Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Angkat Isu Kesehatan Mental Lewat Film Pendek, Ini Pemenang Inspiring Asia Micro Film Festival 2025

Kompas.com, 29 September 2025, 16:17 WIB
Add on Google
Bambang P. Jatmiko

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com – Kesehatan mental menjadi salah satu isu yang belakangan ini mulai mendapatkan perhatian, termasuk dalam penyelenggaraan festival film. 

Salah satu festival film yang mengangkat isu kesehatan mental ini adalah "Inspiring Asia Micro Film Festival 2025" yang pada tahun ini Indonesia terpilih sebagai tuan rumah untuk pertama kalinya.

Ajang internasional ini memberi ruang bagi sineas muda untuk mengekspresikan diri lewat film pendek, dengan tema besar "To Be Seen" yang menyoroti isu kesehatan mental remaja.

Festival yang digelar oleh Li Foundation ini melibatkan pelajar, komunitas, hingga lembaga sosial, serta mendorong kesadaran publik lewat karya film pendek.

Baca juga: Industri Udang Berkelanjutan, KKP Minta Anak Muda Inovasi di Tambak

Di Indonesia, gerakan ini hadir melalui kampanye #InspiringIndonesia, dengan dukungan berbagai mitra filantropi dan lembaga regional yakni Djarum Foundation, Tanoto Foundation, A Better World Foundation, dan Campaign for Good; platform partners yaitu Asia Philanthropy Circle dan Asia Community Foundation; serta anchor partners seperti Bluehill, Enlight Foundation, Li Foundation, dan Rockefeller Brothers Fund.

Dari lebih dari 50 karya yang masuk, 14 film terpilih melalui community voting yang melibatkan lebih dari 2.000 partisipan di platform Campaign for Good.

Tiga finalis dari tiap kategori kemudian tampil dalam Screening & Awarding Day di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, pada 17 September 2025.

Tiga juri lintas bidang hadir menilai langsung karya finalis, yaitu sutradara dan Oscar voter Kamila Andini, komika sekaligus filmmaker Bene Dion Rajagukguk, serta psikolog dan pembicara publik Analisa Widyaningrum.

Hasilnya, dua film terpilih sebagai yang terbaik. Film dengan judul Yang Diam Yang Bersuara”  produksi Hello Sister dinobatkan sebagai Best Project, sementara “Mania Dunia Nia” karya Lagi Liburan Films menyabet penghargaan Best Micro Film.

“Yang Diam Yang Bersuara” bercerita tentang seorang mahasiswa yang mendapat perlakuan tidak pantas dari dosen pembimbing. Film ini diproduksi komunitas Hello Sister, yang bergerak dalam pencegahan kekerasan terhadap perempuan di Sumatra Selatan.

Baca juga: 5 Dampak Konten Flexing di Media Sosial pada Kesehatan Mental, Termasuk Menurunkan Kepuasan Hidup

Sementara itu, “Mania Dunia Nia” menyoroti kisah seorang mahasiswa baru yang terhimpit tuntutan akademis, pekerjaan, serta distraksi media sosial.

Sutradara film ini, Yosafat, menyebut karyanya lahir dari proses panjang dan beresonansi dengan pengalaman banyak anak muda. Produsernya, Januar David Ciu, menambahkan bahwa film tersebut terinspirasi dari realitas media sosial yang kerap berdampak negatif terhadap kesehatan mental.

"Festival ini menjadi ruang penting bagi sineas muda untuk berkreasi sekaligus menggerakkan perubahan sosial," ujar Kamila Andini sebagaimana dikutip dari keterangan resmi pekan lalu.

Pemenang dari Indonesia akan melaju ke Grand Final Inspiring Asia Micro Film Festival 2025 di Singapura pada 25 Oktober mendatang, dengan total hadiah mencapai 150.000 dolar AS.

Tahun ini, festival mencatat rekor lebih dari 800 submisi dari 70 negara, menegaskan perannya sebagai ajang regional yang merayakan kreativitas anak muda Asia dalam mengangkat isu kemanusiaan.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Pertamina Lirik Tebu jadi Bahan Baku Bensin Nabati
Pertamina Lirik Tebu jadi Bahan Baku Bensin Nabati
BUMN
BRIN Dorong Pengembangan PLTSa untuk Tangani Sampah di Wilayah 3T
BRIN Dorong Pengembangan PLTSa untuk Tangani Sampah di Wilayah 3T
Pemerintah
Menteri LH Perkuat Penegakan Hukum Kasus Karhutla
Menteri LH Perkuat Penegakan Hukum Kasus Karhutla
Pemerintah
BMKG Sebut Hujan Bakal Melanda hingga 20 April, Ini Wilayah yang Harus Waspada
BMKG Sebut Hujan Bakal Melanda hingga 20 April, Ini Wilayah yang Harus Waspada
Pemerintah
Waste4Change: Produksi Sampah Nasional Per Hari Setara 12 Candi Borobudur
Waste4Change: Produksi Sampah Nasional Per Hari Setara 12 Candi Borobudur
LSM/Figur
Pangkas Emisi, Perusahaan Logistik Global Beralih ke Avtur Ramah Lingkungan
Pangkas Emisi, Perusahaan Logistik Global Beralih ke Avtur Ramah Lingkungan
Swasta
Gas Metana di Atmosfer Melonjak Dalam 4 Tahun, Tertinggi pada 2021
Gas Metana di Atmosfer Melonjak Dalam 4 Tahun, Tertinggi pada 2021
LSM/Figur
Minim Aksi Iklim, Pendapatan Rata-Rata Masyarakat Dunia Diprediksi Turun 15 Persen
Minim Aksi Iklim, Pendapatan Rata-Rata Masyarakat Dunia Diprediksi Turun 15 Persen
Pemerintah
ISO Perbarui Standar Utama Manajemen Lingkungan
ISO Perbarui Standar Utama Manajemen Lingkungan
Swasta
Dosen Unej Teliti Tanaman Zaman Prasejarah di Geopark Ijen
Dosen Unej Teliti Tanaman Zaman Prasejarah di Geopark Ijen
LSM/Figur
Krisis Selat Hormuz, FAO Ingatkan Bahaya Inflasi Pangan Global
Krisis Selat Hormuz, FAO Ingatkan Bahaya Inflasi Pangan Global
Pemerintah
KKP Tak Tenggelamkan Kapal Asing Ilegal Seperti Era Susi Pudjiastuti, tapi Diberikan ke Nelayan
KKP Tak Tenggelamkan Kapal Asing Ilegal Seperti Era Susi Pudjiastuti, tapi Diberikan ke Nelayan
Pemerintah
Pakar IPB Beberkan Cara Berantas Lonjakan Populasi Ikan Sapu-sapu
Pakar IPB Beberkan Cara Berantas Lonjakan Populasi Ikan Sapu-sapu
Pemerintah
Kepatuhan Minum Tablet Tambah Darah di Kalangan Remaja Rendah, Ngantuk Saat Jam Pelajaran
Kepatuhan Minum Tablet Tambah Darah di Kalangan Remaja Rendah, Ngantuk Saat Jam Pelajaran
LSM/Figur
Kemenhut Terbitkan Aturan Baru Perdagangan Karbon, Disebut Lebih Jelas dan Terarah
Kemenhut Terbitkan Aturan Baru Perdagangan Karbon, Disebut Lebih Jelas dan Terarah
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau