Selain solusi spesifik lokasi, penelitian bertujuan memajukan kerja sama regional dengan mengembangkan solusi berbasis alam (nature-based solutions/NbS) bersama otoritas kawasan lindung dan pemangku kepentingan utama.
Nantinya, penelitian ini akan mengembangkan platform pemodelan risiko spesies invasif yang dapat direplikasi dan memberikan informasi untuk sistem peringatan dini.
Platform permodelan risiko spesies invasif tersebut juga bisa memberikan panduan strategis yang selaras dengan jalur IAS ASEAN dan target keanekaragaman hayati global pasca-2020.
Dengan menjembatani sains, teknologi, dan kebijakan, penelitian ini diharapkan memperkuat kapasitas regional dalam pengendalian AIS.
Penyajian model baru untuk ketahanan ekologis lintas batas dalam menghadapi percepatan perubahan lingkungan juga diharapkan dapat berkontribusi pada pencapaian SDGs (Sustainable Development Goals) poin ke-13 (aksi iklim) dan ke-15 (kehidupan di darat).
Baca juga: Alarm Punah! Badak Jawa Diprediksi Hilang 50 Tahun Lagi, Translokasi Jadi Jalan
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya