Penulis
KOMPAS.com - Inggris mencatat rekor tertinggi produksi listrik dari sumber energi terbarukan sepanjang tahun 2025. Hal ini terungkap dalam studi terbaru yang dirilis laman iklim dan energi Carbon Brief, pada Jumat (2/1/2026).
Laporan tersebut menunjukkan perubahan besar dalam bauran energi listrik di Inggris, sekaligus menandai pergeseran penting menuju sistem energi yang lebih bersih, dilansir dari AFP, Sabtu (3/1/2026).
Baca juga:
Dalam laporan ini, disebutkan bahwa kombinasi energi angin, surya, dan biomassa menyumbang 47 persen dari total produksi listrik Inggris pada 2025.
Angka ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah negara tersebut. Produksi listrik dari energi terbarukan bahkan melampaui gas alam yang selama ini menjadi tulang punggung pasokan listrik nasional.
Gas alam pada tahun 2025 hanya menyuplai sekitar 28 persen listrik Inggris. Posisi ini menempatkan gas di bawah energi terbarukan.
Baca juga:
Sementara itu, tenaga nuklir berada di urutan ketiga dengan kontribusi sekitar 11 persen dari total produksi listrik nasional.
Carbon Brief mencatat bahwa penggunaan gas untuk pembangkit listrik justru mengalami kenaikan.
Kondisi itu terjadi setelah Inggris menutup pembangkit listrik tenaga batu bara terakhirnya pada akhir tahun 2024.
Penutupan tersebut menandai berakhirnya era batu bara dalam sistem kelistrikan Inggris, tapi memicu ketergantungan sementara pada gas.
"Secara keseluruhan, listrik di Inggris menjadi sedikit lebih polutif pada tahun 2025," tulis Carbon Brief.
Laporan itu menambahkan bahwa ekspor listrik negara tersebut meningkat dan impor menurun pada tahun lalu.
Produksi listrik energi terbarukan Inggris mencapai rekor tertinggi pada tahun 2025. Simak penjelasannya.Laporan tersebut juga menyoroti kondisi tenaga nuklir di Inggris. Produksi listrik dari nuklir pada tahun 2025 tercatat sebagai yang terendah dalam 50 tahun terakhir. Penurunan ini terjadi sebagian karena gangguan operasional dan pemadaman di sejumlah fasilitas nuklir.
Permintaan listrik di Inggris juga mengalami perubahan. Carbon Brief mencatat adanya kenaikan permintaan listrik sebesar satu persen setelah bertahun-tahun mengalami penurunan.
Kenaikan ini didorong oleh semakin banyaknya kendaraan listrik, pompa panas, dan pusat data yang terhubung ke jaringan listrik nasional.
Inggris dikenal sebagai salah satu pemain utama energi terbarukan di Eropa. Keunggulan ini berasal dari pengembangan pembangkit listrik tenaga angin di darat dan lepas pantai.
Pemerintah Inggris telah menetapkan target ambisius dalam kebijakan iklimnya. Negara ini menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca setidaknya 81 persen pada 2035 dibandingkan level tahun 1990.
Inggris juga menargetkan netral karbon pada pertengahan abad ini.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya