Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sekolah di Sumut Didorong Naik Kelas, Tanoto Foundation Bekali Guru dan Kepala Sekolah

Kompas.com, 29 Agustus 2025, 10:02 WIB
Manda Firmansyah,
Yunanto Wiji Utomo

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Sumatera Utara (Sumut) terus digulirkan Tanoto Foundation. 

Lembaga filantropi itu mendampingi sekolah-sekolah melalui beragam program, mulai dari pelatihan guru, penguatan sistem monitoring, hingga penyusunan roadmap sesuai kebutuhan masing-masing sekolah.

Salah satu contohnya terlihat di RGM Besitang, Kabupaten Langkat. Program di sekolah tersebut berfokus pada manajemen sekolah.

“Kami memberikan pelatihan untuk guru agar mereka bisa menerapkan pembelajaran aktif, kemudian bagaimana mereka punya sistem monitoring di antara gurunya, kepala sekolahnya juga punya output-output tahunan yang bisa dia langsung pakai untuk mengambil keputusan," ujar Feliani, salah satu dari sembilan orang angkatan pertama Tanoto Foundation Fellowship Program.

Menurut Feliani, Fellowship Program bukan sekadar mendampingi guru. Program ini juga mendorong terciptanya roadmap berisi poin-poin penting untuk akreditasi berkelanjutan, mulai dari penanaman nilai, penyediaan layanan, hingga terciptanya lingkungan belajar yang lebih mendukung bagi siswa.

Tanoto Foundation saat ini menjangkau sekolah-sekolah di Kabupaten Langkat, Batubara, Karo, dan Asahan. Fokus utama pendampingan ada pada literasi dan numerasi di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), serta penguatan pendidikan anak usia dini (PAUD) di beberapa wilayah, seperti Besitang.

Kerja sama dengan dinas pendidikan setempat memungkinkan Tanoto Foundation untuk masuk ke hampir semua sekolah negeri di daerah-daerah tersebut. Dengan cara ini, program diharapkan bisa memberi dampak yang lebih luas sekaligus berkelanjutan.

Seiring berjalannya program, Tanoto Foundation juga membuka Fellowship Program angkatan kedua. Sepuluh anak muda terpilih akan ditempatkan di daerah untuk mendampingi sekolah sekaligus menghidupkan energi baru dalam pengelolaan pendidikan.

Baca juga: Pasar Modal Salurkan Bantuan Infrastruktur, Kesehatan, dan Pendidikan di Aceh

Country Head Tanoto Foundation Indonesia, Inge Kusuma, menegaskan bahwa Fellowship Program dirancang untuk mendukung percepatan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-4 mengenai pendidikan berkualitas.

"Apapun yang kami desain pada saat membuat program yang banyak seperti ini, dari mulai pendidikan anak usia dini, stunting, pendidikan dasar, beasiswa, pelatihan kepemimpinan, sampai kepemimpinan masa depan itu harus dikaitkan dengan SDGs," ujar Inge.

Ia menambahkan, prinsip Fellowship Program angkatan kedua tidak banyak berbeda dengan sebelumnya, hanya ada beberapa perbaikan teknis terkait manajemen waktu dan penugasan yang lebih nyata.

"Kami akan melihat nanti studi dampak dari program ini, baru kalau dilihat sangat signifikan hasilnya, kami akan merekrut yang lebih banyak, bukan lagi pilot batch (angkatan) satu dan (angkatan) dua," tutur Inge.

Head of Leadership Development and Scholarship Tanoto Foundation, Yosea Kurnianto, menambahkan bahwa dampak jangka panjang dari program ini adalah pengembangan sumber daya manusia.

"Kami mengukur perkembangan kompetensi, bagaimana semua efisiensi, kolaborasi, kemudian didorong oleh tujuan dan sebagainya. Kami berharap dari pertama dia masuk sampai satu tahun kompetensinya bertambah," ucapnya.

Selain mendampingi sekolah, para peserta Fellowship Program juga dituntut menghadirkan portofolio inovatif selama masa penugasan. Mereka diharapkan bisa membawa ide-ide segar, sekaligus menjalin kerja sama dengan para pemangku kepentingan di daerah.

Baca juga: Dari Kesehatan hingga Pendidikan, Begini Cara April Group Dukung Kesejahteraan Anak

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Dua Desa di Kaltim Ditetapkan Jadi Area Konservasi Pesut Mahakam
Dua Desa di Kaltim Ditetapkan Jadi Area Konservasi Pesut Mahakam
Pemerintah
Studi Ungkap 50 Persen Perairan Dunia Terkontaminasi Sampah
Studi Ungkap 50 Persen Perairan Dunia Terkontaminasi Sampah
LSM/Figur
Volume Sampah Dunia Diprediksi Melonjak 80 Persen pada 2050
Volume Sampah Dunia Diprediksi Melonjak 80 Persen pada 2050
Pemerintah
Ambisi Korsel: 60 Persen Motor Pengirim Barang Wajib Listrik pada 2035
Ambisi Korsel: 60 Persen Motor Pengirim Barang Wajib Listrik pada 2035
Pemerintah
Inggris Berencana Pangkas Pendanaan Iklim untuk Negara Berkembang
Inggris Berencana Pangkas Pendanaan Iklim untuk Negara Berkembang
Pemerintah
Bali Jadi Pusat Pariwisata, tapi Sampah Lautnya Kian Meningkat
Bali Jadi Pusat Pariwisata, tapi Sampah Lautnya Kian Meningkat
Pemerintah
Disebut Asia Tenggara Kontributor Terbesar, Kenapa Kadar Metana di Awal Tahun 2020-an Pecah Rekor
Disebut Asia Tenggara Kontributor Terbesar, Kenapa Kadar Metana di Awal Tahun 2020-an Pecah Rekor
Pemerintah
Peneliti Kaitkan Naiknya Kasus Gigitan Hiu dengan Perubahan Iklim
Peneliti Kaitkan Naiknya Kasus Gigitan Hiu dengan Perubahan Iklim
Pemerintah
Tren Global Predator Darat Berburu di Pesisir, Lebih dari 7.000 Penguin di Argentina Mati Selama 4 Tahun
Tren Global Predator Darat Berburu di Pesisir, Lebih dari 7.000 Penguin di Argentina Mati Selama 4 Tahun
LSM/Figur
SBTi Siapkan Standar Emisi Nol Bersih Baru bagi Industri Otomotif
SBTi Siapkan Standar Emisi Nol Bersih Baru bagi Industri Otomotif
LSM/Figur
Uni Eropa Terancam Kekurangan Bahan Mentah untuk Transisi Energi Bersih
Uni Eropa Terancam Kekurangan Bahan Mentah untuk Transisi Energi Bersih
Pemerintah
Patahkan Stigma, Inilah Kisah Kolaborasi Petani dengan Industri Tambang yang Bertanggung Jawab
Patahkan Stigma, Inilah Kisah Kolaborasi Petani dengan Industri Tambang yang Bertanggung Jawab
Swasta
United Tractors Cabang Padang Raih Penghargaan Kementerian UMKM
United Tractors Cabang Padang Raih Penghargaan Kementerian UMKM
Swasta
Menteri LH Larang Insinerator Mini di Bandung, Benarkah Emisinya Lebih Berbahaya?
Menteri LH Larang Insinerator Mini di Bandung, Benarkah Emisinya Lebih Berbahaya?
LSM/Figur
RDF Rorotan Bantu Kurangi Beban Bantargebang, Ini Cerita Warga
RDF Rorotan Bantu Kurangi Beban Bantargebang, Ini Cerita Warga
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau