Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Program ASRIDiapresiasi karena Tingkatkan Kesadaran soal Krisis Iklim

Kompas.com, 21 Agustus 2025, 22:00 WIB
Manda Firmansyah,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengapresiasi program Akademi Sekolah Lestari (ASRI) KG Media yang mengedukasi isu keberlanjutan (sustainability) di lingkungan sekolah.

Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan DKI Jakarta, Herdiana menyatakan, program ASRI sangat dibutuhkan untuk mengubah karakter siswa dan membudayakan kesadaran lingkungan di sekolah.

Ia menganggap penting keterlibatan anak-anak muda dalam upaya pelestarian lingkungan. Anak-anak muda di perkotaan Jakarta kurang memiliki kedekatan dengan alam, bahkan cenderung melupakannya. Padahal, kehidupan manusia sangat bergantung pada alam.

Baca juga: Ancaman Perubahan Iklim, Hutan Paling Beragam di Dunia Tak Mampu Adaptasi

"Anak-anak kita sekarang harus dibawa kembali ke alam. Apalagi di perkotaan ini ya, sebagian dari anak-anak muda tidak terasa tercabut dari alam, melupakan alam, seperti kacang lupa kulitnya," ujar Herdiana di lokasi kegiatan, SMA Tarakanita 1, Kabayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (21/8/2025).

Menurut Herdiana, program ASRI dapat menginspirasi siswa-siswi di Jakarta untuk lebih memperhatikan lingkungan dan isu keberlanjutan lainnya. Apalagi, kesadaran pelestarian lingkungan dan isu keberlanjutan lainnya sangat krusial mengingat potensi bencana di Indonesia, terutama di wilayah Ring of Fire.

Selain itu, kata dia, program ASRI juga bisa meningkatkan kesadaran siswa-siswi terhadap krisis iklim dan isu keberlanjutan di saat Jakarta harus menghadapi tantangan lingkungan sebagai kota besar sekaligus ibukota Indonesia.

"Ini situasi di Jakarta, ada masalah pencemaran lingkungan, baik udara, tanah, dan air itu sudah sangat tinggi sekali, dan program ASRI ini sangat penting (karena) terkait (hal) ini, termasuk mengajarkan bagaimana mengelola sampah. Ini salah satu PR Jakarta," tutur Herdiana.

Jika kepedulian tidak ditumbuhkan mulai sekarang, maka permasalahan lingkungan Jakarta di masa depan akan semakin parah. Ia ingin program ASRI bisa diajarkan juga ke siswa-siswi di level sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.

"Kalau anak-anak memahami ini. InsyaAllah, mungkin beberapa tahun ke depan, Jakarta bisa jadi lebih asri. Mungkin polusinya lebih turun, kualitas udaranya lebih baik, (dan) potensi bencana seperti banjir bisa berkurang," ucapnya.

Ia juga berharap program ASRI bisa terus digalakkan di sekolah-sekolah Jakarta maupun kota-kota lainnya agar terbangun kesadaran dampak krisis iklim di kalangan siswa.

Di sisi lain, kata dia, program ASRI dapat menjadi nilai tambah bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di luar negeri. Ia menilai, program ASRI sangat relevan dan bisa menjadi bagian dari portofolio siswa.

"Bahkan, (program ASRI) ini (penting) bagi siswa-siswi beberapa sekolah elit yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi di luar negeri. Program seperti (ASRI) itu sekarang menjadi prasyarat untuk bisa diterima di perguruan tinggi luar negeri yang top level," ujar Herdiana.

Baca juga: BMKG: Perubahan Iklim Picu Cuaca Ekstrem di Indonesia

Senada, perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Ria Lantasih, juga mengapresiasi program ASRI karena meningkatkan kesadaran dan keberlanjutan lingkungan di kalangan siswa SMA.

Ia menganggap, kegiatan dalam program ASRI sejalan dengan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah, yang telah dijalankan oleh Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Yaitu, program sekolah Adiwiyata.

Ia menilai, program ASRI merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya mendorong sekolah-sekolah Adiwiyata di Jakarta.

"Kami berharap sekolah-sekolah yang ikut program ASRI Menyapa ini minimal bisa mengelola sampahnya dengan baik," tutur Ria.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Aktivitas Fisik Jadi Upaya Adaptasi Perubahan Iklim, Ini Alasannya
Aktivitas Fisik Jadi Upaya Adaptasi Perubahan Iklim, Ini Alasannya
LSM/Figur
United Tractors Dapat 2 Penghargaan pada Peringatan Bulan K3 Nasional 2026
United Tractors Dapat 2 Penghargaan pada Peringatan Bulan K3 Nasional 2026
Swasta
Kesepakatan Impor Migas RI-AS Dinilai Berisiko bagi Ketahanan Energi Nasional
Kesepakatan Impor Migas RI-AS Dinilai Berisiko bagi Ketahanan Energi Nasional
LSM/Figur
Panas Ekstrem Bisa Batasi Aktivitas Manusia, Lansia Paling Terdampak
Panas Ekstrem Bisa Batasi Aktivitas Manusia, Lansia Paling Terdampak
LSM/Figur
SOBI dan Parongpong RAW Lab, Bantu Masyarakat Ubah Sistem Pangan dan Olah Limbah
SOBI dan Parongpong RAW Lab, Bantu Masyarakat Ubah Sistem Pangan dan Olah Limbah
Swasta
65.000 liter Bahan Kimia Alkali Dituang ke Laut untuk Hadapi Pemanasan Global
65.000 liter Bahan Kimia Alkali Dituang ke Laut untuk Hadapi Pemanasan Global
Pemerintah
Deloitte: Booming Pusat Data Asia Pasifik Uji Ketahanan Sistem Energi Berbagai Negara
Deloitte: Booming Pusat Data Asia Pasifik Uji Ketahanan Sistem Energi Berbagai Negara
Pemerintah
Cara Kurangi Beban Sampah Bantargebang Bisa Dimulai dari Rumah Tangga
Cara Kurangi Beban Sampah Bantargebang Bisa Dimulai dari Rumah Tangga
Pemerintah
DBS Salurkan Rp 11,2 Miliar untuk 5 Bisnis Sosial Indonesia, Bantu Dokter di Desa Pakai AI
DBS Salurkan Rp 11,2 Miliar untuk 5 Bisnis Sosial Indonesia, Bantu Dokter di Desa Pakai AI
Swasta
Perempuan Indonesia Lebih Tekun Belajar AI Dibanding Laki-laki
Perempuan Indonesia Lebih Tekun Belajar AI Dibanding Laki-laki
Swasta
Bumi Memanas Lebih Cepat, Batas 1,5 Derajat Diprediksi Terlampaui Sebelum 2030
Bumi Memanas Lebih Cepat, Batas 1,5 Derajat Diprediksi Terlampaui Sebelum 2030
LSM/Figur
Indonesia Diprediksi Dilanda Gelombang Panas per April, Suhu di Atas Normal
Indonesia Diprediksi Dilanda Gelombang Panas per April, Suhu di Atas Normal
LSM/Figur
THR Tak Bikin Daya Beli Masyarakat Naik, Ahli Jelaskan Penyebabnya
THR Tak Bikin Daya Beli Masyarakat Naik, Ahli Jelaskan Penyebabnya
LSM/Figur
Mikroba Laut Dalam Jadi Sekutu Hadapi Perubahan Iklim
Mikroba Laut Dalam Jadi Sekutu Hadapi Perubahan Iklim
Pemerintah
Pulihkan Kualitas Air, 7.000 Liter Eco Enzyme Dituangkan ke Sungai Jeletreng Tangsel
Pulihkan Kualitas Air, 7.000 Liter Eco Enzyme Dituangkan ke Sungai Jeletreng Tangsel
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau