Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mayoritas Penduduk Negara Berpenghasilan Menengah Rasakan Dampak Krisis Iklim

Kompas.com, 9 November 2025, 18:47 WIB
Monika Novena,
Yunanto Wiji Utomo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Bagi masyarakat di negara berpenghasilan menengah, perubahan iklim adalah krisis yang mereka hadapi setiap hari dan mengganggu kehidupan serta penghidupan mereka.

Hal tersebut terungkap dalam survei baru Pew Research Centre.

Survei tersebut mengungkapkan sekitar 74 persen responden mengatakan perubahan iklim telah berdampak pada komunitas mereka.

Survei dilakukan terhadap 12.375 orang dewasa yang tinggal di sembilan negara berpenghasilan menengah yakni Argentina, Brasil, India, Indonesia, Kenya, Meksiko, Nigeria, Afrika Selatan, dan Turki.

Melansir Down to Earth, Kamis (6/11/2025) perubahan iklim telah membuat tempat tinggal mereka menjadi tidak ramah sehingga mayoritas responden mengatakan bahwa mereka bersedia mengubah cara hidup dan bekerja mereka untuk menghindari dampaknya.

Baca juga: Negara Pulau Kecil Perlu 12 Miliar Dolar AS per Tahun untuk Hadapi Perubahan Iklim

Tanda-tanda kecemasan iklim juga terlihat pada populasi yang diteliti, dengan sebagian besar responden mengatakan mereka setidaknya agak khawatir tentang dampak langsung perubahan iklim global di masa depan.

Misalnya, 90 persen atau lebih di Brasil dan Indonesia menyatakan kekhawatiran ini, dan mayoritas di Argentina, Brasil, Indonesia, Kenya, dan Afrika Selatan sangat khawatir tentang kerugian pribadi akibat perubahan iklim global.

Kekeringan atau kekurangan air merupakan ketakutan terbesar yang dirasakan oleh median 47 persen responden. Faktor-faktor lain termasuk cuaca panas yang luar biasa panjang (21 persen), banjir atau badai hebat (19 persen), dan naiknya permukaan laut (7 persen).

Survei sebelumnya untuk memahami persepsi masyarakat dilakukan pada tahun 2015 dan dalam dekade sejak itu, kekhawatiran akan kerugian pribadi akibat perubahan iklim meningkat di Turki, Afrika Selatan, dan Indonesia.

Namun di Nigeria, India, Meksiko, Argentina, dan Brasil, lebih sedikit orang yang mengkhawatirkan hal ini.

Baca juga: Ini Hitungan Kerugian Ekonomi yang Terjadi di Indonesia akibat Krisis Iklim

Orang dewasa muda di India, Indonesia, Turki, dan Meksiko mengatakan bahwa mereka khawatir perubahan iklim akan merugikan mereka secara pribadi dibandingkan orang dewasa yang lebih tua.

Sementara itu, persentase orang yang mengatakan mereka bersedia melakukan perubahan gaya hidup untuk menghindari dampak perubahan iklim sangat bervariasi.

Usia dan tingkat pendidikan berperan dalam menentukan seberapa besar seseorang siap untuk mengubah hidup dan pekerjaannya guna mencegah dampak krisis iklim.

Kendati demikian, orang dewasa muda (usia 18-34) lebih mungkin dibandingkan orang dewasa yang lebih tua (di atas 50 tahun) untuk mengatakan bahwa mereka bersedia melakukan beberapa atau banyak perubahan gaya hidup.

Dan di sebagian besar negara, orang dewasa dengan pendidikan minimal SMA lebih mungkin dibandingkan mereka yang berpendidikan rendah untuk mengatakan bahwa mereka akan melakukan perubahan tersebut.

Lebih lanjut, sebanyak 62 persen responden menyatakan sedikit keyakinan bahwa tindakan komunitas internasional akan secara signifikan mengurangi dampak perubahan iklim global.

Di India, Indonesia, dan Kenya, setidaknya 70 persen orang dewasa memiliki setidaknya sedikit keyakinan terhadap kemampuan komunitas internasional untuk mengurangi dampak iklim.

Sedangkan kurang dari setengah responden di Argentina, Meksiko, dan Turki yang memiliki keyakinan tersebut.

Baca juga: Dampak Perubahan Iklim: Sudah Telat Selamatkan Kopi, Cokelat, dan Anggur

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Serangan AS-Israel ke Iran Picu Lonjakan Harga Minyak, PBB Soroti Pentingnya Energi Terbarukan
Serangan AS-Israel ke Iran Picu Lonjakan Harga Minyak, PBB Soroti Pentingnya Energi Terbarukan
Pemerintah
Perang AS-Israel Vs Iran Picu Lonjakan Harga CPO, Petani Sawit Bisa Paling Terdampak
Perang AS-Israel Vs Iran Picu Lonjakan Harga CPO, Petani Sawit Bisa Paling Terdampak
LSM/Figur
Babak Baru Kasus Anak Gajah Mati di TN Tesso Nilo, Polisi Tangkap Tersangka
Babak Baru Kasus Anak Gajah Mati di TN Tesso Nilo, Polisi Tangkap Tersangka
Pemerintah
Mengapa Banyak Karyawan Resign Setelah Dapat THR Lebaran?
Mengapa Banyak Karyawan Resign Setelah Dapat THR Lebaran?
LSM/Figur
Bahan Kimia Abadi PFAS Terdeteksi dalam Makanan Anjing dan Kucing
Bahan Kimia Abadi PFAS Terdeteksi dalam Makanan Anjing dan Kucing
LSM/Figur
AC Bisa Tambah Pemanasan Global di Bumi 0,05 Derajat, Mengapa?
AC Bisa Tambah Pemanasan Global di Bumi 0,05 Derajat, Mengapa?
LSM/Figur
Saat Petani Nilam di Aceh mulai “Bankable”, Ini Peran Data dalam Inklusi Keuangan
Saat Petani Nilam di Aceh mulai “Bankable”, Ini Peran Data dalam Inklusi Keuangan
LSM/Figur
Emisi Gas Rumah Kaca dari Air Limbah Ternyata Jauh Lebih Besar
Emisi Gas Rumah Kaca dari Air Limbah Ternyata Jauh Lebih Besar
LSM/Figur
Serangan AS-Israel ke Iran Picu Harga Minyak Global Naik, Bagaimana Harga BBM di Indonesia?
Serangan AS-Israel ke Iran Picu Harga Minyak Global Naik, Bagaimana Harga BBM di Indonesia?
LSM/Figur
Peneliti BRIN Ingatkan Ancaman Pada Ekosistem Padang Lamun akibat Reklamasi
Peneliti BRIN Ingatkan Ancaman Pada Ekosistem Padang Lamun akibat Reklamasi
Pemerintah
United Tractors Berdayakan Masyarakat Lereng Gunung Arjuno lewat Program Desa UniTy
United Tractors Berdayakan Masyarakat Lereng Gunung Arjuno lewat Program Desa UniTy
Swasta
Sampah Antariksa Bikin Lapisan Ozon Bumi Berlubang
Sampah Antariksa Bikin Lapisan Ozon Bumi Berlubang
LSM/Figur
Bagai Pedang Bermata Dua, Permintaan AC Naik Meski Perburuk Krisis Iklim
Bagai Pedang Bermata Dua, Permintaan AC Naik Meski Perburuk Krisis Iklim
LSM/Figur
Bukan Gaji, Pekerja di Indonesia 'Happy' karena Rekan dan Budaya Perusahaan
Bukan Gaji, Pekerja di Indonesia "Happy" karena Rekan dan Budaya Perusahaan
LSM/Figur
WWF Indonesia Buka Lowongan Kerja untuk Berbagai Jurusan, Ini Syaratnya
WWF Indonesia Buka Lowongan Kerja untuk Berbagai Jurusan, Ini Syaratnya
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau