, serta Sulawesi Tengah 302 ha.
Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan, Thomas Nifinluri, menyebutkan provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak berdasarkan pantauan satelit Terra Aqua Nasa antara lain Kalimantan Barat (390 titik), Riau (242 titik), Sulawesi Selatan (134 titik), dan Sumatera Utara (115 titik).
Baca juga: Ilmuwan Ungkap Dampak Tak Kasatmata Karhutla, Picu Polusi Ozon Berbahaya
"Hotspot adalah titik panas sebagai indikasi terjadinya karhutla berdasarkan deteksi satelit, yang harus diverifikasi dengan pengecekan lapangan terlebih dahulu apakah titik panas tersebut adalah karhutla atau bukan," jelas dia.
Manggala Agni dan Tim Satgas Dalkarhutla paling banyak memadamkan api di Kalbar 503 kali dengan luas 1.899 ha, Sumatera Utara 385 kali groundcheck dan pemadaman seluas 3.866 ha, Riau sebanyak 281 kali groundcheck dan pemadaman dengan luas 3.146 ha.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya