KOMPAS.com - Bagian pohon anggur yang dulunya dipangkas dan dibakar di kebun anggur, kini bisa segera digunakan untuk membungkus bahan makanan Anda.
Para ilmuwan telah mengembangkan film (lapisan) biodegradable dari pangkasan pohon anggur yang menyerupai plastik, namun bisa terurai dalam waktu sedikit lebih dari dua minggu.
Terobosan ini berasal dari South Dakota State University (SDSU), yang dipimpin oleh Associate Professor Srinivas Janaswamy, dan dilakukan berkolaborasi dengan ahli pohon anggur, Anne Fennell.
Hasil terbaru menunjukkan bahwa film yang dicetak dari selulosa yang diekstrak dari ranting pohon anggur memiliki sifat transparan, kuat, dan cepat terurai secara hayati.
Seperti yang kita ketahui kebanyakan kemasan hanya digunakan sekali lalu dibuang, dan bahan dasarnya adalah minyak bumi.
Baca juga: Minuman dalam Kemasan Plastik Kecil Paling Berbahaya bagi Lingkungan
Kemasan ini bertahan di tempat pembuangan sampah dan lautan selama berabad-abad, sementara hanya sebagian kecil saja yang didaur ulang. Kepingan mikro- dan nanoplastik juga terlepas dan menyebar ke mana-mana.
Melansir Earth, Rabu (13/8/2025) ide pemanfaatan pohon anggur ini bermula setelah sebuah diskusi di kampus.
Fennell, yang juga seorang profesor agronomi, hortikultura, dan ilmu tumbuhan, menyadari bahwa ranting anggur kaya akan selulosa dan diproduksi dalam jumlah besar setiap musim dingin. Namun, sebagian besar ranting tersebut hanya dihancurkan menjadi mulsa, dikomposkan, atau dibakar.
"Setiap tahun, kami memangkas sebagian besar biomassa dari pohon anggur. Ranting yang dipangkas itu lalu dicacah, dijadikan kompos untuk dikembalikan ke tanah, atau dibakar. Saya pun berpikir kenapa tidak kita gunakan saja bahan ini untuk membuat film (lapisan) bernilai tinggi?,” katanya.
Tim peneliti mengeringkan dan menggiling ranting-ranting anggur. Setelah itu, mereka mengekstrak residu selulosa yang mirip kapas, melarutkannya, dan mencetaknya di atas lempengan kaca untuk membentuk lembaran tipis dan seragam. Hasilnya terlihat seperti film kemasan yang bening.
Baca juga: Riset Ungkap 88 Titik Timbunan Sampah di Kali Surabaya, Dikuasai Plastik
Tes menunjukkan kombinasi sifat-sifat yang luar biasa. Film dari pohon anggur tersebut transparan, yang merupakan sifat penting untuk kemasan.
Film ini juga kuat. Dalam tes kekuatan tarik, kinerjanya lebih baik dari kantong plastik biasa. Selain itu, film ini bisa terurai secara hayati (biodegradasi) di dalam tanah dalam waktu 17 hari dan tidak meninggalkan residu berbahaya.
“Dengan menggunakan pangkasan pohon anggur yang kurang dimanfaatkan sebagai sumber selulosa untuk film kemasan, ini dapat meningkatkan pengelolaan limbah di lahan dan mengatasi masalah global polusi plastik,” jelas Janaswamy.
“Pengembangan film ramah lingkungan dari selulosa pohon anggur merupakan pendekatan praktis untuk keberlanjutan. Ini membantu melestarikan lingkungan dan sumber dayanya, serta berkontribusi pada bioekonomi sirkular,” tambahnya.
Kemasan film yang terbuat dari pohon anggur yang bisa hilang dalam 17 hari bukanlah solusi sempurna untuk semua masalah. Namun, ini adalah langkah nyata menuju rak-rak toko yang lebih bersih, tempat sampah yang lebih bersih, dan lautan yang lebih bersih.
Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Sustainable Food Technology.
Baca juga: Plastik Rusak Lingkungan, tapi Subsidinya Diprediksi Naik 150 Miliar Dollar AS
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya