Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Krisis Pengungsi Global Disebut Akan Makin Parah Tanpa Investasi Jangka Panjang

Kompas.com, 6 Januari 2026, 19:05 WIB
Monika Novena,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - United Nations Development Programme (UNDP) dari PBB menyampaikan bahwa dukungan bagi pengungsi dan komunitas yang menampung mereka semakin menurun.

Padahal jumlah perpindahan penduduk global yang terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat perang atau bencana justru sedang berada di angka tertinggi dalam sejarah.

Baca juga: 

"Dunia tidak dapat terus menanggapi perpindahan penduduk dengan solusi jangka pendek. Negara tuan rumah menanggung beban yang tidak mungkin ditanggung," ucap Direktur Biro Krisis PBB, Shoko Noda, dilansir dari Eco-Business, Selasa (6/1/2026).

"Tanpa tindakan pembangunan yang nyata, krisis perpindahan penduduk global hanya akan semakin parah. Biaya ketidakberdayaan akan jauh lebih tinggi daripada bertindak sekarang," tambah dia.

Hal tersebut diungkapkan dalam Peninjauan Kemajuan Forum Pengungsi Global dari Senin (15/12/2025) sampai Rabu (17/12/2025) lalu, dilansir dari Eco-Business, Selasa (6/1/2026).

UNDP pun menyerukan investasi jangka panjang yang lebih kuat dalam layanan dasar, lapangan kerja, dan sistem nasional.

Baca juga:

Dukungan bagi pengungsi dan penampung menurun

Konflik, iklim, dan ketidakstabilan ekonomi memaksa 117 juta orang mengungsi

UNDP PBB mengungkap dukungan bagi pengungsi dan negara penampung terus menurun.Shutterstock.com UNDP PBB mengungkap dukungan bagi pengungsi dan negara penampung terus menurun.

Forum Pengungsi Global (Global Refugee Forum) merupakan pertemuan internasional terbesar di dunia tentang isu-isu pengungsi, yang diadakan setiap empat tahun untuk meninjau kemajuan dan memobilisasi komitmen baru di bawah Pakta Global tentang Pengungsi (Global Compact on Refugees).

Pertemuan Tinjauan Kemajuan 2025 (Progress Review Meeting 2025) menilai bagaimana pemerintah, organisasi internasional, dan mitra memenuhi janji yang dibuat pada tahun 2023.

Pada akhir 2024, konflik, guncangan iklim, dan ketidakstabilan ekonomi telah memaksa 117 juta orang meninggalkan rumah mereka.

Sebagian besar pengungsi mencari perlindungan di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, yang menampung pengungsi 2,5 kali lebih banyak daripada negara-negara berpenghasilan tinggi, meskipun negara-negara tersebut menghadapi tekanan ekonomi mereka sendiri.

UNDP menyatakan bahwa bukti dari puluhan negara menunjukkan bahwa investasi pembangunan, seperti memperbaiki sekolah, klinik, jaringan air, dan pasar, membantu menstabilkan komunitas, mengurangi ketegangan, dan mendukung kepulangan sukarela yang aman serta integrasi.

Baca juga:

Pada tahun 2024, UNDP menginvestasikan lebih dari 618 juta dollar Amerika Serikat (sekitar Rp 10, 36 triliun) di lebih dari 60 negara yang terkena dampak pengungsian paksa.

Di Lebanon dan Turki, misalnya, program pekerjaan dan mata pencaharian menjangkau lebih dari satu juta orang.

Sementara itu, di Iran, 373.000 pengungsi Afghanistan mengakses layanan kesehatan melalui sistem nasional dengan dukungan UNDP.

Namun, pendanaan global untuk respons pengungsi menurun pada tahun 2024 dan diperkirakan akan terus menurun kembali. 

Dukungan juga disebut masih sangat tidak merata. Negara-negara berpenghasilan rendah, yang menampung 19 persen pengungsi, justru kekurangan dana.

Menjelang Forum Pengungsi Global pada tahun 2027, UNDP menyampaikan akan memperluas kemitraan dengan pemerintah, sektor swasta, dan UNHCR untuk memperkuat sistem nasional, menghubungkan adaptasi iklim dengan mata pencaharian dan pemulihan, memobilisasi pendanaan iklim dan pembangunan, serta meningkatkan program bersama di komunitas yang menampung, transit, dan kembali.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau