KOMPAS.com - Penguin yang hidup di lepas pantai Afrika Selatan mengalami kelaparan massal akibat kekurangan makanan, menurut sebuah studi yang diterbitkan di Ostrich: Journal of African Ornithology.
Akibatnya, beberapa populasi penguin yang terancam punah tersebut merosot hingga 95 persen hanya dalam waktu delapan tahun.
Baca juga:
Menurut para peneliti, kondisi penguin Afrika telah mencapai titik paling berbahaya dalam sejarah. Dilansir dari Phys, Sabtu (3/1/2026), saat ini hanya tersisa kurang dari 10.000 pasang penguin Afrika yang sedang berkembang biak secara global.
Spesies ini juga telah masuk ke dalam daftar "Terancam Kritis" tahun lalu oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN).
Dua dari koloni pengembangbiakan paling penting di dekat Cape Town, Afrika Selatan, telah menurun drastis antara tahun 2004 hingga tahun 2011 dengan perkiraan sekitar 62.000 burung telah mati.
Hal tersebut menurut studi yang dilakukan oleh University of Exeter, Inggris, serta Departemen Kehutanan, Perikanan, dan Lingkungan Afrika Selatan.
Baca juga:
Penguin yang hidup di lepas pantai Afrika Selatan mengalami kelaparan massal akibat kekurangan makanan.Dalam delapan tahun tersebut, populasi sarden di perairan Afrika Selatan, yang merupakan sumber makanan utama bagi penguin, secara konsisten berada di bawah 25 persen dari puncak kelimpahannya.
Ahli biologi Richard Sherley menyebut penurunan populasi ikan sarden ini disebabkan oleh praktik penangkapan ikan yang dikombinasikan dengan faktor lingkungan, seperti perubahan suhu dan salinitas air.
"Hal ini tampaknya telah menyebabkan kekurangan makanan yang parah bagi penguin Afrika, yang mengakibatkan perkiraan hilangnya sekitar 62.000 individu yang berkembang biak," kata Sherley.
Adapun populasi global spesies ini telah menurun hampir 80 persen dalam 30 tahun terakhir.
Para konservasionis mengatakan bahwa dengan laju penurunan populasi saat ini, burung tersebut dapat punah di alam liar pada tahun 2035.
Selama 10 tahun, pihak berwenang telah memberlakukan larangan penangkapan ikan komersial di sekitar enam koloni penguin, termasuk Pulau Robben dan Pulau Dassen, dua lokasi yang diamati dalam penelitian ini.
Inisiatif lain yang sedang dilakukan termasuk pembuatan sarang buatan dan pembentukan koloni baru.
Burung-burung ini merupakan daya tarik yang kuat bagi wisatawan ke Afrika Selatan, dengan ribuan orang mengunjungi koloni setiap tahunnya.
Namun, tekanan dari pariwisata juga mengganggu burung-burung tersebut dan menyebabkan peningkatan stres.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya