Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

AWS Investasi Jangka Panjang di Indonesia, Target Net-Zero dan Latih 1 Juta Talenta Cloud

Kompas.com, 4 Oktober 2025, 08:00 WIB
Intan Afrida Rafni,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Amazon Web Services (AWS) memastikan akan berinvestasi jangka panjang di Indonesia, baik dari segi pengembangan ekonomi digital maupun agenda keberlanjutan.

Sustainability Policy Manager AWS Asia-Pacific and Japan, Shibao Pek, mengatakan bahwa AWS sendiri sudah ada Indonesia sejak Desember 2021.

Sejak itu, pihak ya berkomitmen akan terus memperluas investasinya di Indonesia.

“Kami yakin bahwa keberadaan kami di Indonesia akan lama dan kami berencana menginvestasikan 5 miliar dollar AS dalam 15 tahun mendatang,” ujar Shibao dalam acara Lestari Summit 2025 yang diadakan di Jakarta, Kamis (2/10/2025).

Baca juga: Sun Energy Gandeng UI Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa dalam Green Job Energi Surya

Menurutnya, investasi tersebut diperkirakan memberikan kontribusi sekitar 11 miliar dollar AS pada Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Sekaligus PDB Indonesia juga akan mendukung terciptanya 25.000 lapangan kerja di ekosistem digital yang lebih luas.

Selain itu, AWS juga menargetkan melatih 1 juta talenta Indonesia di bidang komputasi awan (cloud) dan teknologi informasi komunikasi (ICT).

“Kami membantu membangun kemampuan cloud dengan membelajarkan satu juta orang Indonesia dalam pendidikan terkait cloud dan ICT,” kata Shibao.

Di sisi lain, AWS menekankan agenda keberlanjutan sebagai prioritas utama. Targetnya, yakni mencapai emisi karbon net-zero pada 2040, sejalan dengan komitmen global Amazon.

Salah satu komitmen yang dicontohkannya, yaitu pada tahun 2023, saat itu, AWS telah mencapai 100 persen penggunaan energi terbarukan secara global seperti angin dan surya.

Cara tersebut juga mereka lakukan di Indonesia, bekerjasama dengan perusahaan listrik negara (PLN) pada tahun 2021 untuk mengembangkan kapasitas energi angin dan surya.

"Kami membangun kapasitas energi angin dan surya sebesar 210 megawatt di Jawa dan Bali," imbuh dia.

Akses Air Bersih

AWS juga berkomitmen untuk menjadi water positive pada 2040, yakni mengembalikan lebih banyak air ke komunitas dibandingkan yang digunakan di pusat data.

Salah satu inisiatifnya di Indonesia adalah kerja sama dengan Habitat for Humanity di Jawa Barat, yang menyediakan akses air bersih bagi sekitar 1.500 rumah setiap tahun.

Selain itu, mereka juga memiliki proyek penanaman 3.500 bibit mangrove di Jawa Barat yang bekerjasama dengan NGO Green Nation for Our Nation.

Proyek tersebut memberdayakan ribuan warga untuk ikut melindungi dan merestorasi ekosistem mangrove.

"Jadi, proyek ini tidak hanya memberikan bantuan langsung, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat," jelas dia.

Lebih lanjut, adapun pusat data AWS di Indonesia telah meraih sertifikasi ISO 50001, standar global untuk manajemen energi.

Baca juga: Riset BRIN Ungkap Tantangan Air Bersih di Ibu Kota Nusantara

“Jika pelanggan beralih ke AWS dari pusat data mereka sendiri, mereka bisa memangkas hingga 99 persen emisi karbon yang terkait dengan peralatan cloud,” jelas dia.

Ia pun meyakinkan bahwa cloud bukan hanya menghadirkan efisiensi dan inovasi, tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan.

“Kami ingin mendukung klien di Indonesia mencapai target keberlanjutan sekaligus mempercepat transformasi digital mereka,” ucap Shibao.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Respons Laporan ESDM soal Capaian Bauran EBT, IESR: Hanya Bertambah 1,3 GW
Respons Laporan ESDM soal Capaian Bauran EBT, IESR: Hanya Bertambah 1,3 GW
LSM/Figur
Studi: Mayoritas Percaya Perubahan Iklim Hanya Berdampak pada Orang Lain
Studi: Mayoritas Percaya Perubahan Iklim Hanya Berdampak pada Orang Lain
Pemerintah
Studi Temukan Posisi Knalpot Pengaruhi Jumlah Polusi Udara yang Kita Hirup
Studi Temukan Posisi Knalpot Pengaruhi Jumlah Polusi Udara yang Kita Hirup
Pemerintah
Bauran EBT Sektor Listrik Lampaui Target, Kapasitasnya Bertambah 15.630 MW
Bauran EBT Sektor Listrik Lampaui Target, Kapasitasnya Bertambah 15.630 MW
Pemerintah
Kemenhut Bersihkan 1.272 Meter Gelondongan Kayu Pasca Banjir Sumatera
Kemenhut Bersihkan 1.272 Meter Gelondongan Kayu Pasca Banjir Sumatera
Pemerintah
AS Bidik Minyak Venezuela, Importir Terbesar Justru Fokus Transisi Energi
AS Bidik Minyak Venezuela, Importir Terbesar Justru Fokus Transisi Energi
Pemerintah
Kawasan Keanekaragaman Hayati Dunia Terancam, 85 Persen Vegetasi Asli Hilang
Kawasan Keanekaragaman Hayati Dunia Terancam, 85 Persen Vegetasi Asli Hilang
LSM/Figur
Hiper-Regulasi dan Lemahnya Riset Hambat Pengembangan Energi di Indonesia
Hiper-Regulasi dan Lemahnya Riset Hambat Pengembangan Energi di Indonesia
Pemerintah
B50 Dinilai Punya Risiko Ekonomi, IESR Soroti Beban Subsidi
B50 Dinilai Punya Risiko Ekonomi, IESR Soroti Beban Subsidi
LSM/Figur
Studi Ungkap Dampak Pemanasan Global pada Pohon, Tumbuh Lebih Lambat
Studi Ungkap Dampak Pemanasan Global pada Pohon, Tumbuh Lebih Lambat
LSM/Figur
AS Keluar dari UNFCCC, RI Perlu Cari Alternatif Pembiayaan Transisi Energi
AS Keluar dari UNFCCC, RI Perlu Cari Alternatif Pembiayaan Transisi Energi
LSM/Figur
BMKG Prediksi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Sepekan ke Depan
BMKG Prediksi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Sepekan ke Depan
Pemerintah
AS Keluar dari 66 Organisasi Internasional, Pakar Sebut Indonesia Cari Alternatif Dana Transisi Energi
AS Keluar dari 66 Organisasi Internasional, Pakar Sebut Indonesia Cari Alternatif Dana Transisi Energi
LSM/Figur
Polutan Ganggu Kesehatan Burung Laut, Ini Dampak Merkuri dan PFAS
Polutan Ganggu Kesehatan Burung Laut, Ini Dampak Merkuri dan PFAS
LSM/Figur
Krisis Iklim Ancam Juhyo, Fenomena Monster Salju di Jepang
Krisis Iklim Ancam Juhyo, Fenomena Monster Salju di Jepang
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau