Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem Landa Sejumlah Daerah Sepekan ke Depan

Kompas.com, 18 November 2025, 09:44 WIB
Zintan Prihatini,
Yunanto Wiji Utomo

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca ekstrem berupa hujan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin dan kilat atau petir melanda sejumlah wilayah selama sepekan ke depan.

Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, menyebut hujan lebat dengan curah hujan pada kisaran 50-100 mm/hari sempat terjadi pada 13-17 November 2025.

"Selama satu minggu ke depan, potensi perkembangan awan hujan di berbagai wilayah Indonesia diperkirakan masih signifikan," ungkap Andri saat dihubungi, Selasa (18/11/2025).

Periode 18-24 November 2025 cuaca di Indonesia umumnya didominasi kondisi berawan hingga hujan ringan.

Baca juga: Panduan Global Baru Diluncurkan, Bantu Pembuat Kebijakan Pahami Krisis Iklim

Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Jakarta, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.

Lalu Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, serta Papua Selatan.

Kondisi itu dipengaruhi perpaduan fenomena atmosfer skala global, regional, dan lokal yang mendorong pertumbuhan awan konvektif.

Andri menjelaskan, pembentukan awan hujan dari Samudera Hindia meningkat dengan indikator Dipole Mode Index (DMI) sebesar minus 1,57. Meskipun kondisi El Nino-Southern Oscillation (ENSO) berada dalam kategori netral, dengan nilai indeks Nino 3,4 sebesar minus 0,42. Sementara, indeks Southern Oscillation Index (SOI) menunjukkan nilai plus 13,9.

"Kedua hal tersebut mengindikasikan adanya aliran massa udara signifikan masuk ke wilayah Indonesia, baik dari Samudra Hindia maupun dari Samudra Pasifik," ungkap dia.

Baca juga: CDP: Bisnis Proyeksikan Kerugian 420 Miliar Dolar AS Akibat Risiko Cuaca Ekstrem

Pembentukan awan hujan turut dipengaruhi penguatan monsun asia, serta dominasi komponen angin zonal baratan. Selain itu, gelombang rossby ekuator yang berpropagasi ke arah barat diprediksi aktif di Samudra Hindia barat, Aceh hingga Bengkulu, Sumatera Utara, Sumatra Barat, Bengkulu bagian utara, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Laut Natuna, Laut China Selatan, Selat Malaka, Selat Karimata, Kalimantan Barat bagian Utara, Laut Andaman, Teluk Thailand, Laut Sulu, dan Kalimantan Utara.

"Hal ini menyebabkan adanya potensi peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut," kata Andri.

Sementara, gelombang kelvin yang berpropagasi ke arah timur diprediksi aktif di Samudra Hindia Barat Bengkulu, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Laut Flores, Laut Bali, Laut Timor, Laut Sawu, dan Laut Banda yang berpotensi menyebabkan peningkatan pertumbuhan awan hujan.

Di sisi lain, Bibit Siklon Tropis 97S terpantau berada di Samudra Hindia selatan Laut Timor. Terdapat pula sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat Lampung yang cenderung bergerak ke selatan Jawa Barat, serta sirkulasi siklonik di Laut Cina Selatan.

"Semua fenomena ini membentuk daerah perlambatan kecepatan angin yang memanjang di sebagian besar wilayah Indonesia. Dengan kelembapan udara yang cukup dan labilitas lokal yang relatif kuat, proses pembentukan awan konvektif menjadi lebih signifikan," tutur Andri.

Oleh sebab itu, BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem ataupun gelombang laut tinggi di sejumlah wilayah. Informasi prakiraan dan peringatan dini cuaca dapat dilihat melalui kanal resmi BMKG.

Baca juga: Perlu 1 Miliar Hektar untuk Penuhi Janji Iklim

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau