Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jelajah Mangrove di Pulau Serangan Bali, Terancam Sampah dan Sedimentasi

Kompas.com, 10 Desember 2025, 10:35 WIB
Ni Nyoman Wira Widyanti

Penulis

Sampah dan sedimentasi, ancaman mangrove di Serangan

Area mangrove di Pulau Serangan tak lepas dari ancaman, apalagi lokasinya dekat dengan TPA Suwung. Dari Dermaga Sarangan, misalnya, jaraknya hanya sekitar empat kilometer. 

Dari beberapa titik, Kompas.com bisa melihat puncak gunung sampah yang diselingi kendaraan pengeruk yang bergerak. Bahkan, saat keluar dari Dermaga Serangan, tampak antrean truk pengangkut sampah yang mengular. 

Sampah, apalagi sampah plastik, bisa mengganggu pertumbuhan tanaman mangrove karena kerap tersangkut di akar atau bagian lainnya.

Ancaman lainnya bagi mangrove adalah sedimentasi. Bila teksturnya padat dan menumpuk di daun mangrove, tanaman tersebut tak akan bisa berfotosintesis. 

Alga, salah satu faktor yang menghambat pertumbuhan tanaman mangrove di Pulau Serangan, Bali. Foto ini diambil pada Jumat (5/12/2025).KOMPAS.com/Ni Nyoman Wira Alga, salah satu faktor yang menghambat pertumbuhan tanaman mangrove di Pulau Serangan, Bali. Foto ini diambil pada Jumat (5/12/2025).

"Sonneratia itu punya akar yang timbul. Nah, akarnya punya fungsi ekologisnya sendiri untuk menyokong si mangrove itu. Ketika tertutup sedimentasi, itu (akar) enggak bakal kuat," jelas Ayu. 

Selanjutnya, alih fungsi lahan dan alga juga termasuk ancaman bagi mangrove di Pulau Serangan. Untuk alga, bentuknya hijau bergelombang dan biasanya mengambang di perairan.

"Mereka (alga) akan nempel di bibit (mangrove) itu. Enggak bisa fotosintesis jadinya," tutur Ayu. 

Baca juga:

Puncak TPA Suwung Bali dilihat dari area mangrove di Serangan, Jumat (5/12/2025).KOMPAS.com/Ni Nyoman Wira Puncak TPA Suwung Bali dilihat dari area mangrove di Serangan, Jumat (5/12/2025).

Mangrove, menurut Ayu, menjaga daratan dari lautan, sekaligus menjaga lautan dari daratan.

"Kita punya tiga ekosistem besar di laut: Ekosistem mangrove, lamun, dan juga terumbu karang. Semisal enggak ada mangrove, sedimentasinya pasti akan hanyut ke laut dan lalu akan memengaruhi lamun dan terumbu karang

Tidak hanya itu, mangrove juga "menyaring" sampah-sampah manusia agar tidak lepas ke lautan melalui akar-akarnya. 

Sebaliknya, mangrove melindungi daratan dari bahaya abrasi akibat laut. 

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau