Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Kementerian PPN/Bappenas Apresiasi Praktik Baik Pembangunan lewat Indonesia’s SDGs Action Awards 2025

Kompas.com, 19 November 2025, 20:30 WIB
Erlangga Satya Darmawan,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) kembali menggelar Indonesia’s SDGs Action Awards (SAA) sebagai bagian dari rangkaian acara Sustainable Development Annual Conference (SAC) 2025.

Berlangsung di Ruang Rapat Djunaedi Hadisumarto (DH) 1-4, Gedung Utama Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta Pusat, Rabu (19/11/2025), SAA menjadi wadah apresiasi bagi para pemangku kepentingan yang berkontribusi mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.

Bertema “Inovasi Pangan dan Gizi untuk Peningkatan Kualitas SDM, Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan, serta Penurunan Kemiskinan”, SAA 2025 mencatat antusiasme tinggi dengan jumlah peserta mencapai lebih dari 250 pendaftar dari berbagai daerah dan sektor.

Seluruh peserta mengikuti tahap seleksi ketat yang dikawal oleh sembilan juri dengan rekam jejak dan kepakaran di bidang pembangunan berkelanjutan.

Proses penjurian dilakukan secara independen dan hasilnya dirahasiakan hingga momen pengumuman.

Baca juga: Menteri Bappenas Dukung Penuh Visi Pembangunan Bali Berkelanjutan Gubernur Koster

Lewat penghargaan tersebut, Bappenas ingin mendorong lahirnya inovasi dan praktik baik dari pemerintah daerah, akademisi, masyarakat sipil, dan dunia usaha.

Selain itu, SAA 2025 diharapkan juga meningkatkan kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan pembangunan, khususnya terkait pangan, gizi, kesehatan, pendidikan, dan pengentasan kemiskinan.

Dalam sambutannya, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengapresiasi seluruh peserta dan pemenang. Ia menegaskan kembali pentingnya prinsip no one left behind dalam implementasi SDGs.

Menurutnya, keberhasilan SDGs tidak hanya tampak di kota-kota besar, tetapi juga dari daerah yang menghadapi tantangan pembangunan lebih berat.

“Sebagai contoh bahwa beberapa pemenang berasal dari wilayah seperti Tapanuli Selatan yang menunjukkan kemajuan signifikan,” ujar Rachmat.

Baca juga: Bappenas Ingatkan Dampak Ekspansi Sawit yang Terlalu Cepat dan Kesampingkan Keberlanjutan

Rachmat juga menyampaikan terima kasih kepada para juri serta tim kerja Sekretariat Nasional SDGs Kementerian PPN/Bappenas yang telah memastikan penyelenggaraan SAA 2025 berjalan transparan dan kredibel.

Ia menekankan bahwa kolaborasi seluruh pemangku kepentingan merupakan kunci bagi Indonesia untuk terus mencatat prestasi di tingkat global dalam agenda pembangunan berkelanjutan.

Berikut daftar lengkap pemenang Indonesia’s SDGs Action Awards 2025.

Kategori Pemerintah Daerah Provinsi

  1. Terbaik Pertama: Provinsi DKI Jakarta.
  2. Terbaik Kedua: Provinsi Sulawesi Selatan.
  3. Terbaik Ketiga: Provinsi D.I. Yogyakarta.

Baca juga: Bappenas: Pendekatan Risiko Jadi Kunci Adaptasi Kebijakan Pembangunan

Kategori Perguruan Tinggi

  1. Terbaik Pertama: Universitas Hasanuddin.
  2. Terbaik Kedua: IPB University.
  3. Terbaik Ketiga: Universitas Telkom.

Kategori Badan Usaha Besar

  1. Terbaik Pertama: PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul.
  2. Terbaik Kedua: PT Pertamina Hulu Energi.
  3. Terbaik Ketiga: PT Telkom Indonesia.

Kategori Organisasi Masyarakat Sipil

  1. Terbaik Pertama: Yayasan Plan International Indonesia.
  2. Terbaik Kedua: Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat LP2M.
  3. Terbaik Ketiga: Ruang Kolaborasi Perempuan.

Baca juga: Bappenas Gelar Lomba Menulis, Dorong Perempuan Berani Bersuara

Kategori Filantropi

  1. Terbaik Pertama: Yayasan Dokter Peduli.
  2. Terbaik Kedua: Yayasan Dompet Dhuafa Republika.
  3. Terbaik Ketiga: Yayasan Dana Sosial Al Falah.

Kategori Koperasi, UMKM, dan BUMDes

  1. Terbaik Pertama: Koperasi Nira Lestari Makmur.
  2. Terbaik Kedua: GEMI 0418 Gerakan Ekonomi Mandiri Warga RT 04 RW 18.

Pemenang I-SIM Integrated Sustainability Indonesia Movement 2025

  1. Kolaborasi PT Surveyor Indonesia, APKASI, APEKSI, dan KPPOD bersama Bappenas.

Baca juga: Bappenas Ingatkan “Lingkaran Setan” Pertanian: Produktivitas Turun, Emisi Naik, Iklim Rusak

Kategori Pemerintah Kota

  1. Terbaik Pertama: Kota Madiun.
  2. Terbaik Kedua: Kota Jambi.
  3. Terbaik Ketiga: Kota Tegal.

Kategori Pemerintah Kabupaten

  1. Terbaik Pertama: Kabupaten Tapanuli Selatan.
  2. Terbaik Kedua: Kabupaten Bogor.
  3. Terbaik Ketiga: Kabupaten Karawang.

Baca juga: Bappenas Tekankan Ekonomi Hijau Jadi Arah Utama Pembangunan

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Dari Ibu Hamil hingga Remaja, Program PASTI Bangun Ekosistem Pencegahan Stunting di Kubu Raya
Dari Ibu Hamil hingga Remaja, Program PASTI Bangun Ekosistem Pencegahan Stunting di Kubu Raya
Swasta
PLTS Atap Dinilai Bisa Perkuat Keandalan Listrik, Kebijakan Kuota Diminta Direvisi
PLTS Atap Dinilai Bisa Perkuat Keandalan Listrik, Kebijakan Kuota Diminta Direvisi
LSM/Figur
Area Berisiko Banjir di Kota Semarang Diproyeksikan Bertambah 2.162 Hektare pada 2039
Area Berisiko Banjir di Kota Semarang Diproyeksikan Bertambah 2.162 Hektare pada 2039
LSM/Figur
ITS Kembangkan Teknologi PLTS Terintegrasi, Efisiensi Daya Bisa Naik 750 Persen
ITS Kembangkan Teknologi PLTS Terintegrasi, Efisiensi Daya Bisa Naik 750 Persen
LSM/Figur
Kupu-Kupu Berpindah Habitat, Ahli Ingatkan Ancaman Krisis Ekosistem
Kupu-Kupu Berpindah Habitat, Ahli Ingatkan Ancaman Krisis Ekosistem
LSM/Figur
Eksploitasi Air Tanah Persulit Mangrove Bantu Selamatkan Kawasan Pesisir
Eksploitasi Air Tanah Persulit Mangrove Bantu Selamatkan Kawasan Pesisir
LSM/Figur
Antisipasi Ancaman Mikroplastik, Pelaku Bisnis Didesak Segera Bertindak
Antisipasi Ancaman Mikroplastik, Pelaku Bisnis Didesak Segera Bertindak
Pemerintah
ICEL: Pengawasan Tambang Rentan Lumpuh Tanpa Transparansi Dokumen Lingkungan
ICEL: Pengawasan Tambang Rentan Lumpuh Tanpa Transparansi Dokumen Lingkungan
LSM/Figur
Demi Kepastian Investasi, ClientEarth dan CPI Dorong Reformasi Regulasi Energi Terbarukan
Demi Kepastian Investasi, ClientEarth dan CPI Dorong Reformasi Regulasi Energi Terbarukan
LSM/Figur
Bezos & DiCaprio Kucurkan Rp3,58 Triliun Selamatkan 100 Spesies Langka
Bezos & DiCaprio Kucurkan Rp3,58 Triliun Selamatkan 100 Spesies Langka
Pemerintah
Pertama di Dunia, Terminal LPG Tanjung Sekong Pertamina Kantongi Sertifikasi Green Terminal
Pertama di Dunia, Terminal LPG Tanjung Sekong Pertamina Kantongi Sertifikasi Green Terminal
BUMN
BMKG Optimalkan Pengisian Waduk Hadapi El Niño Kuat, Antisipasi Krisis Air hingga Karhutla
BMKG Optimalkan Pengisian Waduk Hadapi El Niño Kuat, Antisipasi Krisis Air hingga Karhutla
Pemerintah
Mahasiswa KKNT IPB Bantu Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial di Garut Jawa Barat
Mahasiswa KKNT IPB Bantu Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial di Garut Jawa Barat
Pemerintah
Pelanggan Home Charging PLN Tembus 92.000, Isi Daya EV di Rumah Kian Diminati
Pelanggan Home Charging PLN Tembus 92.000, Isi Daya EV di Rumah Kian Diminati
BUMN
Peneliti Usulkan Cara Baru Hitung Emisi Gas Rumah Kaca AI, Seperti Apa?
Peneliti Usulkan Cara Baru Hitung Emisi Gas Rumah Kaca AI, Seperti Apa?
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau