KOMPAS.com - Para ilmuwan memperingatkan tanaman-tanaman mewah yang diandalkan jutaan orang setiap hari seperti kopi cokelat dan anggur makin terdesak karena perubahan iklim.
Kenaikan suhu serta perubahan pola curah hujan mengancam panen sekaligus mata pencaharian para petani.
Dan kini, peneliti berdasarkan studi mereka menyebut bahwa tanaman-tanaman tersebut mungkin tidak dapat diselamatkan.
Melansir Earth, Kamis (6/11/2025), tanaman yang ditanaman terutama karena nilai pasarnya yang tinggi disebut tanaman mewah.
Tanaman-tanaman tersebut mencakup tanaman seperti kopi, kakao, teh, vanili, safron, dan truffle.
Para petani membudidayakan tanaman ini karena orang-orang di seluruh dunia bersedia membayar harga premium untuk rasa, aroma, atau kelangkaan uniknya.
Baca juga: Melihat Upaya Konservasi Tanaman dan Fauna Endemik Sulawesi di Taman Kehati Sawerigading Wallacea
Tanaman ini seringkali membutuhkan kondisi pertumbuhan tertentu seperti ketinggian, suhu, atau jenis tanah yang membatasi tempat mereka dapat tumbuh subur. Kelangkaan itulah yang menjadikannya "mewah".
Namun perubahan iklim telah mengancam masa depan tanaman mewah tersebut.
Tanaman seperti kopi, kakao, dan teh bergantung pada rentang suhu, pola curah hujan, dan kualitas tanah yang sangat spesifik. Seiring meningkatnya suhu global, kondisi-kondisi ini bergeser atau bahkan menghilang sama sekali.
Sebelumnya, ada wacana untuk mendinginkan planet sebagai upaya menyelamatkan tanaman-tanaman tersebut.
Tapi benarkah itu efektif?
Untuk mengetahuinya tim peneliti Colorado State University (CSU) menguji metode yang disebut injeksi aerosol stratosfer (SAI) untuk menurunkan suhu permukaan.
Peneliti pun menemukan bahwa pendinginan matahari mendistribusikan kembali panas dan kelembapan alih-alih menargetkan kebutuhan pertanian tertentu.
Secara keseluruhan, hanya enam dari delapan belas tempat yang menunjukkan manfaat jelas dengan penggunaan metode pendinginan. Sisanya, tidak menunjukkan perbaikan yang jelas atau memperlihatkan hasil yang beragam.
Sebagai gambaran, budidaya anggur memerlukan keseimbangan suhu yang sangat spesifik. Meskipun suhu rendah membantu mengatasi stres panas di musim panas, kualitas dan kelangsungan hidup tanaman anggur secara keseluruhan sangat bergantung pada masa dingin yang memadai untuk mencegah kerusakan akibat tunas dini dan embun beku.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya